Allamah al-Qunduzi dalam kitabnya Yanabi' al-Mawaddah menukil bahwa pada malam terjadinya pemukulan atas diri beliau oleh Abdurrahman bin Muljam, Imam Ali as berkali-kali keluar dari rumahnya dan memandang ke arah langit. Berulang kali beliau mengatakan, "Demi Allah aku tidak berbohong dan aku tidak menerima berita yang bohong. Malam ini adalah malam yang dijanjikan untukku."
Dengan langkah perlahan Imam Ali berjalan menuju masjid. Saat memasuki Masjid beliau melihat Ibnu Muljam sedang tertidur. Imam Ali membangunkannya lalu berjalan menuju ke mihrab untuk melaksanakan shalat Subuh. Masjid telah dipenuhi oleh jamaah yang berbaris rapi membentuk shaf-shaf. Ali memuji Tuhannya dengan mengangkat tangan. Allahu Akbar!
Pujian itu diikuti oleh jamaah shalat yang telah siap. Tak lama kemudian Ali ruku lalu meletakkan dahi di atas tanah seraya mengagungkan Tuhannya. Tiba-tiba saat mengangkat kepala dari sujud, pedang Ibnu Muljam yang beracun mendarat tepat di kepalanya. Gema Allahu Akbar yang keluar dari mulut Ali membubarkan barisan shalat. Ibnu Muljam ditangkap massa. Darah segar mengucur dari kepala Ali yang terbelah. Meski demikian, putra Abu Thalib ini sempat melarang massa menghakimi orang yang berniat membunuhnya itu. Beliau meminta Ibnu Muljam dibawa ke hadapannya.
Kepadanya beliau berkata, "Mengapa engkau lakukan ini padaku? Apakah aku pemimpin yang buruk bagimu?"
Ali memerintahkan orang-orang untuk membawa Ibnu Muljam namun melarang mereka menyakitinya. Masjid Kufah mendadak tenggelam dalam tangis dan duka.
Untuk mengenang syahadah Imam Ali as, ada baiknya kita membahas pandangan beliau mengenai hakikat manusia. Imam Ali AS adalah orang yang mendapat gelar pintu kota ilmu dan tahu benar hakikat manusia yang sebenarnya. Mengenai orang-orang zalim dan congkak yang berbuat kerusakan di muka bumi dengan segala kesombongannya Imam Ali as berkata, "Bukankah manusia adalah mahluk yang pernah Allah tempatkan di kegelapan rahim seorang ibu?"
Menurut Washi dan Khalifah Rasul ini, manusia adalah mahluk yang melewati berbagai periode kesempurnaan. Periode terpentingnya adalah pengenalan hakikat. Manusia seperti ini akan sadar dan mengetauhi aib dan cela yang ada padanya, tidak mudah terpengaruh oleh polusi yang ada di sekitarnya, dan dengan keimanan serta tekad yang kuat berhasil melepaskan diri dari sifat sombong.
Beliau lebih lanjut mengarahkan manusia untuk mengenali potensi yang ia miliki. Menurut Imam Ali, keselamatan manusia ada pada keseimbangan perkembangan seluruh potensi yang dimilikinya. Amirul Mukminin Ali as menyebutkan bahwa pengembangan sifat-sifat mulai hanya bisa dilakukan dengan memperkuat pondasi ilmu dan akal. Karenanya beliau menganjurkan kepada seluruh manusia untuk menghidupkan pelita makrifat di dalam diri mereka dan memanfaatkan potensi akal. Semua itu supaya diri manusia mampu melawan godaan hawa nafsu. Sebab dengan akal dan ilmu, manusia bisa mengekang nafsunya. Beliau berkata, "Carilah jalan kebenaran dengan akalmu dan lawanlah hawa nafsumu tentu engkau akan sukses."
Hal inilah yang saat ini ramai dibicarakaan oleh para pakar psikologi. Mereka mengatakan, "Orang yang sehat secara akal akan memiliki jiwa yang sehat." Pernyataan para psikolog ini hanyalah penemuan yang mereka dapatkan melalui berbagai eksperimen. Namun Imam Ali as yang mengenal hakikat manusia menerangkan lebih jauh dan mendalam. Beliau menegaskan bahwa kepercayaan akan alam akhirat adalah periode awal yang harus menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dengan kepercayaan ini, orang akan yakin bahwa apa yang dilakukannya di dunia sebelum kematian akan sangat menentukan nasibnya di alam akhirat sana. Keimanan inilah yang mendorong manusia untuk melakukan kebaikan.
