Selasa, 24 Maret 2020

Pandemi koronavirus di Indonesia - bag. 2

Pemerintah daerah

 DKI JAKARTA

Sejak tanggal 13 Maret, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menghentikan penerbitan izin keramaian,[104] termasuk untuk konser Babymetal, Foals, Head in the Clouds, dan Dream Theater.[105] Pada hari yang sama, beberapa tempat wisata di Jakarta termasuk Taman Impian Jaya Ancol, beberapa museum yang dikelola pemerintah, Kebun Binatang Ragunan, dan Monas ditutup selama 2 pekan.[106][107] Organisasi Islam Muhammadiyah membentuk "pusat komando" yang menyediakan 20 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menangani COVID-19. Pusat komando tersebut dipimpin oleh dokter spesialis kedaruratan medis Corona Rintawan.[108][109]
Pada 14 Maret, Gubernur Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menangguhkan semua kegiatan sekolah dan ujian selama dua pekan sebagai respons untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.[110]
Pada 15 Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 500 hingga 1.000 tempat tidur untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang akan ditempatkan di fasilitas perawatan COVID-19 yang ditunjuk.[111]
Pada 16 Maret, MRT, LRT, dan Transjakarta mulai mengurangi jumlah rute, koridor, dan jadwal (06.00 – 18.00).[112][113] Kebijakan ganjil-genap juga akan dihentikan selama wabah.[114]

Jawa Tengah

Pada 13 Maret, Kota Surakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama 2 pekan ke depan, setelah tiga kasus positif ditemukan di kota tersebut.[115] Wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo juga menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).[116] Pada hari yang sama, Kabupaten Sragen memutuskan untuk menutup semua sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di seluruh kabupaten selama setidaknya satu pekan, sementara penutupan sekolah menengah atas di kabupaten tersebut akan diputuskan oleh pemerintah provinsi.[117]
Pada 14 Maret, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan untuk menutup semua taman kanak-kanak (TK) hingga SMP di provinsi tersebut, sementara sekolah menengah atas (SMA) akan tetap terbuka selama periode ujian.[118] Pada 15 Maret, Kota Salatiga mengikuti keputusan yang sama serta menganggarkan Rp3 miliar untuk bantuan medis.[119]

Jawa Barat

Pada 14 Maret, Kota Depok dan Bogor memutuskan untuk menutup sekolah hingga 28 Maret 2020.[120][120] Pada 15 Maret, keputusan ini juga diikuti oleh Kota Bandung, dengan menutup sekolah selama dua pekan ke depan dan menyarankan sekolah untuk mengadakan pembelajaran dalam jaringan (daring).[121] Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memutuskan penerapan belajar di rumah bagi pelajar di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.[122]
Pada 15 Maret, peta distribusi COVID-19 di Jawa Barat dirilis untuk publik.[123]

Banten

Pada 15 Maret, Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan kejadian luar biasa (KLB) COVID-19 dan memutuskan untuk menutup semua sekolah selama 2 pekan.[124]

Aceh

Pada 15 Maret, Provinsi Aceh menginstruksikan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan.[125]

Kalimantan Barat

Pada 15 Maret, Gubernur Kalimantan Barat memutuskan untuk memberlakukan karantina untuk semua siswa mulai dari TK hingga SMA di provinsi tersebut, hingga tanggal yang belum ditentukan. Selama masa karantina, siswa harus tinggal di rumah mereka untuk belajar. Pengecualian diberikan untuk siswa SMA/SMK tahun terakhir pada tanggal ujian akhir nasional masing-masing.[126]

Jawa Timur

Pada 15 Maret, Kota Malang mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua sekolah selama dua minggu. Penutupan akan dimulai pada 16 Maret.[127]
Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memerintahkan untuk meliburkan semua sekolah di seluruh provinsi. Lembaga pendidikan disarankan untuk membatalkan segala macam pertukaran pelajar sampai waktu yang tidak ditentukan, namun ujian nasional di provinsi tidak akan ditunda.[128]
Pada 16 Maret, Walikota Malang, Sutiaji memutuskan untuk menutup semua akses ke kota, dimulai pada 18 Maret. Pada 16 Maret, belum ada positif COVID-19 di Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur.[129] Dia kemudian mengklarifikasi bahwa penguncian hanya berlaku untuk pejabat Kota Malang, bukan masyarakat umum.[130]

Lainnya

Perkeretaapian

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengambil sejumlah langkah dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Sejumlah perjalanan KRL Commuter Line diputuskan untuk dipangkas pola perjalanannya dan hanya dibuka pada pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.[131] Di lini kereta api jarak jauh dan menengah, Daop II Bandung membatalkan tujuh kereta api yang berangkat menuju Jakarta dari Stasiun Bandung maupun Kiaracondong, antara lain 5 perjalanan KA Argo Parahyangan tujuan Gambir dan 2 perjalanan KA Lodaya tujuan Solo Balapan.[132] Sementara itu, Daop III Cirebon membatalkan delapan perjalanan KA Argo Cheribon dengan relasi Cirebon–Gambir pp.[133] Orang yang suhu tubuhnya melebihi 38 °C dilarang memasuki kereta dan bea dikembalikan penuh seratus persen.[134] Semua fasilitas penumpang di stasiun disemprot disinfektan setiap saat. Social distancing juga diterapkan penuh pada semua fasilitas stasiun, seperti pembatasan jumlah orang dalam lift menjadi maksimal empat orang, pembuatan batas aman antrean loket, pembuatan jarak aman pada bangku peron, serta penyediaan hand sanitizer di sudut-sudut ruangan.[135][136]

Universitas

Sebagai respons terhadap COVID-19, beberapa universitas memilih untuk membatalkan kelas dan menggantinya dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).
Hingga 16 Maret, setidaknya 17 universitas di seluruh Indonesia mengonfirmasi bahwa kuliah tatap muka konvensional akan dibatalkan dan akan digantikan oleh kelas daring. Wisuda dan pertemuan dibatalkan, sementara mahasiswa dan dosen yang telah bepergian ke luar negeri dari negara-negara dengan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan alasan apa pun harus mengisolasi diri di rumah. Per 14 Maret, banyak universitas telah menutup kelas mereka, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM),[137] Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gunadarma, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Politeknik Keuangan Negara STAN, Kalbis Institute, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Atma Jaya, STIKOM The London School of Public Relations (LSPR), Universitas YARSI, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Telkom, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Tarumanegara (Untar), Insitut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

