Kamis, 20 Oktober 2016

ULIL AMRI Adalah Para Imam Ahlul Bait



Posted by Syamsuri Rifai

Surat AN-NISA’: 59 - Ulil amri adalah para Imam dari Ahlul bait

يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسولَ وَ أُولى الأَمْرِ مِنكمْ
“Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah, dan taatlah kamu kepada Rasul-Nya dan Ulil amri kamu.”

Yang dimaksud “Ulil-amri” dalam ayat ini adalah Ali bin Abi Thalib (as) dan Ahlul bait Nabi saw.
Dalam Tafsir Al-Burhan tentang ayat ini disebutkan suatu riwayat yang bersumber dari Jabir Al-Anshari (ra), ia berkata: Ketika Allah menurunkan ayat ini aku bertanya: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, tetapi siapakah yang dimaksud dengan Ulil-amri yang ketaatannya kepada mereka Allah kaitkan dengan ketaatan kepada-Nya dan Rasul-Nya? Rasulullah saw menjawab:Wahai Jabir, mereka itu adalah para penggantiku: Pertama, Ali bin Abi Thalib, kemudian Al-Hasan, kemudian Al-Husein, kemudian Ali bin Al-Husein, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Muhammad bin Ali yang dalam Taurat gelarnya masyhur Al-Baqir. Wahai Jabir, kamu akan menjumpai dia, sampaikan salamku kepadanya. Kemudian Ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja’far, kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Al-Hasan bin Muhammad, kemudian dua nama Muhammad dan yang punya dua gelar Hujjatullah di bumi-Nya dan Baqiyatullah bagi hamba-hamba-Nya yaitu Ibnul Hasan, dialah yang Allah perkenalkan sebutan namanya di seluruh belahan bumi bagian barat dan timur, dialah yang ghaib dari para pengikutnya dan kekasihnya, yang keghaibannya menggoyahkan keimamahannya kecuali bagi orang-orang yang Allah kokohkan keimanan dalam hatinya.”

Ringkasan Kritik Allamah Thabathaba’i terhadap Fakhrur RaziFakhrur Razi mengatakan: Pembatasan kata Ulil-amri dengan kata minkum menunjukkan salah seorang dari mereka yakni manusia biasa seperti kita, yaitu orang yang beriman yang tidak mempunyai keistimewaan Ishmah Ilahiyah (jaminan kesucian dari Allah). Yang perlu diragukan adalah pendapat yang mengatakan: Mereka (Ulil-amri) adalah satu kesatuan pemimpin, yang ketaatan kepada masing-masing mereka hukumnya wajib.

Ar-Razi lupa bahwa makna ini sudah masyhur digunakan dalam bahasa Al-Qur’an, misalnya: “janganlah kamu mentaati orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)” (Al-Qalam: 8), “Janganlah kamu mentaati orang-orang kafir.” (Al-Furqan: 52), dan ayat-ayat yang lain dalam bentuknya yang bermacam-macam: kalimat positif, kalimat negatif, kalimat berita, kalimat perintah dan larangan.

Ringkasan Kritik Allamah Thabathaba’i terhadap Tafsir Al-ManarSyeikh Rasyid Ridha mengatakan: Ulil-amri adalah Ahlul hilli wal-Aqdi yaitu orang-orang yang mendapat kepercayaan ummat. Mereka itu bisa terdiri dari ulama, panglima perang, dan para pemimpin kemaslatan umum seperti pemimpin perdagangan, perindustrian, pertanian. Termasuk juga para pemimpin buruh, partai, para pemimpin redaksi surat kabar yang Islami dan para pelopor kemerdekaan.

Inikah maksud dari Ulil-amri? Pendapat ini dan yang punya pandangan seperti ini telah menutupi makna Al-Qur’an yang sempurna dengan makna yang tidak jelas. Ayat ini mengandung makna yang jelas yaitu Ismah Ilahiyah (jaminan kesucian dari Allah) bagi Ulil-amri. Karena ketaatan kepada Ulil-amri bersifat mutlak, dikaitkan dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.Apakah yang mempunyai sifat kesucian (‘ishmah) adalah para pemimpin lembaga-lembaga itu sehingga mereka dikatagorikan sebagai orang-orang yang ma’shum? Yang jelas tidak pernah terjadi para Ahlul hilli wal-‘Iqdi yang mengatur urusan ummat, mereka semuanya ma’shum. Mustahil Allah swt memerintahkan sesuatu yang penting tanpa mishdaq (ekstensi) yang jelas. Dan mustahil sifat ‘ishmah dimiliki oleh lembaga yang orang-orangnya tidak ma’shum, bahkan yang sangat memungkinkan mereka berbuat kezaliman dan kemaksiatan. Pendapat mereka ini jelas salah dan mengajak pada kesesatan dan kemaksiatan. Mungkinkah Allah mewajibkan kita taat kepada orang-orang seperti mereka?