Saat ini, kebersihan diri seseorang dilihat dari hubungan sosialnya. Artinya, manusia memiliki hubungan erat dengan masyarakat. Selayaknya dia menyintai masyarakatnya dan sebaliknya, masyarakat juga menyintainya. Mengenai hubungan dengan masyarakat Imam Ali AS menekankan bahwa sebelum segala sesuatunya, manusia harus menjaga tindak tanduknya di tengah masyarakat dan menghindari perbuatan dosa. Beliau juga menganjurkan hubungan baik dengan keluarga, yang disebutnya sebagai penguat mental dan spiritual. Sayangnya pada zaman ini, manusia telah menjauh dari tujuan asli penciptaan-Nya dan tenggelam dalam krisis etika kemanusiaan.
Imam Ali as menyebutkan beberapa sifat terpuji yang ada pada insan mulia. Di antaranya tanggungjawab, cinta terhadap sesama, tepat janji, dan tidak enggan untuk bermusyawarah dengan orang lain. Tindakan membela diri dan kehormatan masyarakat juga dipandang oleh Ali sebagai sifat terpuji yang dimiliki oleh orang yang sehat di tengah masyarakatnya. Orang semacam ini sudah tentu tidak memiliki sifat congkak, riya, dan kemunafikan. Sikap mengambil hikmah sejarah masa lalu disebut oleh satu-satunya manusia yang lahir di dalam Kabah ini sebagai faktor yang penting dalam menekan kesalahan bertindak dan bersikap. Hal ini juga disinggung dalam wasiatnya kepada putranya Imam Hasan as.
Di mata Imam Ali as, orang yang sukses adalah mereka yang memiliki hubungan baik dengan diri, masyarakat dan Tuhannya. Untuk mengenal diri sendiri hendaknya manusia memahami arti kehidupan dan tujuannya. Karena itu, Imam Ali as menghimbau semua orang untuk mengenal posisinya di dunia ini dan tidak melakukan perbuatan yang bisa menurunkan derajatnya. Imam Ali AS berkata, "Siapa yang tidak mengenal dirinya maka ia binasa." Dalam ungkapan lain beliau mengatakan, "Sebaik-baik makrifat adalah pengenalan diri sendiri."
Satu hal lagi yang dipandang penting pada diri manusia adalah hubungannya dengan Tuhan. Hubungan inilah yang membentuk jati diri seseorang. Dalam hal ini, Imam Ali as menyebutkan bahwa Tuhan yang hidup dan kekal ada di semua tempat dan selalu memantau tingkah laku seluruh hamba-Nya. Orang yang mengikat kehidupannya dengan masalah ketuhanan akan mampu menundukkan hawa nafsunya dan bergerak menuju kepada kesempurnaan.
Di mata Imam Ali as, manusia adalah mahluk yang memiliki kehendak sendiri dan melakukan semua perbuatan dengan kehendaknya. Beliau menghimbau manusia untuk memanfaatkan kehendak ini di jalan yang benar yang dapat menghantarkannya ke dejarat tertinggi kesempurnaan. Ali as adalah contoh nyata dari manusia sempurna yang berhasil mencapai derajaat tertinggi kesempurnaan dengan iman dan kekuatan tekadnya. Karena itu kata-kata yang beliau ucapkan ketika pedang Ibnu Muljam menghantam kepalanya adalah, "Demi Pemilik Kabah Aku beruntung." Tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriah manusia sempurna ini meninggalkan dunia yang fana.
Innaa Lillaahi wa Innaa Lillaahi Raji'uun. (IRIB Indonesia)
Rabu, 15 Agustus 2012
Hari Quds Sedunia, Peluang Menjalin Persatuan Islam
Selasa, 2012 Agustus 14 22:30
Forum Dunia Pendekatan Antarmazhab Iran dalam statemennya menyebutkan, "Hari Baitul Maqdis Sedunia, merupakan kesempatan terbaik dalam menjalin persatuan antarbangsa Muslim, mengingat proses globalisasi yang berasaskan pada kebangkitan Islam dan kesadaran duni dalam melawan imperialisme dan zionisme internasional."