Sektor privat

Beberapa perusahaan memberlakukan mekanisme bekerja di rumah. Perusahaan Grab Indonesia terhitung sejak 12 hingga 17 Maret 2020 menutup kantor pusatnya untuk dibersihan dan meminta karyawannya bekerja di rumah.[138] Unilever Indonesia mengumumkan kebijakan kerja-dari-rumah untuk 1.200 karyawan kantor pusat. Kebijakan ini akan dimulai pada 16 Maret hingga pemberitahuan lebih lanjut.[139]
Pada 16 Maret 2020, satu karyawan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang bekerja di Gedung Griya Niaga 1, Bintaro, positif terkena koronavirus.[140]
Pada 17 Maret 2020, manajemen BNI menyatakan ada salah satu karyawannya yang bekerja di back office dan tidak bersinggungan langsung dengan nasabah, positif Covid-19. Atas kondisi ini, manajemen mengambil kebijakan penyesuaian tiga sistem kerja, yakni pemisahan operasi, kerja bergilir, dan kerja-dari-rumah. Pemisahan dan pergiliran diberlakukan untuk fungsi terkait dengan operasional utama dan layanan perbankan, sedangkan divisi lainnya menetapkan kerja di rumah, terhitung mulai 17 Maret dan berlaku untuk daerah yang berisiko tinggi.[141] Pada hari yang sama, seorang karyawan Bank Mandiri cabang Kyai Tapa Jakarta juga positif Covid-19. Kantor cabang tersebut kemudian ditutup dan dialihkan ke cabang Bank Mandiri S. Parman.[142]
Pada 20 Maret 2020, manajemen PT Bank Permata Tbk. mengumumkan penutupan kantor pusatnya yang berlokasi di Gedung World Trade Center II, Sudirman, Jakarta, dan telah menyemprot disinfektan di seluruh ruangan, setelah ada satu karyawannya yang bekerja di back office, positif terkena Covid-19.[143]
Kalangan perbankan mengimbau nasabah menggunakan aplikasi perbankan daring yang sudah ada di setiap bank untuk bertransaksi, pembukaan rekening tabungan secara online melalui panggilan video, dan menggunakan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).[142]
Pada 23 Maret 2020, salah seorang karyawan PT Bank Central Asia Tbk yang bekerja di kantor pusat Menara BCA, Grand Indonesia, dinyatakan positif terkena koronavirus. Atas kejadian ini, manajemen BCA telah melakukan disinfektan di seluruh lantai dan lift, sedangkan bagi para karyawan yang bekerja di lantai sama diberlakukan kerja di rumah dan dipantau perkembangannya secara intens.[144] Sementara itu, dua karyawan PT Indosat Ooredoo yang bekerja di kantor pusat Jakarta, Jl Medan Merdeka Barat, diumumkan positif terkena koronavirus.[145]

Kritik

Ketidakmampuan mendeteksi virus

Para ahli kesehatan khawatir bahwa Indonesia gagal mengidentifikasi penularan virus.[146] Marc Lipsitch, profesor epidemiologi di Universitas Harvard menganalisis lalu lintas pesawat udara dari Tiongkok dan menyimpulkan bahwa Indonesia mungkin telah memiliki kasus yang terlewatkan.[147][148][149] Negara-negara barat[150][151][152] serta media massa lokal[146][153] dan internasional[148][149][154] menyimpulkan bahwa ketiadaan kasus di Indonesia diakibatkan oleh pengujian yang tidak memadai dan kurangnya pelaporan, dan bukannya keberuntungan belaka dan intervensi ilahi.[155]

Anggaran untuk aktivis media sosial

Pemerintah menghadapi reaksi keras setelah berjanji untuk menganggarkan Rp 72 miliar untuk membayar aktivis media sosial untuk menarik wisatawan ke Indonesia.[156]

Kurangnya transparansi

Presiden Indonesia Joko Widodo juga dikritik oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia,[157] Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,[158] dan juga oleh partai politik seperti Golkar[159] dan Partai Keadilan Sejahtera[160] karena kurangnya transparansi mengenai informasi COVID-19. Jokowi bersikeras untuk tidak membagikan rincian riwayat perjalanan pasien dengan hasil uji koronavirus positif untuk mengurangi kepanikan dan kegelisahan masyarakat umum.[161]. Meski begitu, kerahasiaan informasi ini tetap dianggap melanggar undang-undang.[162]

Dampak

Sosioekonomi

Harga masker medis di Indonesia melonjak lebih dari enam kali lipat, dengan harga eceran yang awalnya sekitar Rp30.000 menjadi Rp185.000 (beberapa sumber menyatakan lebih dari Rp800.000) per kotak di beberapa toko setelah dua warga yang dinyatakan positif mengidap koronavirus.[163] Pembelian panik juga dilaporkan sejak pertengahan Februari sebelum kasus pertama dikonfirmasi.[164] Masker dan pembersih tangan sulit didapatkan masyarakat dalam beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan adanya kasus COVID-19 di Indonesia.[165][166] Presiden Indonesia Joko Widodo pun memperingatkan orang-orang agar tidak menimbun masker dan pembersih tangan.[167] Kepolisian Republik Indonesia telah menindak para tersangka penimbun.[168]

Ekonomi

Menyusul tren penurunan harga saham di seluruh dunia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan sebelum konfirmasi COVID-19 pertama di Indonesia.[169] Menanggapi ekspektasi perlambatan ekonomi di Indonesia akibat menurunnya kegiatan ekonomi Tiongkok, Bank Indonesia memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% pada 20 Februari.[169]
Pada 12 Maret, saat WHO mengumumkan pandemi, IHSG jatuh 4,2 persen menjadi 4.937 ketika sesi Kamis dibuka, yang merupakan level yang tidak pernah terjadi selama hampir empat tahun terakhir.[170] Pada 13 Maret, perdagangan saham dihentikan untuk pertama kalinya sejak 2008 karena pandemi.[171]
Sementara itu, perdagangan Bursa Efek Indonesia telah mengalami penghentian perdagangan (trading halt) sebanyak lima kali sejak diberlakukan terhitung 11 Maret 2020. Penghentian transaksi perdagangan terjadi masing-masing pada 12 Maret 2020 pada pukul 15:33 WIB, 13 Maret 2020 pukul 09:15:33 waktu JATS, kemudian 17 Maret 2020 pukul 15:02 waktu JATS, dan 19 Maret 2020 pukul 09:37 JATS. Transaksi perdagangan kelima yang dihentikan terjadi pada 23 Maret 2020, pukul 14:52:09 waktu JATS.[172]

Pariwisata Indonesia juga terdampak, dengan Bali mengalami penurunan kedatangan wisatawan sebesar 33% bila dibandingkan dengan Januari, dan penurunan tajam 96% wisatawan Tiongkok. Hotel mengalami tingkat hunian yang sangat rendah, dengan beberapa hotel mencatat tingkat hunian 5% dan bahkan 0% karena terlalu mengkhususkan diri pada pengunjung Tiongkok, adanya pembatasan perjalanan dari negara terinfeksi, dan ketakutan secara umum terhadap virus.[173] Namun, ada peningkatan minat wisatawan domestik,[174] dan wisatawan Tiongkok yang sudah berada di pulau itu umumnya memilih untuk memperpanjang masa tinggal mereka.[175]
Perlombaan ePrix Jakarta pada Formula E musim 2019–2020 juga akan ditunda akibat koronavirus.[176] Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta mengumumkan rencananya untuk menunda acara publik dengan pertemuan massal dari Maret hingga April setelah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 menjadi 27 orang.[177]