Pendapat Ahlul Bait (as)Ulil-amri adalah Ali bin Abi Thalib dan para Imam suci (as).

Dalam Tafsir Al-‘Ayyasyi tetang ayat ini menyebutkan bahwa:Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata tentang ayat ini: “Mereka itu adalah para washi Nabi saw.”Tentang ayat ini Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata: “Mereka adalah para Imam dari Ahlul bait Rasulullah saw.”Tentang ayat ini Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata: “Mereka adalah para Imam dari keturunan Ali dan Fatimah hingga hari kiamat.”

Dalam kitab Yanabi’ul Mawaddah disebutkan suatu riwayat dari Salim bin Qais Al-Hilali, ia berkata bahwa Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata: “Yang paling dekat bagi seorang hamba terhadap kesesatan adalah ia yang tidak mengenal Hujjatullah Tabaraka wa Ta’ala. Karena Allah telah menjadikannya sebagai hujjah bagi hamba-hamba-Nya, dia adalah orang yang kepadanya Allah perintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentaatinya dan mewajibkan untuk berwilayah kepadanya.Salim berkata: Wahai Amirul mukmin, jelaskan kepadaku tentang mereka (Ulil-amri) itu.Amirul mukminin (as) berkata: “Mereka adalah orang-orang yang ketaataannya kepada mereka Allah kaitkan pada diri-Nya dan Nabi-Nya.” Kemudian ia berkata: “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada Ulil-amri kalian.”Salim bin Qais berkata: Wahai Amirul mukminin, jadikan aku tebusanmu, jelaskan lagi kepadaku tentang mereka itu.Amirul mukminin (as) berkata: “Mereka adalah orang-orang yang oleh Rasulullah saw disampaikan di berbagai tempat dalam sabda dan khutbahnya, Rasulullah saw bersabda: ‘Sungguh aku tinggalkan pada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan tersesat sesudahku: Kitab Allah dan ‘itrahku, Ahlul baitku’.”
Riwayat hadis ini dan yang semakna dengan hadis tersebut terdapat dalam:

1. Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang ayat ini.
2. Tafsir Ath-Thabari tentang ayat ini.
3. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 3 halaman 357, tentang ayat ini.
4. Yanabi’ul Mawaddah, oleh Syaikh Sulaiman Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 134, cet. Al-Haidariyah; halaman 114 dan 117, cet. Islambul.
5. Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, jilid 1, halaman 148, hadis ke 202, 203 dan 204.
6. Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 3, halaman 424, cet. pertama, Teheran.
7. Faraid As-Samthin, jilid 1, halaman 314, hadis ke 250.

Senin, 17 Oktober 2016

Imam Ali Pemimpin Para Shiddiqin


Wejangan Spiritual Maulana Syaikh Ghauts Hasan
(Dikutip dari kitab "Irsyad 'ala Salikin - Bimbingan Bagi Para Penempuh Jalan Ruhani)



A’udzubillahi minasysyaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad wa Ashabihil Akhyaar.


Allah Ta’ala Berfirman :


“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(Qur’an surah an Nisaa ayat 69)

Secara garis besar, Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa seluruh maqam spiritual yang ada dikelompokkan menjadi empat golongan ; Yang pertama adalah maqam Nubuwwah (Kenabian), mereka adalah para Rasul dan Anbiya Alahimu Shalatu wa Salam yang diutus Allah kepada umat manusia untuk menyampaikan risalah-Nya, tidak ada seorangpun yang dapat mencapai maqam ini setelah Rasulullah Saww, karena beliau adalah Khatamul Anbiya’u wal Mursalin, beliau adalah penutup bagi maqam nubuwwah ; Yang kedua adalah maqam Shiddiqin, mereka adalah orang-orang yang selalu bersama kebenaran, mereka adalah pengikut setia daripada maqam Nubuwwah, merekalah orang-orang yang senantiasa ada pertama kali dalam mengikuti kebenaran, dan melalui merekalah kebenaran akan dikenali ; Yang ketiga adalah maqam Syuhada, mereka adalah orang-orang yang bersaksi akan kebenaran Allah Ta’ala, mereka mengarahkan pandangannya hanya kepada Nya. Tidak ada sesuatu yang mereka harapkan melebihi harapan mereka akan ridha Allah Ta’ala ; Yang keempat adalah maqam Shalihin, mereka adalah orang-orang terbaik dari umat manusia didalam ketaatan kepada Allah. Mereka senantiasa mengikuti petunjuk dan tuntunan dari orang-orang yang terdahulu didalam ketakwaan, mereka inilah yang menjadi permata dari hamba-hamba Allah.