Fars News (14/8) melaporkan, Forum Dunia Pendekatan Antarmazhab menyatakan, "Hari Baitul Maqdis Sedunia adalah hari revivalisasi Islam dan hari seruan pembebasan Palestina dari cengkeraman rezim Zionis perampok. Dan penentuan hari Jumat terakhir di bulan Ramadan sebagai Hari Quds Sedunia merupakan inisiatif historis Imam Khomeini ra, adalah kesempatan untuk mewujudkan ikatan permanen antarumat Islam sedunia dan para penuntut kebenaran untuk bangsa Palestina, sehingga nama Palestina dan cita-cita pembebasan Baitul Maqdis itu tidak akan terlupakan dalam liuk rutinitas kehidupan."
Saat ini, adalah era Kebangkitan Islam dan pencerahan islami, dan Palestina berada di titik pusat kebangkitan tersebut. Kebangkitan Islam di kawasan dan krisis ekonomi di dunia Barat, protes terhadap pemerintahan Barat, serta demonstrasi di dalam negeri rezim Zionis, membuat pelaksanaan Hari Quds Sedunia tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan terciptanya persatuan antarbangsa Muslim, akan terbentuk front kokoh di hadapan musuh Islam dan kita semua harus mempersiapkan ruang bagi kerjasama dan persatuan antar Muslim bersamaan dengan gelombang revolusi regional dan Kebangkitan Islam.
Oleh karena itu, partisipasi proaktif semua pihak dalam peringatan ini, menjadi tugas dan kewajiban setiap insan bebas dan penuntut keadilan. Seperti yang ditetakankan oleh Rahbar (Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei), masalah Palestina dari sudut pandang Islam untuk seluruh Muslim di duni adalah masalah esensial dan kewajiban, dan satu-satunya jalan untuk melenyapkan tumor berbahaya ini adalah dengan muqawama dan perjuangan.(IRIB Indonesia/MZ)
Kamis, 09 Agustus 2012
Sekelumit dalam Pulsar 135 LS
Barangkali berkah bagi produsen kendaraan bermotor di indonesia umumnya atau khususnya di kota Bandung adalah karena tidak tersedianya sistem transportasi masal yang konferehanship. Tidak adanya tata kelola perumahan yang terintegrasi dengan sistem transportasi menyebabkan penduduk kelabakan tatkala harus keluar rumah untuk tujuan kerja maupun keperluan lain misal mengantar anak ke sekolah. Tiada pilihan lain kecuali harus memiliki kendaraan pribadi baik itu roda 2 (motor) ataupun roda 4 (mobil).
Begitupula halnya dengan yang saya alami. Tempat tinggal yang terletak di pinggiran kota, sungguh sangat sulit anak pergi sekolah ke kota dengan menggunakan kendaraan umum. Disamping waktu yang panjang maka ongkosnya juga lumayan mahal karena harus gonta-ganti angkot & bahkan ojeg.
Pilihan akhirnya, harus membeli motor untuk keperluan tersebut. Jaman sekarang produk motor sungguh sangat melimpah, penjualan kendaraan roda 2 ini bak kacang goreng, saking banyaknya permintaan di negeri ini. Mulai yang produk Jepang dengan berbagai merk, maupun produk eropa & bahkan yang baru mencoba peruntungan dari pabrikan India.