Kebijakan stimulus

Tahap I

Guna memperkecil dampak merebaknya koronavirus terhadap perekonomian nasional, Pemerintah Indonesia pada 25 Februari 2020 mengeluarkan kebijakan stimulus sebesar Rp10,3 triliun kepada sektor pariwisata, yang berupa diskon harga tiket dan pengurangan pajak restoran. Dana sebesar itu diberikan untuk memberikan potongan harga tiket untuk 10 tujuan destinasi wisata, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Danau Toba (Bandara Silangit), Tanjung Pandan, dan Tanjungpinang, yang berlaku mulai Maret hingga Mei 2020. Harga tiket untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah didiskon sebesar 50%, pelayanan menengah sebesar 48%, dan pelayanan penuh sebesar 45%.[178] Khusus diskon harga tiket ini, dana stimulus berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp443,39 miliar untuk nilai diskons sebesar 30% dan 25% dari penumpang per pesawat.[179] Selain itu, ada tambahan diskons tiket yang ditanggung oleh Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II sebesar Rp100 miliar dan PT Pertamina (persero) sebesar Rp260 miliar melalui diskon harga avtur, sehingga total stimulus harga tiket sebesar Rp960 miliar agar harga tiket dapat terdiskon sebesar 50%.[180]
Stimulus berupa pajak restoran yang ditanggung pemerintah pusat juga diberikan dengan nilai sebesar Rp3,3 triliun. Dengan demikian, tidak ada pajak restoran di 10 destinasi wisata di atas, tetapi pemerintah daerah akan mendapat hibah dari pemerintah pusat sebagai kompensasinya.[179]

Tahap II

Pada 14 Maret 2020, Pemerintah kembali menggelontorkan stimulus fiskal sebesar Rp22,9 triliun. Dalam stimulus tahap II ini, pemerintah menanggung pajak penghasilan (PPh) pasal 21 sebesar 100% untuk pekerja sektor manufaktur dengan besaran gaji hingga Rp200 juta/tahun. Selain itu, pemerintah memberikan pembebasan PPh impor pasal 22 kepada 19 sektor, wajib pajak KITE, dan wajib pajak KITE industri kecil menengah. PPh 21 dan PPh impor ini akan ditanggung pemerintah selama enam bulan, dari April hingga September 2020, sehingga pemerintah menghabiskan biaya APBN sebesar Rp8,6 triliun dan Rp8,15 triliun.[181]
Berikutnya stimulus sebesar Rp4,2 triliun berupa diskon PPh pasal 25 sebesar 30% untuk 19 sektor tertentu, wajib pajak KITE dan wajib pajak KITE-IKM, mulai April hingga September 2020 dan relaksasi restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp1,97 triliun, sehingga wajib pajak di 19 sektor tertentu, wajib pajak KITE dan wajib pajak KITE IKM dapat mengajukan restitusi PPN yang dipercepat. Restitusi PPN tidak ada batasan nilai bagi para eksportir, sedangkan untuk non-eksportir dibatasi maksimal Rp 5 miliar.[181]
Selain stimulus fiskal, pemerintah juga memberikan stimulus non-fiskal berupa penyederhanaan dokumen Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) dan V-legal, pengurangan jumlah larangan dan pembatasan (lartas) ekspor sebanyak 749 kode HS (443 kode HS komoditas ikan dan 306 kode HS produk industri kehutanan). Penyederhanaan dan pengurangan jumlah lartas impor bahan baku juga diberikan khususnya kepada produsen besi baja, baja paduan dan turunannya, garam industri, gula tepung. Khusus bagi eksportir dan importir reputable utama sebanyak 735 perusahaan diberikan percepatan proses ekspor dan impor dengan menerapkan respons dan persetujuan otomatis dan penghapusan laporan surveyor. Terakhir adalah peningkatan dan percepatan layanan proses ekspor impor dan pengawasan melalui Ekosistem Logistik Nasional.[181]

Tahap III

Pada 20 Maret 2020, pemerintah secara efektif telah bisa menggunakan dana realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp 118,3 triliun hingga Rp 121,3 triliun, untuk mengatasi pandemi Virus Corona. Dana tersebut merupakan hasil dari realokasi belanja kementerian/lembaga dari pos perjalanan dinas, belanja non-operasional, dan honor, sebesar Rp 62,3 triliun dan transfer daerah serta dana desa sebesar Rp 56-59 triliun.[182]
Dana hasil realokasi ini akan digunakan untuk pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan, sebesar Rp 38 triliun. Asuransi bagi tenaga medis sebesar Rp 6,1 triliun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mendapat tambahan dana sebesar Rp 3,3 triliun untuk mengatasi pandemi Virus Corona. Sebagian alokasi dana desa, yakni sebesar Rp 72 triliun, juga dialokasikan khusus untuk penanganan pandemi Virus Corona khususnya untuk desa terdampak wabah.[183]

Insentif alat kesehatan

Pada 20 Maret 2020, Ditjen Bea dan Cukai memusatkan izin impor alat kesehatan untuk keperluan penanganan koronavirus ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bagi kementerian/lembaga, yayasan non-profit, dan perseorangan/swasta non-komersial bisa mendapatkan keringanan pajak impor alkes sepanjang mendapat rekomendasi dari BNPB. Namun, insentif keringanan pajak ini tidak berlaku bagi perseorangan/swasta komersial dan tetap harus mendapatkan izin rekomendasi impor dari BNPB.[184]
Insentif fiskal bagi impor alat kesehatan berupa pembebasan bea masuk dan cukai, tidak adanya pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) maupun pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), PPh impor pasal 21, dan pengecualian terhadap tata niaga impor yang harus melalui Kementerian Perdagangan, BPOM, dan Kementerian Kesehatan. Alat kesehatan yang dibebaskan dari pajak dan tata niaga ini mencakup obat-obatan, alat pelindung diri, masker, dan alat uji cepat.[185]

Korban tenaga medis

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengumumkan terdapat lima orang dokter yang meninggal dunia (tertanggal 23 Maret 2020) diduga tertular koronavirus ketika merawat pasien. Mereka adalah dokter Hadio Ali Sp.S, dokter Djoko Judodjoko SpB, dokter Laurentius P SpKj, dokter Adi Mirsa Putra Sp THT, dan dokter Ucok Martin SpP. Sementara itu, dokter Toni D Silitonga meninggal akibat kelelahan dan terkena serangan jantung.[186]

 https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_koronavirus_di_Indonesia

Pandemi koronavirus di Indonesia

Pandemi koronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020.[1][2] Sampai tanggal 23 Maret 2020, telah terkonfirmasi 579 kasus positif COVID-19. Kasus dinyatakan tersebar di 22 provinsi: Sumatra Utara, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Kasus

Definisi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagi orang-orang terduga COVID-19 ke dalam beberapa tingkatan status.[3]
  • Orang dalam pemantauan (ODP) adalah semua orang yang masuk ke Indonesia–baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA)–yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antarmanusia.
  • Pasien dalam pengawasan (PDP) adalah ODP yang sakit dengan gejala terjangkit COVID-19, seperti demam, batuk, dan mengalami gangguan pernapasan.
  • Suspek adalah PDP yang diduga kuat telah melakukan kontak dengan penderita COVID-19.
Seseorang dikategorikan menderita COVID-19 apabila menunjukkan hasil positif berdasarkan pengujian laboratorium. Uji yang dilakukan yaitu reaksi berantai polimerase (PCR) dan pengurutan gen.[3] Selain untuk suspek, pengujian laboratorium juga dapat dilakukan pada orang berstatus PDP untuk menemukan penyakit dengan cepat.[3]
Di sisi lain, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mendefinisikan ODP dan PDP sebagai berikut.[4]
  • ODP adalah orang dengan gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
  • PDP adalah orang yang mengalami gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau riwayat demam, ISPA, dan pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.
  •  