Golongan umat Islam telah keliru menilai bahwa Sayyidina Abu Bakar adalah pemimpin shiddiqin, padahal sayyidina Abu Bakar sendiri berkata, “Aku bukanlah yang terbaik diantara kalian selama ada Ali bin Abi Thalib ditengah-tengah kalian.” Sesungguhnya Imam Ali kw adalah satu-satunya yang menyandang gelar pemimpin shiddiqin, tidak ada seorangpun yang melebihi Imam Ali diantara seluruh umat Rasulullah Muhammad Saww. Tidak ada seorangpun diantara umat Islam ini dapat menyamai atau melebihi derajat Ahlulbait Rasulullah Saww dalam kedudukan disisi-Nya, apalagi melebihi Imam Ali kw sebagai penghulu dari Ahlulbait. Hal ini adalah kebenaran yang tidak dapat dibantah, semua sahabat memiliki keutamaan masing-masing termasuk Sayyidina Abu Bakar, namun tidak ada seorangpunpun yang pantas untuk dibandingkan dengan Ahlulbait, karena Ahlulbait adalah sumber keutamaan. Mengenai hal ini Rasulullah Saww bersabda :

“Orang yang termasuk penghulu shiddiqin ada tiga. Pertama adalah Habib an Najjar, salah seorang keluarga Yasin yang beriman, yang mengatakan,”Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.” Yang kedua adalah Hizqil, salah seorang budak Fir’aun yang beriman yang mengatakan (Kepada Fir’aun), “Apakah engkau akan membunuh seseorang karena dia menyatakan Tuhanku adalah Allah?” Shiddiqin yang ketiga adalah Ali bin Abi Thalib, dia adalah yang terunggul diantara mereka semua.”
(HR. Ibnu Asakir ; Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim dalam kitab “Al Marifah” dari Abu Laila, dengan tingkatan hadits hasan menurut persyaratan Bukhari dan Muslim ; Hadits ini diriwayatkan juga oleh Ibn an Najjar dari Abdullah bin Abbas)

Rasulullah Saww bersabda :

“Ada tiga orang dari tiga umat yang tidak pernah menyekutukan Allah sekejap matapun. Yaitu Ali bin Abi Thalib, Shahib Yasin, dan orang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun. Mereka semua adalah para Shiddiqun ; Habib an Najjar “Mu’min” atau Shahib Yasin ; Hizqil yang beriman dari keluarga Fir’aun ; dan Ali bin Abi Thalib. Ali adalah yang paling utama diantara mereka.”
(Muhammad bin Yusuf al Kanji al Qurasyi dalam kitab “Kifayat al Thalib” bab. 24)

Dan karena hadits diataslah Imam Ali bin Abi Thalib kw pernah berkata, “Aku adalah Shiddiq al Akbar, siapapun selain aku tidak berhak mengatakan menyandang maqam ini.”
(HR. Ibnu Najjar dari Abdullah bin Abbas ; Abu Nu’aim dalam kitab “Al Marifah” dari Abu Laila ; Sayyid Ismail bin Mahdi al ghurbani al Hasani dalam kitab “Nafas ar Rahman fi ma li Ahbab Allah min ‘Uluww asy Syan”, Terbitan Mu’assasah Dar al Fikr, Abu Dhabi – Uni Emirat Arab, cetakan ke 4, Ramadhan 1410H / 1990 M)

Maqam shiddiqin adalah maqam yang sangat tinggi, inilah maqam tertinggi dibawah kenabian, sehingga diantara para waliyullah pun hanya sedikit orang yang berhak menyandang derajat ini. Shiddiq artinya benar, maka mereka yang termasuk dalam kelompok shiddiqin adalah orang-orang yang senantiasa benar setiap ucapan, bersitan hati, dan perbuatannya. Mereka tidak pernah berpaling dari kebenaran, dan selalu ada untuk menegakkan kebenaran. Dalam setiap jaman mereka dipimpin oleh “Shiddiq al Akbar”, dan shiddiq al Akbar untuk umat Rasulullah Muhammad Saww adalah Imam Ali kw. Tidak ada seorang waliyullah pun yang mendapatkan maqam kewalian, melainkan mereka memperolehnya karena berkah Imam Ali kw, karena beliaulah pemimpin para waliyullah, dan melalui beliaulah ilmu-ilmu Ilahiyyah mengalir kedalam hati para waliyullah, karena Imam Ali kw adalah “Babul ilmi,” gerbang dari samudera ilmu Rasulullah Saww.