Singkat cerita, saya akhirnya pingin mencoba yang berbeda, produk Jepang hampir semua merk sudah pernah pakai. Produk Eropa juga pernah walaupun hanya scooter/vespa. Yang belum pernah ya produk India dengan merk Bajaj. Dan pilihan jatuh pada “Pulsar 135 LS”
Inilah Spseifikasi-nya :
MESIN
Type 4 Tak, Pendingin Udara
DTS-i (Hak Paten Bajaj)
4 Katup (Pertama di Dunia : 4 Katup DTS-i)
SOHC
Volume Langkah 134.66 cc
Perbandingan Kompresi 9.8 : 1
Tenaga Maksimal 13.5 HP @ 9000 rpm
Torsi Maksimal 11.4 Nm @ 7500 rpm
Starter Kick + Electric Starter,
SUSPENSI
Depan Teleskopik dengan pelapis anti-gesek (Stroke 130)
Belakang NitroX,
BAN
Depan 2.75 x 17.41 P
Belakang : 100/90 x 17.55 P,
REM
Depan 240 mm Cakram
Belakang : 130 mm Tromol,
TANGKI
Kapasitas 8 Liter
Reserve, Useable : 2.5 Liter, 1.6 Liter,
ELEKTRIK
Aki : 12 V Full DC
Lampu Depan : 35/35 W dengan 2 Lampu Pilot,
DIMENSI
Panjang : 1995 mm
Lebar : 765 mm
Tinggi : 1045 mm
Jarak Sumbu Roda : 1325 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 170 mm
Berat Kosong : 122 Kg,
FITUR ISTIMEWA
Auto Choke : Ya
ExhausTEC : Ya
Stang Jepit : Ya
Speedometer : Digital
Tachometer : Tipe Digital dengan Tampilan Analog
Indikator Bensin : Digital
Tripmeter : Digital,
GARANSI
3 Tahun Atau 36000 Km **
Kalo ini motornya :
Pengalaman setelah 2 bulan menggunakan Pulsar, tidak jauh beda dengan motor sekelas yang pabrikan Jepang, baik tongkrongannya maupun akselerasinya. Bahkan produk India ini mempunyai nilai tambah pada harga yang lebih murah. Pulsar dengan teknologi terbaru temuan sendiri “India” yaitu DTSI bisa dikatakan sebuah kebanggan nasionalisme.
Kapan Indonesia bisa berbuat banyak ya……..? sekedar untuk mengikutinya saja kelihatannya sulit, apalagi mememukan inovasi teknologi terbaru………………? Tapi denger-denger ada lho nanti produk Indonesia asli yang akan mengejutkan dunia. Ngga percaya………? Tunggu aja…….., halah koq malah ngelantur ya.
Kembali ke “Pulsar 135 LS” tapi apa yang mau diceritakan? Lha wong udah banyak yang cerita di milis/ blog sebelah baik yang suka maupun yang tidak suka, tinggal baca aja kan.
Tapi yang jelas, saya salut sama India-nya, sama orng-orangnya, sama tokoh-tokoh pahlawan-nya sama semangat kemandirian-nya.
Kapan hal tersebut bisa terwujud di bumi pertiwi Nusantara ini………? (ASTo'0812)
Kamis, 26 Juli 2012
Imam Mahdi, Sang Juru Selamat
Kamis, 2012 Juli 05 07:39
Malam 15 Sya'ban 255 Hijriah atau dikenal dengan malam Nisfu Sya'ban, Hakimah, bibi Imam Hasan Askari as berkunjung ke rumah Imam untuk bersilaturahmi. Di saat Hakimah hendak minta izin untuk pulang, Imam berkata kepadanya, "Bibi! Malam ini menginaplah di rumah kami."
Hakimah berkata, "Hari ini, saya sudah cukup merepotkan kalian."
Imam menjawab, "Malam ini akan lahir seorang bayi laki-laki dari keluarga kami yang akan menerangi bumi dengan ilmu, iman dan petunjuknya setelah bumi diliputi kezaliman dan kegelapan."
Hakimah dengan heran bercampur gembira bertanya, "Bayi tersebut anak Nargis?"
Imam menjawab, "Benar anak tersebut dilahirkan Nargis."
Setidaknya ada dua versi ihwal jatidiri juru selamat dunia ini. Sebagian besar golongan Ahlusunnah menganggap bahwa Imam Mahdi itu bernama Muhammad bin Abdullah, yang akan muncul menjelang Hari Kiamat tiba. Ini berdasarkan sebuah hadis dari Nabi Saw yang mengatakan bahwa nama Imam Mahdi itu sama dengan namaku, ayahnya sama dengan nama ayahku.
Sementara, di pihak lain, kalangan Syiah Imamiyah meyakini bahwa Imam Mahdi itu adalah gelar untuk Muhammad bin Hasan Askari bin Ali Hadi bin Muhammad Jawad bin Ali Ridha bin Musa Kazhim bin Jafar Shadiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah saw. Ulama Sunni yang mengurutkan dua belas imam dari jalur Ahlulbait ini adalah Syekh Qanduzi al-Hanafi dalam kitab Yanabi al-Mawaddah.