    Garis waktu

     

    Kasus positif yang pertama kali dikonfirmasi pada bulan Maret bukanlah orang Indonesia pertama yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Pada bulan Januari, seorang pembantu rumah tangga Indonesia di Singapura tertular virus dari majikannya.[43]
    Kematian pertama akibat COVID-19 di Indonesia terjadi pada 11 Maret 2020.[44] Walaupun demikian, seorang karyawan Telkom meninggal dunia pada 3 Maret dan baru dinyatakan positif COVID-19 pada 15 Maret, sekaligus menulari istri dan anaknya.[45][46]

    Februari

  • 2 Februari: Pemerintah Indonesia mengevakuasi 243 warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok. Mereka kemudian ditempatkan di Kepulauan Natuna untuk dikarantina. Semua warga negara Indonesia tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus.[47]
  • 24 Februari: Sembilan orang Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess dinyatakan positif terkena virus dan dipindahkan ke fasilitas perawatan di Jepang. Pemerintah Indonesia memulangkan dan kemudian mengarantina 68 awak yang tersisa, ditambah 188 orang dari kapal World Dream, ke Pulau Sebaru Kecil yang tidak berpenghuni di Kepulauan Seribu di lepas pantai Jakarta.[48]

Maret

  • 2 Maret: Presiden Joko Widodo membenarkan dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, para pasien tertular virus dari warga negara Jepang yang kemudian dinyatakan positif di Malaysia. Kedua pasien yang tinggal di Depok kemudian dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.[49]
  • 6 Maret: Pemerintah mengumumkan tambahan dua kasus positif, sehingga totalnya adalah empat kasus.[11]
  • 7 Maret: Salah satu kru yang dievakuasi dari kapal Diamond Princess dan ditempatkan di Pulau Sebaru diduga terjangkit koronavirus. Ia kemudian dipindahkan ke unit isolasi di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.[50]
  • 8 Maret:
    • Seorang wanita berusia 50 tahun dari Jakarta dites positif COVID-19 di Melbourne, Australia. Ia terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari dan mulai menunjukkan gejala dua hari setelahnya. Pada 4 Maret, ia berkonsultasi kepada dokter umum di Melbourne pada 2 Maret.[51] Wanita ini diduga tertular di Indonesia.
    • Pemerintah mengumumkan dua kasus yang dikonfirmasi sehingga totalnya adalah enam kasus. Satu pasien terinfeksi dari kontak erat dengan kasus 1, pasien lainnya adalah anggota kru Diamond Princess.[13]
  • 9 Maret: Pemerintah mengonfirmasi 13 kasus baru sehingga keseluruhan kasus berjumlah 19. Dua orang di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengungkapkan lokasi deteksi pasien dan rumah sakit tempat mereka dirawat.[52]
  • 10 Maret:
    • Dua pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif (kasus 6 dan kasus 14) telah dinyatakan negatif terhadap virus. Keduanya akan keluar dari rumah sakit jika pengujian selanjutnya masih menunjukkan bahwa mereka negatif terhadap virus.[53]
    • Pemerintah mengonfirmasi delapan kasus baru infeksi COVID-19, dua di antaranya adalah WNA. Total kasus yaitu 27.[54]
  • 11 Maret:
    • Pemerintah mengonfirmasi tujuh kasus baru infeksi COVID-19, semuanya merupakan kasus impor. Total kasus yaitu 34.[55]
    • Kasus 25 meninggal karena komplikasi. Korban adalah warga negara Britania Raya dan meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar.[17][18]
    • Seorang suspek COVID-19 meninggal di RSUD Moewardi, Surakarta. Uji laboratorium menunjukkan hasil positif pada 13 Maret, ia pun dinyatakan sebagai kasus 50.[28]
    • Empat pasien dinyatakan negatif COVID-19: Dua pasien (kasus 6 dan kasus 14) yang dirawat di RSUP Persahabatan, serta dua pasien (kasus 3 dan kasus 10) yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.[10][14]
  • 12 Maret: Kasus 36 meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso.[22][24]
  • 13 Maret:
    • Pemerintah mengonfirmasi 35 kasus baru infeksi COVID-19, belum ada rincian dari kasus terbaru tersebut. Total kasus yaitu 69.[25]
    • Kasus pertama dinyatakan negatif COVID-19.[6]
    • Kasus 35 yang berasal dari Banten meninggal dunia. Total korban meninggal yaitu empat orang.[56]
    • Untuk pertama kalinya, seorang tenaga medis meninggal dunia akibat COVID-19. Nomor kasus pasien tersebut tidak diungkapkan[57]
  • 14 Maret:
  • 15 Maret: Pemerintah Indonesia mengumumkan tambahan 21 kasus COVID-19, sehingga total kasusnya adalah 117; sebanyak 19 kasus berada di Jakarta dan 2 orang di Jawa Tengah.[30]
  • 16 Maret: Indonesia mengonfirmasi 17 kasus baru sehingga total kasusnya adalah 134; sebanyak 14 kasus berada di Jakarta dan tiga kasus lainnya masing-masing di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.[31]
  • 17 Maret:
    • Pemerintah mengumumkan tambahan 38 kasus positif, sehingga totalnya adalah 172.[32] Sebanyak 12 kasus dikonfirmasi pada tanggal 15 Maret; Badan Litbang Kesehatan kemudian mengonfirmasi 20 kasus dan Universitas Airlangga sebanyak 6 kasus, sehingga total 38 kasus tambahan diumumkan secara resmi pada 17 Maret.[32]
    • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan perpanjangan status darurat bencana COVID-19 selama 91 hari hingga 29 Mei 2020.[64]
  • 18 Maret: Pemerintah mengumumkan 55 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 227 kasus. Sebanyak 19 pasien meninggal dan 11 pasien dinyatakan sembuh.[35]
  • 19 Maret:
    • Pemerintah mengumumkan 82 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 309 kasus. Sebanyak 25 pasien meninggal dan 15 pasien dinyatakan sembuh.[36]
    • Pertemuan Itjima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang dihadiri peserta dari berbagai negara resmi dibubarkan. Kepolisian tidak memberikan izin acara ini terkait merebaknya Virus COVID-19. Acara serupa di Malaysia sebelumnya telah mengabakibatkan ratusan orang positif koronavirus.
  • 20 Maret:
    • Walikota Bogor, Bima Arya positif terpapar COVID-19 setelah perjalanan dinas ke negara Azerbaijan dan Turki selama 8 hari. Pernyataan tersebut dikemukakan setelah menerima hasil positif COVID-19 dari serangkaian tes di Rumah Sakit Senior Bogor. Wakil wali kota Bogor, Dedie A. Rachim ditunjuk untuk menggantikan posisinya dalam pemerintahan daerah Kota Bogor.[65]
    • Pemerintah mengumumkan 60 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 369 kasus. Sebanyak 32 pasien meninggal dan 17 pasien dinyatakan sembuh.
    • Presiden Jokowi mengumumkan telah memesan 2 juta obat avigan dan 3 juta klorokuin yang akan diresepkan oleh dokter pada pasien positif COVID-19. Meski Presiden Jokowi mengakui belum ada antivirus yang bisa menyembuhkan COVID-19, obat ini diklaim sudah berhasil menyembuhkan pasien positif koronavirus di sejumlah negara.[66]
  • 21 Maret:
    • Pemerintah mengumumkan akan menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat COVID-19.
  • 22 Maret
    • Pemerintah mengumumkan pasien positif COVID-19 bertambah 64 sehingga menjadi 514 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 9 menjadi 29 orang sedangkan total pasien meninggal bertambah 10 orang. Total pasien meninggal menjadi 48 orang.
  • 23 Maret
    • Presiden Jokowi mengumumkan akan memberi insentif bulanan kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Adapun besarannya adalah Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dan dokter gigi, Rp7,5 juta untuk bidan dan perawat, serta Rp5 juta untuk tenaga medis lainnya.[67]
    • Pesawat Hercules yang mengangkut bantuan obat dan peralatan medis dari China tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.[68]
    • Jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 579 orang, sementara pasien sembuh 30 orang dan meninggal sebanyak 49 orang.
  • 24 Maret
    • Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M. Med. Sc., Ph. D., meninggal dunia pada pukul 00.04 WIB karena positif menderita Covid-19 sebagai pasien Kasus 2 DIY dalam usia 58 tahun.[69]