Tidak diragukan lagi bahwa manusia paling agung diantara seluruh sahabat Rasulullah Saww adalah Imam Ali bin Abi Thalib kw. Beliau adalah orang yang tidak pernah menyembah berhala, beliau laki-laki yang paling pertama beriman kepada Allah dan Rasulullah Saww, beliau yang pertama kali melaksanakan shalat bersama Rasulullah Saww, beliau orang yang tidak pernah merasakan khamr, beliaulah satu-satunya orang yang lahir didalam Ka’bah, darah adalah hal yang najis, namun darah Imam Ali kw adalah darah yang suci, sehingga Allah mengijinkan beliau lahir didalam Baitullah. Imam Ali kw adalah orang yang rela mengorbankan nyawanya menggantikan Rasulullah Saww ketika hijrah. Beliau adalah lulusan terbaik dari madrasah Nubuwwah, yang dididik semenjak kecil oleh Rasulullah Saww. Sehingga beliau Saww bersabda tentang Imam Ali kw :

“Kalau keimanan Ali dan keimanan umatku ditimbang, tentu keimanan Ali lebih berat dari keimanan (seluruh) umatku hingga hari kiamat.”
(HR. Ahmad didalam Al Musnad ; Ibnu Maghazali didalam Al Manaqib ; al Khatib al Khawarizmi didalam kitab Al Manaqib ; al Hafidz Sulaiman al Qunduzi al Hanafi didalam kitab Yanabi al Mawaddah)

Diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, bahwa Rasulullah Saww bersabda :

“Kalau tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan pada satu piringan timbangan, dan keimanan Ali diletakkan pada piringan timbangan yang lain, tentu keimanan Ali lebih berat.”
(Imam at Tsa’labi didalam kitab tafsirnya ; al Khawarizmi didalam kitab Al Manaqib ; Mir Sayyid Ali al Hamdani didalam Mawaddah al Qurba pada mawaddah ketujuh)

Rasulullah Saww bersabda kepada Imam Ali kw :
“Engkaulah saudaraku, penerima wasiatku, pembantuku, ahli warisku, hakim bagi agamaku, dan penerus kepemimpinan sepeninggalku.”
(HR. Ahmad didalam kitab “Al Musnad” ; Ibnu al Maghazali asy Syafi’i didalam kitab “Al Manaqib” ; at Tsa’labi didalam kitab tafsirnya)

Jabir bin Abdullah al Anshari meriwayatkan bahwa ketika kaum muhajirin dan anshar berkumpul, Rasulullah Saww bersabda kepada Imam Ali ditengah-tengah hadirin :
“Wahai Ali, kalau ada seseorang yang menyembah Allah dengan sungguh-sungguh beribadah, namun kemudian dia ragu-ragu kepadamu dan kepada Ahlulbaitmu karena kalian adalah manusia yang paling utama, maka orang itu berada didalam neraka.” Kemudian sebagian besar orang-orang yang ada di majelis itu mengucapkan istighfar kepada Allah Ta’ala, karena mereka mengira ada orang lain yang lebih utama dari Imam Ali kw.
(Allamah Mir Sayyid Ali al Hamdani didalam Mawaddah al Qurba pada mawaddah ketujuh ; Sayyid Ismail bin Mahdi al ghurbani al Hasani dalam kitab “Nafas ar Rahman fi ma li Ahbab Allah min ‘Uluww asy Syan”, Terbitan Mu’assasah Das al Fikr, Abu Dhabi – Uni Emirat Arab, cetakan ke 4, Ramadhan 1410H / 1990 M)

Rasulullah Saww bersabda :
“Ali adalah manusia yang terbaik, barangsiapa yang menolaknya (Dalam riwayat lain siapa yang meragukannya) maka dia benar-benar kafir.”
(al Muttaqi dalam kitab Kanzul Ummal juz.6, hal.159 dari Imam Ali, Abdullah bin Abbas, Ibnu Mas’ud, dan Jabir bin Abdullah ; Jalaluddin al Suyuthi dalam kitab al Jami ash Shagir juz.2, hal. 20-21 ; Allamah al Kanzi al Syafi’i dalam kitab Kifayat al Thalib bab.62, hal.119 cetakan al Ghur, th.1356H dari Imam Ali, Aisyah, Hudzaifah, Jabir bin Abdullah, dan Atha ; Al Hafizh Ibnu Asakir dalam kitab tarikh juz.50 ; Abu Khatib didalam Tarikh Baghdad)

