Kamis, 22 Oktober 2026

LINI MASA TAN MALAKA 1897 s/d 1949


Tokoh pergerakan yang luar biasa, visi misi dan pemikiranya melampau zamannya.

Hidup bak detektif swasta, pindah dari tanah kelahiranya menjelajah ke berbagai negara di separuh dunia.

 Nama-nya Ibrahim, Lahir 2 Juni 1897 di Suliki – Padam Gadang – Lima Puluh Kota – Sumatera  Barat. Masa kecil, tumbuh di lingkungan adat Minangkabau yang religius. Sekolah Calon Guru (Sekolah Belanda) di Bukit Tinggi. Dari Kampungnya mendapat gelar adat   “Ibrahim Datuk Tan Malaka”

 

1. SUMATERA BARAT Tan melanjutkan sekolah ke Rijks Kweekschool,

Haarlem, Belanda. Berangkat dari Teluk Bayur, Oktober 1913.

2. HAARLEM, BELANDA Berkenalan dengan politik.Saat pulang kampung pada

November 1919, cita-citanya cuma satu: mengubah nasib bangsa Indonesia. 

3. DELI, SUMATERA UTARA Menjadi guru sekolah rendah di perkebunan teh

Belanda. Hengkang ke Semarang pada 1921.

4. SEMARANG Bergabung dengan Sarekat Islam. Aktif menyatukan gerakan

komunis dengan Islam untuk menghadapi imperialisme Belanda. Mendirikan sekolah Rakyat.

Gara-gara ini,pada 13 Februari 1922 ia ditangkap Belanda di Bandung.

5. JAKARTA 1 Mei 1922, Tan dibuang ke Amsterdam.

6. BELANDA Menjadi calon anggota parlemen nomor 3 di Partai Komunis

Belanda. 

7. JERMAN Melamar menjadi legiun asing, tapi ditolak. Di Berlin, bertemu

Darsono, pentolan Partai Komunis Indonesia.

8. RUSIA November 1922, mewakili Partai Komunis Indonesia dalam konferensi

Komunis Internasional (Komintern) ke-empat di Moskow. Diangkat sebagai

Wakil Komintern untuk Asia Timur di Canton. Pindah ke sana pada Desember

1923.

9. CANTON Menerbitkan majalah The Dawn dan menulis buku Naar de Republiek

Indonesia pada 1925. Menerima kabar ayahnya meninggal. 

10. FILIPINA Juni 1925 menyelundup ke Manila untuk menyembuhkan sakit paru-parunya.

Memakai nama Elias Fuentes, bekerja sebagai koresponden El-Debate.

11. SINGAPURA Awal 1926 masuk Singapura memakai nama Hasan Gozali,

orang Mindanao. Menulis buku Massa Actie.

12. THAILAND Juli 1927 mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) di Bangkok.

13. FILIPINA Agustus 1927 ditangkap polisi Filipina. Tengah malam, September

1927, diusir dan dititipkan di kapal Suzanna tujuan Pulau Amoy di Cina.

14. Pulau Amoy (Xiemen)

15. SHANGHAI Pada 1930 masuk Shanghai dengan menyamar sebagai Ossario,

wartawan Filipina untuk majalah Bankers Weekly. Oktober 1932 pindah ke

Hong Kong karena pecah perang antara Cina dan Jepang.

16. HONG KONG Tan tertangkap. Pada Desember dibuang ke Shanghai.

17. PULAU AMOY Kabur dari kapal. Pada 1936 mendirikan sekolah bahasa

Inggris dan Jerman. Ketika Jepang menyerang Amoy setahun kemudian, ia lari

ke Burma.

18. SINGAPURA Ia bisa turun di Singapura, "Namun saya tiada mau memakai

kesempatan itu, karena dengan begitu saya akan kehilangan uang US$ 25,"

tulis Tan. Ini uang yang diminta nakhoda sebagai jaminan bahwa dia akan turun

di Rangoon.

19. BURMA Tiba di Rangoon pada 31 Agustus 1937. Sebulan di Rangoon, ia

kembali ke Singapura.

20. SINGAPURA Mengajar bahasa Inggris dan matematika di sekolah Tionghoa.

Ketika Jepang menyerbu, ia pulang ke Indonesia melalui Penang pada Mei

1942.

21. PENANG, MALAYSIA Berlayar ke Medan pada 10 Juni 1942 dengan mengaku

sebagai Legas Hussein.

 

PERIODE JAWA 

DARI Medan Tan memulai petualangan selanjutnya menuju tanah Jawa hingga akhir hayat.

PADANG Mampir di Padang, mengaku sebagai Ramli Hussein, lalu melanjutkan perjalanan

ke Lampung.

JAKARTA Tiba pada Juli 1942, tinggal di daerah Rawajati. Di sini menulis Madilog dan Aslia 

BANTEN Pada 1943 menjadi kerani di pertambangan batu bara di Bayah, Banten,

menggunakan nama Ilyas Hussein.

JAKARTA Menggerakkan pemuda menggelar rapat raksasa di Lapangan Ikada (kini

kawasan Monas), 19 September 1945.

PURWOKERTO 1 Januari 1946, menggalang kongres Persatuan Perjuangan untuk

mengambil alih kekuasaan dari tentara Sekutu. 141 ormas hadir. 

MADIUN Tan dan Sukarni ditangkap di Madiun 17 Maret 1946, karena Persatuan

Perjuangan dituduh akan mengkudeta Soekarno-Hatta. Sejak itu, keduanya hidup dari

penjara ke penjara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

MAGELANG Juni 1948, keduanya dipindahkan ke penjara Magelang. Tan menulis Dari

Penjara ke Penjara (autobiografi). Pada 16 September 1948 dibebaskan.

YOGYAKARTA Tan dan Sukarni mendirikan Partai Murba, 7 November 1948.

GUNUNG WILIS, KEDIRI Tentara Republik Indonesia menangkap dan mengeksekusi Tan

pada 21 Februari 1949 di desa Selopanggung – lereng Gunung Wilis - Kediri, karena dituduh melawan Soekarno-Hatta.

Kala itu Tan bersama Jenderal Soedirman-yang berjuang di Yogyakarta-sedang melawan

agresi Belanda ke-2.

SUMATERA BARAT Sebelum ke Belanda ditasbihkan sebagai pemangku adat dengan

nama Ibrahim Datuk Tan Malaka.

BEKAS STASIUN SAKETI, BANTEN Stasiun kereta menuju Bayah, tempat Tan

menyaksikan ribuan romusha sekarat di bawah tekanan Jepang.

 

Quote : "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LINI MASA TAN MALAKA 1897 s/d 1949

Tokoh pergerakan yang luar biasa, visi misi dan pemikiranya melampau zamannya. Hidup bak detektif swasta, pindah dari tanah kelahiranya me...