      Kasus yang diduga

      Beberapa wisatawan yang pernah mengunjungi atau transit di Bali kemudian dinyatakan positif mengidap SARS-CoV-2 tak lama setelah mereka kembali ke Tiongkok,[70] Jepang,[71] Selandia Baru,[72] dan Singapura.[73]
      Sebanyak 50-70 orang ditempatkan di bawah pengawasan setelah melakukan kontak dengan dua pasien COVID-19 pertama yang dikonfirmasi. Jumlah ini termasuk mereka yang pernah mengunjungi Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, rumah sakit yang sebelumnya merawat dua pasien sebelum dipindahkan ke Jakarta Utara.[74]  
      Seorang lelaki berusia 37 tahun yang meninggal di sebuah rumah sakit di Semarang yang dicurigai menderita COVID-19 dilaporkan negatif, dan sebaliknya menderita flu babi, yang mungkin didapatnya dari perjalanan ke Spanyol baru-baru ini.[75]
      Pada 13 Maret, seorang wanita dirawat sebagai suspek COVID-19 meninggal di rumah sakit Padang.[76] Ia diduga menderita COVID-19 setelah kembali dari umrah.

      Respons

      Internasional

      Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pada 10 Maret 2020, meminta agar negara-negara berpopulasi besar, seperti Indonesia, lebih fokus meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendeteksi kasus koronavirus. Deteksi dini menjadi faktor penting dalam mengatasi penyebaran koronavirus sehingga otoritas dapat mengidentifikasi kluster-kluster secara lebih cepat. Beberapa saran disampaikan kepada WHO, yakni meningkatkan mekanisme respons darurat, termasuk meminta Indonesia segera mendeklarasikan situasi darurat nasional, mendidik masyarakat dan berkomunikasi secara aktif dengan menerapkan komunikasi risiko yang tepat, serta lebih meningkatkan komunitas, lebih intensif melakukan pelacakan terhadap kasus-kasus positif COVID-19, melakukan desentralisasi laboratorium agar tim tanggap penanggulangan bisa dipetakan klaster dan penyebaran, serta dapat membagi data detail tentang pendekatan yang dilakukan Indonesia dan langkah pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan, termasuk data identifikasi kontak para pasien dan rangkuman data penelusuran kontak pasien COVID-19.[77]

      Bank Pembangunan Asia

      Pada 21 Maret 2020, Bank Pembangunan Asia melalui Asia-Pacific Disaster Response Fund, memberikan hibah sebesar US$ 3 juta kepada pemerintah Indonesia untuk membasmi koronavirus, yang bisa digunakan segera mungkin dananya untuk pembelian peralatan medis, seperti ventilator dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis seperti sarung tangan, apron, dan masker. Dana hibah tersebut merupakan bagian dari paket awal yang disiapkan Bank Pembangunan Asia senilai US$ 6,5 miliar pada 18 Maret 2020, untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pandemi koronavirus.[78]

      Pemerintah pusat

      Indonesia melarang semua penerbangan dari dan ke Daratan Tiongkok sejak 5 Februari. Pemerintah juga berhenti memberikan visa dan visa kedatangan bagi warga negara Tiongkok. Orang-orang yang tinggal atau telah tinggal di Daratan Tiongkok selama 14 hari terakhir dilarang memasuki atau transit di Indonesia. Penduduk Indonesia tidak dianjurkan bepergian ke Tiongkok.[79]
      Pada 6 Maret, pemerintah menerbitkan lima protokol utama yang berkaitan dengan COVID-19, yaitu protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area institusi pendidikan, serta protokol area publik dan transportasi.[80]
      Mulai 8 Maret, pembatasan perjalanan diperluas hingga Korea Selatan, Italia, dan Iran; pendatang dari ketiga negara tersebut harus memiliki sertifikat kesehatan yang valid. Meskipun wisatawan dari Korea Selatan dibatasi, Indonesia masih mengizinkan penerbangan dari negara tersebut.[81] Alat pemindai suhu tubuh disiapkan di setidaknya 135 gerbang di bandara dan pelabuhan,[82][83] serta lebih dari 100 rumah sakit disiapkan dengan ruang isolasi.[84] Mulai tanggal 4 Maret, MRT Jakarta juga memindai suhu penumpang yang memasuki stasiun dan tidak memberikan akses pada orang-orang yang memiliki demam tinggi.[85] Setelah korban pertama meninggal, pemerintah Indonesia mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mendeteksi kasus impor di bandara, melakukan penelusuran kontak, dan juga riwayat lokasi untuk setiap kasus.[86]Pemerintah Indonesia berencana untuk mengubah situs di Pulau Galang, yang sebelumnya digunakan sebagai kamp pengungsi bagi para pencari suaka Vietnam menjadi fasilitas medis dengan 1.000 tempat tidur yang dikhususkan untuk menangani wabah koronavirus dan penyakit menular lainnya.[87]

      Pada 13 Maret, Pemerintah Indonesia menunjuk 132 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.[89] Pada hari yang sama, Presiden Jokowi menetapkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua gugus tersebut.[90]
      Pada 14 Maret, Pemerintah Indonesia menyatakan wabah koronavirus sebagai bencana nasional.[91]
      Pada 15 Maret, Joko Widodo meminta semua orang Indonesia untuk mempraktikkan menjaga jarak sosial demi memperlambat penyebaran COVID-19 di Indonesia.[92] Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia juga menginstruksikan pegawainya yang berusia 50 tahun ke atas untuk bekerja di rumah.[93]
      Pada 16 Maret, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo memperbolehkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah sesuai dengan kebutuhan.[94]
      Dalam sidang kabinet terbatas pada 19 Maret 2020, Presiden Joko Widodo memutuskan pemerintah akan mengimpor alat uji cepat koronavirus.[95] Dari satu juta kebutuhan,[96] sebanyak 500 ribu alat uji cepat melalui darah telah diimpor oleh BUMN PT RNI dari Tiongkok dan telah masuk di Indonesia secara bertahap sejak Kamis, 20 Maret.[97] Alat uji cepat melalui spesimen lendir juga dipesan pemerintah dari Swiss yang akan tiba pada akhir Maret 2020.[98]
      Pada 20 Maret 2020, pemerintah memesan 2 juta obat Avigan, setelah sebelumnya sebanyak 5 ribu sudah telah dipesan terlebih dahulu. Selain Avigan, pemerintah juga memesan Klorokuin sebanyak 3 juta.[99]
      BUMN farmasi, yakni PT RNI, bakal memproduksi 4,7 juta masker yang bakal tersedia akhir Maret 2020.[100] Sementara itu, fasilitas rumah sakit bersifat sementara (temporary hospital) juga dipersiapkan. Hotel Patra Comfort berkapasitas 52 tempat tidur juga telah diubah menjadi rumah sakit,[101] Rumah Sakit Pertamina Jaya mempersiapkan bangunan lama sebagai tempat perawatan pasien berkapasitas 65 tempat tidur, dan Wisma Atlet pada 23 Maret 2020 sudah harus siap dipergunakan sebagai rumah sakit dengan kapasitas 1.000-2.000 pasien.[102]