Telah berabad-abad umat manusia menanti datangnya penyelamat yang dijanjikan. Orang-orang yang terzalimi pun mengharap penuh kedatangan sang penyelamat untuk mengentas mereka dari kezaliman. Penantian dan harapan ini dari satu sisi meniupkan ruh segar ke hati manusia dan dari sisi lain, perdamaian serta kebahagiaan segera terwujud dengan kedatangannya.
Imam Mahdi, anak dari Imam Hasan Askari as merupakan anak cucu dari Rasulullah Saw (Ahlul Bait). Ibunda beliau masih cucu dari raja Romawi yang menjadi istri Imam Hasan melalui proses yang menakjubkan. Setelah Imam Mahdi lahir, ayah beliau, Imam Hasan merawat sang bayi dan menjaganya secara ketat. Imam keduabelas umat Syiah ini lebih banyak disembunyikan karena ancaman yang datangnya dari pemerintah zalim saat itu.
Sejak masa kanak-kanak, Imam Mahdi telah dianugerahi oleh Allah swt hikmah dan ilmu pengetahuan serta menjadikannya sebagai tanda bagi umat manusia. Namun karena selalu mendapat ancaman dari pemerintah saat itu, Imam Mahdi tidak tampil ke publik dan dijaga dengan ketat oleh ayah beliau. Untuk beberapa waktu, umat Islam jika ingin berhubungan dengan Imam Mahdi melalui orang-orang kepercayaan beliau. Setelah membimbing umat dalam waktu yang singkat di zaman ghaibah shugra (kegaiban kecil), Imam Mahdi kemudian mengalami ghaibah kubro (kegaiban besar).
Kegaiban pertama dimaksudkan, di antara beberapa alasan, untuk menghindari terjadinya pembunuhan pada diri Imam Mahdi, yang kabar tentang kelahirannya telah masyhur di kalangan umat Islam, termasuk penguasa Bani Abbasiah saat itu. Mereka memata-matai rumah Imam Hasan Askari yang dinubuatkan sebagai tempat kelahiran Imam Mahdi. Alasan lain adalah untuk mempersiapkan umat Syiah dalam menerima otoritas ulama yang kompeten selama kegaiban beliau.
Pada masa kegaiban pendek, umat Syiah menyampaikan masalah-masalah mereka kepada wakil khusus Imam as, yang terkenal sebanyak empat orang. Empat wakil ini kemudian menyampaikan permasalahan tersebut kepada Imam Mahdi as. Pasca kegaiban pendek, yang ditandai dengan berakhirnya perwakilan khusus Imam, akhirnya umat Syiah terbiasa untuk menerima kepemimpinan ulama mereka dalam kegaiban panjang ini.
Kabar tentang datangnya juru selamat dunia telah dikenal manusia sepanjang sejarah. Berita gembira ini dan isyarat kedatangan juru selamat dapat ditemukan disabda dan ajaran para Nabi. Konsep soal datangnya juru selamat ketika dunia mendekati hari Kiamat merupakan ideologi agama Samawi termasuk, Yahudi, Kristen, Zoroaster dan khususnya Islam.
Di dalam Alquran yang mulia tidak terdapat ayat-ayat yang jelas dan tegas tentang imamah, khilafah, dan kepemimpinan al-Imam al-Mahdi ‘alaihissalam, tetapi isyarat-isyarat ke arah itu ada, misalnya, saja dalam firman-firman Allah Azza wa Jalla berikut ini :
"Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya." (QS At-Taubah, 9 : 32)
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran, kendatipun orang-orang musyrik membencinya." (QS At-Taubah, 9 : 33)
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran, kendatipun orang-orang musyrik membencinya." (QS Ash-Shaff, 61: 9)
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkannya atas ajaran seluruhnya, dan cukuplah Allah sebagai saksi. " (QS Al-Fath, 48 : 28)
Di kitab suci Zoroaster disebutkan musnahnya kezaliman dan kegelapan serta munculnya pewaris orang saleh. Di kitab ini diisyaratkan peperangan perkepanjangan antara kebaikan dan kejahatan. Di kitab agama Hindu juga menyebutkan juru selamat yang dijanjikan. Pengikut agama Yahudi yang menganggap dirinya pengikut Nabi Musa as juga memiliki keyakinan soal konsep juru selamat. Mereka senantiasa menunggu kedatangan sosok yang dijanjikan ini. Di kitab suci mereka seperti Taurat dan kitab lainnya ditekankan soal juru selamat tersebut. Adapun agama Kristen melalui kitab Injilnya baik itu Injil Matius, Lukas, Markus dan Barnabas serta injil Yohanes juga menyebutkan banyak isyarat tentang juru selamat akhir zaman.