Para waliyullah memperoleh derajat kewalian karena berkah Imam Ali kw, begitupun para sahabat memperoleh kemuliaan karena mengikuti Imam Ali. Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan, “Kalau tidak ada Ali niscaya Umar celaka, kalau tidak ada Ali niscaya Umar binasa.” Sayyidina Umar disebut al Faruq oleh para sahabat lain karena dia mengikuti Imam Ali kw yang merupakan “Al Faruq al Azham” (Pembeda yang agung) mengenai hal ini Rasulullah Saww bersabda :

“Sepeninggalku akan terjadi fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali bin Abi Thalib. Dialah orang yang pertama melihatku, dialah yang pertama menyalamiku pada hari kiamat, dia bersamaku dilangit yang tinggi, dialah al Faruq al Azham yang menjadi pembeda antara kebenaran dengan kebatilan.”
(Al Hafidz Sulaiman al Qunduzi al Hanafi dalam kitab Yanabi al Mawaddah bab.56 yang meriwayatkan dari kitab al Sa’bin fi Fadhail Amir al Mukminin hadits no.12 dari Abu Dzar al Ghiffari ; Allamah al Kanzi al Syafi’i dalam kitab Kifayat al Thalib bab.44 dari Abu Laila al Ghifari dan Abdullah bin Abbas, menurutnya hadits ini hasan ali ; Allamah Mir Sayyid Ali al Hamdani didalam Mawaddah al Qurba pasal 6 dari Abu Laila al Ghifari)

Imam Ali kw adalah salah seorang manusia suci yang dijaga dan dipelihara oleh Allah Ta’ala dengan Firman Nya :

“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
(Qur’an surah al Ahzab ayat 33)

“Alhamdulillahiladzii ja’alana minal mutamasikiina bi wilayati Ali”

Segala puji dan syukur kepada Allah yang telah mengelompokkan kita sebagai pengikut Imam Ali bin Abi Thalib kw, beliaulah Syaikh kedua didalam silsilah thariqah Hasan wa Husein yang diberkahi ini. Karena itu sudah sepatutnya kita merasa bangga akan hal ini, kemudian kita semua harus bersungguh-sungguh didalam mengikuti dan meneladani setiap jejak langkah beliau. Karena setiap murid thariqah ini yang bersungguh-sungguh didalam ketaatan dan kecintaan kepada Allah, Rasulullah dan Ahlulbaitnya – Alaihimu Shalatu wa Salam – kelak di yaumil akhir akan berada pada mimbar-mimbar cahaya bersama dengan mereka semua.



Wa minAllahu at taufik, wa salallahu ala Sayyidina Muhammad wa alihi wasallam
Alhamdulillahirabbil alamin.

http://hasanhusein.blogspot.co.id

Kamis, 13 Oktober 2016

Terapi Sengatan Lebah




Sengatan lebah bukan cuma bikin sakit, bengkak, dan tubuh panas-dingin. Kalau sengatan dilakukan pada titik-titik tertentu oleh orang yang "tahu", beberapa penyakit, seperti rematik, darah tinggi, asma bisa sembuh. Tapi jangan coba-coba disengat kalau hiperalergi atau menderita komplikasi penyakit jantung kronis dan lever, karena bisa berakibat fatal.

"Apa pernah berobat dengan sengat lebah? Keluhannya apa? Sudah berobat ke mana saja? Kapan terakhir berobat dan bagaimana tensi darahnya? Punya penyakit komplikasi? Bapak sudah makan?" tanya Hardiman (42) kepada pasien Endang Rukmana (52) yang mengeluh kepalanya puyeng dan kaki kiri sakit serta pegal-pegal karena rematik.

"Kalau perut kosong, pasien yang tidak tahan sengatan lebah akan merasakan pusing. Ada juga yang muntah-muntah. Sedangkan bagi penderita komplikasi jantung kronis dan lever, tidak boleh diberi terapi sengat lebah," lanjut ahli terapi sengatan lebah yang berpraktik hari Senin - Sabtu (pukul 08.00 - 15.00) di Istana Lebah, Bumi Perkemahan Cibubur, sekitar 100 m dari pintu keluar Tol Cibubur.