      Pada 13 Maret, Pemerintah Indonesia menunjuk 132 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.[89] Pada hari yang sama, Presiden Jokowi menetapkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua gugus tersebut.[90]
      Pada 14 Maret, Pemerintah Indonesia menyatakan wabah koronavirus sebagai bencana nasional.[91]
      Pada 15 Maret, Joko Widodo meminta semua orang Indonesia untuk mempraktikkan menjaga jarak sosial demi memperlambat penyebaran COVID-19 di Indonesia.[92] Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia juga menginstruksikan pegawainya yang berusia 50 tahun ke atas untuk bekerja di rumah.[93]
      Pada 16 Maret, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo memperbolehkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah sesuai dengan kebutuhan.[94]
      Dalam sidang kabinet terbatas pada 19 Maret 2020, Presiden Joko Widodo memutuskan pemerintah akan mengimpor alat uji cepat koronavirus.[95] Dari satu juta kebutuhan,[96] sebanyak 500 ribu alat uji cepat melalui darah telah diimpor oleh BUMN PT RNI dari Tiongkok dan telah masuk di Indonesia secara bertahap sejak Kamis, 20 Maret.[97] Alat uji cepat melalui spesimen lendir juga dipesan pemerintah dari Swiss yang akan tiba pada akhir Maret 2020.[98]
      Pada 20 Maret 2020, pemerintah memesan 2 juta obat Avigan, setelah sebelumnya sebanyak 5 ribu sudah telah dipesan terlebih dahulu. Selain Avigan, pemerintah juga memesan Klorokuin sebanyak 3 juta.[99]
      BUMN farmasi, yakni PT RNI, bakal memproduksi 4,7 juta masker yang bakal tersedia akhir Maret 2020.[100] Sementara itu, fasilitas rumah sakit bersifat sementara (temporary hospital) juga dipersiapkan. Hotel Patra Comfort berkapasitas 52 tempat tidur juga telah diubah menjadi rumah sakit,[101] Rumah Sakit Pertamina Jaya mempersiapkan bangunan lama sebagai tempat perawatan pasien berkapasitas 65 tempat tidur, dan Wisma Atlet pada 23 Maret 2020 sudah harus siap dipergunakan sebagai rumah sakit dengan kapasitas 1.000-2.000 pasien.[102]

       https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_koronavirus_di_Indonesia

Selasa, 17 Maret 2020

Dampak - 2 Global, Virus Corona (COVID-19)

Dampak sosial ekonomi

Wabah coronavirus telah dikaitkan dengan beberapa contoh kekurangan pasokan, yang berasal dari: peningkatan penggunaan peralatan secara global untuk melawan wabah, pembelian panik dan gangguan pada pabrik dan operasi logistik. FDA telah mengeluarkan peringatan tentang kekurangan obat-obatan dan peralatan medis karena meningkatnya permintaan konsumen dan gangguan pemasok. [584] Beberapa daerah, seperti Amerika Serikat, [585] Italia [586] dan Hong Kong, [587] juga menyaksikan pembelian panik yang menyebabkan rak-rak dibersihkan dari kebutuhan pokok bahan makanan seperti makanan, kertas toilet dan air botolan, menyebabkan kekurangan pasokan. [588] Industri teknologi khususnya telah memperingatkan tentang keterlambatan pengiriman barang elektronik. [589] Menurut direktur jenderal WHO Tedros Adhanom, permintaan untuk peralatan perlindungan pribadi telah meningkat 100 kali lipat dan permintaan ini telah menyebabkan kenaikan harga hingga dua puluh kali lipat dari harga normal dan juga mendorong keterlambatan pasokan barang-barang medis untuk empat orang. hingga enam bulan. [590] [591] Ini juga menyebabkan kekurangan peralatan perlindungan pribadi di seluruh dunia, dengan WHO memperingatkan bahwa ini akan membahayakan petugas kesehatan. [592]

Karena daratan Cina adalah ekonomi utama dan pusat manufaktur, wabah virus telah dipandang sebagai ancaman utama destabilisasi terhadap ekonomi global. Agathe Demarais dari Economist Intelligence Unit memperkirakan bahwa pasar akan tetap bergejolak sampai gambar yang lebih jelas muncul pada hasil potensial. Beberapa analis memperkirakan bahwa kejatuhan ekonomi dari epidemi pada pertumbuhan global dapat melampaui wabah SARS. [593] Satu perkiraan memberikan dampak $ 300 + miliar pada rantai pasokan dunia yang bisa bertahan hingga dua tahun. [594] Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dilaporkan "berjuang" setelah penurunan tajam dalam harga minyak karena permintaan yang lebih rendah dari Tiongkok. [595] Pasar saham global turun pada 24 Februari karena kenaikan signifikan dalam jumlah kasus COVID-19 di luar China daratan. [596] [597] Pada 27 Februari, karena meningkatnya kekhawatiran tentang wabah koronavirus, berbagai indeks saham AS termasuk NASDAQ-100, Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average, mencatat penurunan tertajam sejak 2008, dengan Dow jatuh 1,191 poin, terbesar penurunan satu hari sejak krisis keuangan 2007–08. [598] Ketiga indeks berakhir minggu ini turun lebih dari 10 persen. [599] Pada tanggal 28 Februari, Scope Ratings GmbH menegaskan peringkat kredit pemerintah China, tetapi mempertahankan Outlook Negatif. [600] Saham jatuh lagi berdasarkan ketakutan coronavirus, penurunan terbesar terjadi pada 16 Maret 2020. [601] Banyak yang menganggap resesi ekonomi kemungkinan terjadi. [602] [603] [604]

Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling parah terkena dampak larangan perjalanan, penutupan tempat-tempat umum termasuk tempat wisata, dan memberi saran kepada pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan ke seluruh dunia. Akibatnya, banyak maskapai membatalkan penerbangan karena permintaan lebih rendah, termasuk British Airways, China Eastern, dan Qantas, sementara maskapai regional Inggris Flybe runtuh. [605] Beberapa stasiun kereta api dan pelabuhan feri juga telah ditutup. [606] Epidemi bertepatan dengan Chunyun, musim perjalanan utama yang terkait dengan liburan Tahun Baru Cina. Sejumlah acara yang melibatkan banyak orang dibatalkan oleh pemerintah pusat dan daerah, termasuk festival tahunan Tahun Baru, dengan perusahaan swasta juga secara mandiri menutup toko dan tempat wisata mereka seperti Hong Kong Disneyland dan Shanghai Disneyland. [607] [608] Banyak acara Tahun Baru Imlek dan tempat-tempat wisata telah ditutup untuk mencegah pertemuan massal, termasuk Kota Terlarang di Beijing dan pameran kuil tradisional. [609] Di 24 dari 31 provinsi, kotamadya dan wilayah China, pihak berwenang memperpanjang liburan Tahun Baru hingga 10 Februari, memerintahkan sebagian besar tempat kerja untuk tidak membuka kembali sampai tanggal tersebut. [610] [611] Wilayah-wilayah ini mewakili 80% dari PDB negara itu dan 90% dari ekspor. [611] Hong Kong menaikkan level respon penyakit menularnya ke level tertinggi dan mengumumkan keadaan darurat, menutup sekolah hingga Maret dan membatalkan perayaan Tahun Baru. [612] [613]

Terlepas dari tingginya prevalensi kasus virus korona di Italia Utara dan wilayah Wuhan, dan tingginya permintaan akan produk makanan, kedua wilayah tersebut telah terhindar dari kekurangan makanan akut. Langkah-langkah efektif oleh Cina dan Italia terhadap penimbunan dan perdagangan ilegal produk-produk penting telah dilakukan dengan sukses, menghindari kekurangan makanan akut yang diantisipasi di Eropa maupun di Amerika Utara. Italia Utara dengan produksi pertaniannya yang signifikan belum mengalami penurunan besar, tetapi harga dapat meningkat menurut perwakilan industri. Rak makanan kosong hanya ditemui sementara, bahkan di kota Wuhan, sementara pejabat pemerintah Cina merilis cadangan daging babi untuk memastikan kecukupan gizi populasi. Undang-undang serupa ada di Italia, yang mengharuskan produsen makanan menyimpan cadangan untuk keadaan darurat seperti itu. [614] [615]

Dampak lingkungan

Karena dampak wabah koronavirus pada perjalanan dan industri, banyak daerah mengalami penurunan polusi udara. Antara 1 Januari dan 11 Maret 2020, Badan Antariksa Eropa mengamati penurunan nyata dalam emisi nitro oksida dari mobil, pembangkit listrik dan pabrik di wilayah Po Valley di Italia utara, bertepatan dengan penguncian di wilayah tersebut. [616] Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih melaporkan bahwa metode yang mengandung penyebaran virus corona, seperti karantina dan larangan bepergian, menghasilkan pengurangan 25% emisi karbon di Tiongkok. [617] [618] Pada bulan pertama penguncian, Cina memproduksi sekitar 200 juta lebih sedikit metrik ton karbon dioksida dari periode yang sama pada 2019, karena pengurangan lalu lintas udara, penyulingan minyak, dan konsumsi batubara. [618]

Meskipun penurunan sementara dalam emisi karbon global, Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa kekacauan ekonomi yang disebabkan oleh wabah koronavirus dapat mencegah atau menunda perusahaan dari berinvestasi dalam energi hijau. [619]

Potensi dampak jangka panjang

Dampak politik, budaya, dan sosial-ekonomi dari pandemi ini bersama-sama dapat menyebabkan perubahan besar dalam masyarakat manusia. [620] Mereka termasuk peningkatan pekerjaan jarak jauh, lokalisasi rantai pasokan global, dan peningkatan polarisasi politik. [620]

Pandemi telah diklaim sebagai penyebab "revolusi dalam bekerja dari rumah" karena perusahaan-perusahaan besar telah beralih ke pengaturan telekomunikasi untuk memperlambat penyebaran virus. [621] Efek ini juga telah diamati dalam peningkatan pembelajaran online di pendidikan tinggi. [622] Selain itu, mungkin juga ada pengurangan perjalanan bisnis dan konferensi internasional, dengan pengganti virtual menggantikannya. [623]

Pembalikan globalisasi yang lebih luas juga telah dibahas, terutama dalam hal rantai pasokan. [624] Menteri Ekonomi Jerman telah mendukung lokalisasi rantai pasokan sebagai reaksi terhadap pandemi. [625]

https://en.wikipedia.org/wiki/2019%E2%80%9320_coronavirus_pandemic#covid19-container

Dampak - 1 Global, Virus Corona (COVID-19)

Dampak politik

Sejumlah administrator tingkat provinsi dari Partai Komunis China (CPC) diberhentikan karena menangani upaya karantina di Cina Tengah, sebuah tanda ketidakpuasan dengan tanggapan lembaga politik terhadap wabah di wilayah tersebut. Beberapa ahli percaya ini kemungkinan dalam suatu langkah untuk melindungi sekretaris jenderal Partai Komunis Xi Jinping dari kemarahan orang-orang atas wabah koronavirus. [520] Beberapa komentator telah menyarankan bahwa protes terhadap penyakit ini bisa menjadi protes langka terhadap PKC. [521] Protes di Hong Kong semakin menguat karena kekhawatiran akan imigrasi dari Cina daratan. [522] Taiwan juga telah menyuarakan keprihatinannya untuk dimasukkan dalam larangan perjalanan yang melibatkan Republik Rakyat Tiongkok karena "kebijakan satu-Cina" dan klaim China. [523] Beberapa negara telah menggunakan epidemi untuk membangun jembatan politik dengan Beijing, menimbulkan tuduhan bahwa negara-negara ini, termasuk Kamboja, menempatkan politik di atas kesehatan, berusaha menggunakan wabah untuk menunjukkan penghormatan kepada PKC. [524] Ketegangan yang ada antara AS dan Cina mungkin telah menunda upaya terkoordinasi untuk memerangi wabah di Wuhan. [525]

Pemerintah Republik Islam Iran sangat terpengaruh oleh virus ini. [526] Penyebaran virus telah menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan hidup rezim di masa depan. [527] Presiden Iran Hassan Rouhani menulis surat publik kepada para pemimpin dunia yang meminta bantuan, mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki akses ke pasar internasional karena sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. [528]

Wabah coronavirus di Amerika Serikat dapat berdampak negatif terhadap peluang Donald Trump untuk terpilih kembali pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. [529] Para pemimpin Uni Eropa mengutuk keputusan A.S. untuk membatasi perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat. [530] Wabah ini juga mendorong Amerika Serikat untuk mengadopsi kebijakan sosial yang umum di negara-negara kaya lainnya, termasuk perawatan kesehatan universal, perawatan anak universal, cuti keluarga berbayar, dan tingkat pendanaan yang lebih tinggi untuk kesehatan masyarakat. [531] Beberapa perintah darurat negara telah mengesampingkan undang-undang pertemuan terbuka yang mengharuskan publik memiliki akses fisik ke lokasi pertemuan, yang memungkinkan pertemuan diadakan oleh teleconference publik. [532] [533] Hubungan diplomatik antara Jepang dan Korea Selatan memburuk, karena Korea Selatan mengkritik "upaya karantina pasif dan ambigu Jepang". [534] [535]