Dengan mengenakan "baju dokter" warna putih, Hardiman yang sejak tahun 1980 aktif menekuni terapi sengatan lebah itu mulai menangani pasiennya. Ujung jemarinya sibuk mencari titik-titik sengatan di bagian tengkuk lalu memberinya tanda lingkaran kecil. Dengan pinset diambilnya lebah unggul Apis mellifera dari dalam stoples, lalu makbles ujung sengat menancap tajam pada titik yang sebelumnya sudah diolesi alkohol.

"Untuk kepala puyeng, cukup dua titik sengatan saja," ujar Hardiman. Sebentar kemudian sengat yang masih menempel di kulit tengkuk dilepasnya. Titik-titik bekas sengatan itu diketuk-ketuk pelan pakai ujung jemari lalu diolesi minyak tawon. Selanjutnya untuk mengobati kaki rematik, ia memberikan sengatan pada tiga titik di kaki itu.

Bagaimana rasanya? "Biasa-biasa saja. Tapi nanti malam tidur saya bisa langsung enak!" aku Endang Rukmana, pasien yang sudah sering "berobat" sengat lebah. Sementara itu Margono (33), pasien yang mengeluh masuk angin kasep merasakan tubuhnya hangat dan sedikit gatal setelah diberi tiga sengatan pada punggungnya.    


268 Sengatan untuk Kelumpuhan

"Pasien yang datang kemari kebanyakan penderita rematik dan darah tinggi. Ada juga penderita asma, asam urat tinggi, stres, maag, lumpuh, dsb. Mereka rata-rata sudah berusia lanjut. Tapi ada juga yang berusia muda, 21 tahun. Pasien usia di bawah sepuluh tahun tidak diterima, karena belum tahan sengatan lebah," jelas Hardiman di ruang praktiknya yang jarang sepi pasien, apalagi pada hari Sabtu yang mencapai belasan orang.  

Titik mana yang disengat, menurutnya, bisa mengikuti titik-titik akupungtur. Bisa juga penentuan titik sengatan didasarkan pada penyakitnya, yakni dengan mencari biang sakitnya.  

Untuk rematik, lanjut Hardiman yang sempat belajar apipungtur (gabungan terapi sengat lebah dan akupungtur) dari orang Jepang, titik yang disengat adalah daerah persendian. Kalau kejang karena asam urat tinggi, titik sengat ada pada bagian urat yang kaku. Untuk stres yang disengat bagian atas kepala. Kepala pusing disengat bagian pelipis atau tengkuk.

"Penderita darah tinggi yang disengat bagian tengkuk kanan-kiri dan bahu kanan-kiri. Bagi yang belum pernah disengat lebah, cukup dua titik sengatan di bahu. Tapi kalau pasien sudah hilang keseimbangan, empat sengatan bisa diberikan sekaligus - dua titik di tengkuk dan dua titik di bahu," jelas pria yang tidak pasang tarif pengobatan ini. Pasien membayar sukarela sekadar pengganti lebah yang mati sehabis menyengat itu.

Berapa "dosis" sengatan? Bagi pasien baru yang belum pernah menerima terapi sengatan lebah, menurut Hardiman, cukup sekali sengatan. Tiga sampai lima hari berikutnya diberikan dua sengatan. Selang 4 - 5 hari, tiga kali sengatan. Kalau belum juga sembuh selanjutnya bisa saja diberikan 6 - 10 sengatan secara bertahap.      "Bila kondisi pasien cukup baik dan dirasakan ada banyak kemajuan, tiap tahapan bisa ditambah 1 - 10 kali sengatan pada titik-titik yang tepat disesuaikan dengan keadaan penyakitnya," tuturnya. Jadi, "dosis" sengatan selain tergantung ketahanan tubuh pasien terhadap racun sengat, juga tergantung kondisi dan jenis penyakit yang diderita.

Terhadap penderita lumpuh akibat darah tinggi, ia memberikan terapi 268 sengatan. Sengatan sebanyak itu tentu tidak diberikan sekaligus. "Tiga hari sekali datang. Setiap kali datang beberapa sengatan. Ada yang kurang dari seratus sengatan, pasien sudah bisa berjalan tanpa tongkat. Memang perlu ketelatenan. Tapi ada juga yang baru beberapa kali sengatan sudah kapok," tuturnya.

Lain lagi terapi sengat lebah untuk menurunkan berat badan. Bagi mereka yang ingin langsing, menurutnya, ada 18 titik sengatan mulai dari tulang ekor hingga kepala. Kalau pasien bisa tahan tiga sengatan sekaligus, berarti cukup datang ke "klinik sengat lebah" enam kali.