Dampak sosial

Dampaknya terhadap pendidikan
Pada 16 Maret, lebih dari 510 juta anak-anak dan remaja tidak bersekolah karena penutupan sekolah sementara atau tidak terbatas yang diamanatkan oleh pemerintah dalam upaya untuk memperlambat penyebaran COVID-19. [25] [536] [537] Tiga belas negara telah menutup sekolah-sekolah di seluruh negeri, memengaruhi siswa yang biasanya menghadiri kelas pra-sekolah menengah ke atas. Sembilan negara lagi termasuk India telah menerapkan penutupan sekolah setempat untuk mencegah atau mengandung COVID-19, yang memengaruhi tambahan 85 juta anak-anak sekolah dan remaja. [538]

Bahkan ketika penutupan sekolah bersifat sementara, itu membawa biaya sosial dan ekonomi yang tinggi. Gangguan yang mereka sebabkan memengaruhi orang-orang di seluruh masyarakat, tetapi dampaknya lebih parah bagi anak-anak yang kurang beruntung dan keluarga mereka termasuk pembelajaran yang terputus, gizi yang terganggu, masalah pengasuhan anak dan akibatnya biaya ekonomi bagi keluarga yang tidak bisa bekerja. [25] [539]

Menanggapi penutupan sekolah yang disebabkan oleh COVID-19, UNESCO merekomendasikan penggunaan program pembelajaran jarak jauh dan membuka aplikasi dan platform pendidikan yang dapat digunakan sekolah dan guru untuk menjangkau peserta didik dari jarak jauh dan membatasi gangguan pendidikan. [538]

Dampak budaya dan agama

Kejatuhan penyakit baru-baru ini dan yang semakin cepat adalah pembatalan layanan keagamaan, acara besar dalam olahraga, industri film, dan acara sosial lainnya, seperti festival musik dan konser, konferensi teknologi, peragaan busana dan olahraga. [27] [540 ]

Vatikan mengumumkan bahwa perayaan Pekan Suci di Roma, yang terjadi selama minggu terakhir musim tobat Kristen masa Prapaskah, telah dibatalkan. [27] Banyak keuskupan merekomendasikan umat Kristen yang lebih tua untuk tinggal di rumah daripada menghadiri Misa pada hari Minggu, yang biasanya diperlukan; beberapa gereja telah menyediakan layanan gereja melalui streaming langsung atau televisi online. [541] [27] Dengan Keuskupan Katolik Roma di Roma menutup gereja-gereja dan kapel-kapelnya, Lapangan Santo Petrus sekarang kosong dari para peziarah Kristen; [27] di sisi lain Keuskupan Agung New York, meskipun membatalkan layanan, telah membuat gereja-gereja terbuka untuk berdoa. [27 ] Demikian juga, Masyarakat Islam Amerika Utara merekomendasikan agar jemaat menunda sholat Jumat dan pertemuan. [27] Rabbinical Council of America mengeluarkan pedoman yang menyatakan bahwa "pertemuan publik di sinagog dan sekolah harus sangat dibatasi" sementara Koalisi Sikh merekomendasikan pembatalan layanan di gurdwaras. [27]

Beberapa acara olahraga utama dibatalkan atau ditunda, termasuk Liga Champions UEFA 2019-20, [542] 2019-20 Liga Premier, [543] 2019-20 musim NBA, [544] dan musim NH9 2019-20. [545] Wabah telah menjadi perhatian untuk Olimpiade Musim Panas 2020 yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo mulai akhir Juli, [546] serta UEFA Euro 2020, yang dimaksudkan sebagai turnamen pan-Eropa dengan banyak negara tuan rumah berjalan dari Juni hingga Juli.

Industri hiburan juga terpengaruh, dengan berbagai grup musik menangguhkan atau membatalkan tur konser. [547] [548] Banyak teater besar seperti yang ada di Broadway juga menghentikan semua pertunjukan. [549] Beberapa seniman telah mengeksplorasi cara untuk terus menghasilkan dan berbagi karya melalui internet sebagai alternatif dari pertunjukan live tradisional, seperti konser live streaming [550] atau membuat "festival" berbasis web bagi para seniman untuk melakukan, mendistribusikan, dan mempublikasikan karya mereka. [551]

Xenophobia dan rasisme

Sejak pecahnya COVID-19, prasangka tinggi, xenofobia dan rasisme telah dicatat terhadap orang-orang keturunan Cina dan Asia Timur lainnya, karena insiden ketakutan, kecurigaan dan permusuhan telah diamati di banyak negara, [553] [554] [555] ] [556] khususnya di Eropa, Amerika Utara dan kawasan Asia-Pasifik. [557] Beberapa negara di Afrika juga mengalami peningkatan sentimen anti-Cina. [558] [559] Ada dukungan untuk orang-orang Cina, baik secara offline maupun offline terhadap orang-orang di daerah yang dilanda virus, [560] [561] [562] [563] tetapi banyak penduduk Wuhan dan Hubei telah melaporkan mengalami diskriminasi berdasarkan asal daerah mereka. [ 564] [565] [566] Sejak perkembangan wabah ke negara-negara hot-spot baru, orang-orang dari Italia, pusat wabah koronavirus Eropa, juga menjadi sasaran kecurigaan dan xenophobia. [567] [568]

Warga di berbagai negara seperti Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Korea Selatan telah menandatangani petisi melobi pemerintah mereka untuk melarang orang Cina memasuki negara mereka. [569] [570] [571] [572] Di Jepang, tagar #ChineseDontComeToJapan telah menjadi tren di Twitter. [573] Orang-orang Cina di Inggris mengatakan mereka menghadapi peningkatan tingkat pelecehan rasis, dengan kasus-kasus serangan dilaporkan. [574] [575] Para pemrotes di Ukraina menyerang bus-bus yang membawa pengungsi Ukraina dan asing dari Wuhan. [576] Siswa dari India Timur Laut, yang berbatasan dengan China, yang belajar di kota-kota besar India dilaporkan mengalami pelecehan terkait wabah coronavirus. [577] Otoritas lokal di Bolivia mengkarantina warga negara Jepang meskipun mereka tidak memiliki gejala yang berhubungan dengan coronavirus. [578] Di kota-kota Rusia, Moskow dan Yekaterinburg, warga negara Tiongkok menjadi sasaran oleh kampanye penegakan karantina, serta serangan polisi, yang dikutuk oleh para pembela hak asasi manusia sebagai profil rasial. [579] Kedutaan Besar Tiongkok di Jerman telah mengakui peningkatan kasus permusuhan terhadap warganya sejak wabah tersebut. [580] Anak-anak keturunan Asia diasingkan dan diejek asal-usul mereka di sekolah menengah dekat Paris. [581] [582] Banyak laporan Perancis-Vietnam yang juga mengalami pelecehan sejak wabah koronavirus di Wuhan. [583]

Pada 30 Januari, Komite Darurat WHO mengeluarkan pernyataan yang menyarankan semua negara untuk memperhatikan "prinsip-prinsip Pasal 3 IHR (Peraturan Kesehatan Internasional)," yang menurut WHO adalah peringatan terhadap "tindakan yang mempromosikan stigma atau diskriminasi." , "ketika melakukan tindakan respons nasional terhadap wabah tersebut. [260]

https://en.wikipedia.org/wiki/2019%E2%80%9320_coronavirus_pandemic#covid19-container

NOMOR 2

Nomor Dua Oleh: Dahlan Iskan Kamis 15-02-2024,04:37 WIB SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wa...