Sehabis diberi terapi, pasien dianjurkan tidak minum obat-obatan apotek pada hari itu. Sebaiknya pasien minum madu untuk menangkal racun sengat lebah. Bagi yang badannya panas-dingin karena sengatan, bisa pula menenggak air kelapa hijau sebagai penawarnya. Kalau tiap kali disengat timbul alergi, terapi tidak diteruskan lagi.


Menyadap Metode Akupunktur

Di Indonesia, apipunktur bukan sama sekali baru. Prof HM Hembing Wijayakusuma, pakar akupunktur yang berpraktik di Jl. Petamburan, Jakarta, sudah 20-an tahun menerapkannya sebagai alternatif pengobatan penyakit. Kini, selain di Jakarta, praktik terapi sengat lebah juga ada di Sukabumi dan Yogyakarta.

Karena prinsip terapi apipunktur (The Acupuncture Bee Venom Therapy) menyadap metode akupunktur, pelaku mesti mengerti betul titik-titik pengobatan menurut metodologi akupunktur. Siapa saja, menurut Hembing, bisa melakukan pengobatan dengan cara ini, dengan syarat menguasai teori dan praktik akupunktur itu tadi. Di samping juga mesti mengenal jenis lebah dan dosis sengatan yang dibutuhkan untuk setiap jenis penyakit.

Sebelumnya calon pasien mesti menjalani "diagnose" untuk diketahui jenis penyakit yang diderita serta tes alergi. Sebab, tidak setiap pasien cocok dengan terapi sengat lebah. Ada yang kontra indikasi dengan terapi sengat lebah, yaitu penderita hiperalergi, TBC, diabetes, penyakit ginjal yang berat, jantung, penyakit kencing nanah. Pasien demikian, menurut Hembing, tidak diperkenankan menerima terapi sengat lebah, karena bisa berakibat fatal.

Terapi apipungtur berupa rangsangan pada titik akupunktur (ada 360 titik dasar pengobatan akupunktur) dengan menggunakan sengatan lebah. Rangsangannya lebih kuat dan tahan lama, terutama untuk beberapa kasus penyakit. Rangsangan sengatan lebah mampu bertahan sampai 4 x 24 jam. Jauh lebih lama daripada rangsangan akupunktur jarum yang hanya 15 menit.

Bagi pasien yang hipersensitif terhadap racun sengat lebah, Hembing memanfaatkan tusukan jarum sebagai gantinya. Antara lain untuk penyakit saluran pernapasan, gangguan pembuluh darah dan jantung, saluran pencernaan, saluran kencing, ketergantungan obat, rokok dan alkohol, obesitas, dan peremajaan kulit muka.

Untuk penyakit rematik, nyeri saraf, keseleo, dan sebagian kasus lumpuh, menurutnya, sengatan lebah lebih efektif. Penyakit lain yang efektif diobati dengan sengatan lebah, meliputi rematik persendian dan otot, salah urat karena olahraga, ngilu karena hawa dingin, dan bengkak sendi.


Paling manjur untuk rematik

Bukan saat ini saja sengat lebah diakui "berkhasiat obat". Dua ribu hingga 3.000 tahun lalu apiterapi (pengobatan menggunakan produk lebah, seperti madu dan racun lebah) telah dikenal di Timur Tengah dan Cina. Dalam buku kuno Cina pun ditemukan teori "Yi Du-Gong Du" (racun melawan racun) dengan media sengat lebah untuk mengobati penyakit. Bahkan, Hippocrates - dikenal sebagai bapak kedokteran modern - juga menggunakan sengat lebah.

Malahan pada Konferensi Terapi Akupungtur Sengatan Lebah Sedunia ke-II di Nanjing, RRC, pada pertengahan September 1993, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui apipungtur sebagai alternatif pengobatan. Kini, terapi sengatan lebah (bee venom therapy - BVT) diterapkan di sekitar 12 negara, antara lain Cina, Korea, Rumania, Bulgaria, dan Rusia.  

Dalam buku Bee Venom Therapy, seperti dikutip Susan Wilkinson dalam BeeOnline, racun sengat lebah mampu menyembuhkan artritis (radang sendi). Berdasarkan penelitian oleh Monmounth Pain of New Jersey, dari 108 pasien artritis yang diberi terapi racun sengat lebah menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah 12 kali perlakuan (2 kali per minggu selama 6 minggu). Lalu disimpulkan bahwa terapi racun lebah dinilai aman, efektif, sepanjang pasien tidak alergi racun sengat lebah.

Di AS, diperkirakan ada sekitar 4.000 penderita MS (multiple sclerosis) diobati dengan BVT. Di Brasil, BVT juga digunakan untuk penyakit asma. Di Cina, BVT dilaporkan untuk mengobati penyakit saraf, kejang otot, tumor kulit, impotensi, dan sakit saraf.

Racun lebah, menurut Drs. Hartono Hdw., seorang apoteker, memang bermanfaat untuk rematik. Bahkan, dapat juga dipakai sebagai obat luar (Intisari, April 1990).

Dengan sengatan lebah, kulit di sekitarnya menjadi merah dan terasa hangat karena darah banyak mengalir ke permukaan. Setelah diserap ke dalam tubuh berkat bantuan enzim-enzim dalam racun itu, kelenjar pituitary terangsang untuk menghasilkan ACTH (adrenal corticotrophic hormone). Hormon ini lalu merangsang cortex adrenal untuk memproduksi hormon kortison lebih banyak. Hormon kortison inilah yang sangat berguna untuk membasmi penyakit rematik.

Racun sengat lebah, seperti ditulis Susan Wilkinson dalam Bee Online, berupa campuran kompleks dari protein (enzim dan peptida) yang memiliki aktivitas farmakologikal yang unik. Enzim (protein yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh) utama dalam racun lebah adalah hyaluronidase dan fosfolipase A. Hyaluronidase memecah asam hyaluronic (cairan antarsel) sehingga racun lebih cepat menyebar di antara sel. Fosfolipase A merusak fosfolipid (komponen utama selaput sel) dan menyebabkan kematian sel. Dua komponen tersebut menyumbang terjadinya reaksi alergi gara-gara sengatan lebah.

Secara keseluruhan racun sengat lebah terdiri atas 40-an komponen, yakni 11 peptida, 5 enzim, 3 amine, karbohidrat, lemak, dan asam amino. Peptida yang paling berperan adalah melittin, apamin, Mast Cell Degranulating Peptida, dan adolapin. Mereka sebagai antiperadangan, antijamur, antibakteri, antipyretic, dan merangsang ACTH.   

Selain itu, melittin, apamin, dan peptida 401 mempunyai peran lain pula. Melittin dan apamin merangsang kelenjar adrenalin dan kelenjar pituitary untuk menghasilkan hormon cortison dan steroid. Sedangkan peptida 401 berperan sebagai antigen.

Bisa saja pengobatan tidak langsung lewat penyengatan lebah, tapi dengan cara menyuntikkan racun sengat lebah yang diawetkan. Cara ini, menurut Hembing, selain mahal, juga daya penyembuhannya berkurang. Lagi pula efek racun lebah yang disuntikkan di bawah kulit tidak berlangsung lama.


Dari alergi hingga kematian

Dampak dan reaksi jaringan tubuh terhadap zat racun sengat sangat beragam. Mulai dari sedikit merasakan sakit hingga bengkak, demam, dan gatal-gatal sekujur tubuh karena reaksi alergi dari tubuh terhadap sengatan.

Bagi yang hipersensitif terhadap racun sengat lebah, sekali sengatan dapat menyebabkan reaksi yang serius. Bahkan bisa juga menyebabkan kematian, terutama akibat sengatan lebah Apis dorsata dan Apis mellifera Afrika. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa hari, tergantung titik sengatan. Ujung jari dan ujung hidung merupakan titik paling sakit.

Bagi yang tidak hipersensitif, 1 - 5 kali sengatan sekaligus pun tidak masalah. Seperti ditulis Mihaly Simicc dalam BeeOnline berjudul "The Effect of Bee Stings on The Human Body". Paling-paling merasakan sedikit sakit dan hangat, kemudian kulit membengkak, memerah, dan gatal.

Lima puluh sampai seratus sengatan bisa menyebabkan kejang, sesak napas sementara, kulit membiru atau nadi berdenyut cepat, diikuti gejala kelumpuhan sementara. Di atas dua ratus sengatan menyebabkan gangguan sistem pernapasan. Namun, ada laporan 100 - 300 sengatan bisa menyebabkan fatal. Ada juga yang tahan dengan 1.000 sengatan.

Sengat lebah merupakan penetrasi benda asing ke dalam tubuh, sehingga secara alami tubuh akan melawannya, yang dimotori oleh antibodi imunoglobin, yakni IgM, IgD, IgA, dan IgE. Dalam serum penderita sengatan lebah akan ditemukan IgE spesifik, juga IgG, yang berfungsi menetralkan racun. Sehingga IgG diduga berperan dalam pertahanan tubuh terhadap sengatan lebah, atau dikenal sebagai agen reaksi kekebalan. Jadi, semakin tinggi frekuensi sengatan, semakin tinggi pula daya kekebalan seseorang. (Rye/Als)

Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam

  Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...