Keyakinan akan konsep juru selamat di akhir zaman ketika dilontarkan Islam memiliki dimensi khusus. Dalam pandangan Islam juru selamat dunia memiliki kriteria khusus. Juru selamat ini termasuk janji Islam untuk mengakhiri kezaliman yang memenuhi bumi. Islam senantiasa menjanjikan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dibarengi dengan keadilan, kebebasan serta keamanan. Dan ini bukan sekedar mimpi dan pasti terwujud.
Salah satu kriteria penting Imam Mahdi adalah menghancurkan diskriminasi, ketidakadilan dan penyelewengan. Di sisi lain, juru selamat ini akan mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kehidupan yang penuh keadilan serta kebebasan dan keamanan. Ia akan membangun tatanan dunia baru yang dipenuhi keamanan dan keadilan. Pada akhirnya kekuasaan dunia akan diperintah oleh orang-orang saleh.
Sementara itu, harapan dan penantian (intizar) kemunculan Imam Mahdi selain memberikan spirit bagi manusia juga mempersiapkan jalan masa depan. Penantian mampu memberi manusia kekuatan stabil dan spirit ini diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya hingga masa kemunculan Imam Mahdi. Hal inilah yang membuat manusia memiliki semangat kuat untuk menentang kezaliman sepanjang masa.
Sejatinya, penantian berarti tidak puas akan kondisi yang ada. Manusia menanti kebaikan menguasai dunia. Ketika manusia memiliki keyakinan seperti ini. Penantian adalah sebuah kondisi psikologis yang memunculkan persiapan terhadap sesuatu yang dinantikan dan lawan kata dari hal itu adalah putus asa. Setiap kali penantian meningkat, maka persiapan semakin banyak. Tidakkah Anda merasakan jika menanti seseorang yang akan datang, maka akan bertambah pula persiapan Anda ketika kedatangan seseorang itu semakin dekat.
Dari sisi ini, setiap kali tingkatan penantian mengalami perbedaan maka terjadi pula perbedaan kecintaan terhadap orang yang Anda nantikan. Manakala kecintaan semakin besar maka bertambah besar pula persiapan menyambut kedatangan orang yang dicintai. Perpisahan dengan sang kekasih membuatnya sedih. Sampai-sampai orang yang menanti melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan penjagaan dirinya, dia tidak lagi merasakan apa yang menimpa dirinya dari rasa sakit ataupun tekanan yang menyayat.
Seorang mukmin yang menanti pemimpinnya, manakala penantiannya semakin besar maka semakin besar pula upaya dirinya untuk mempersiapkan baik dengan berbuat warak, berupaya sungguh-sungguh, melakukan pembenahan diri, menghindari akhlak-akhlak yang buruk, menghiasi dengan akhlak-akhlak yang terpuji sehingga ia berhasil menjumpai pemimpinnya, menyaksikan keindahannya di masa kegaibannya. Sebagaimana hal ini terjadi pada sejumlah besar orang saleh. Karena itu, para imam maksum memerintahkan para pengikut mereka, sesuai dengan yang tercantum dalam riwayat-riwayat, untuk melakukan upaya pembenahan diri dan melaksanakan segala bentuk ketaatan. (IRIB Indonesia)
Antara Cetho & Prambanan
Antara haru dan bangga berkecamuk dalam diri ini. Haru karena sekian puluh tahun lahir dari daerah yang memiliki peninggalan sejarah tinggi, tapi baru kali ini bisa melihat langsung. Bangga karena ternyata nenek moyang kita dulunya sudah mempunyai peradaban yang tinggi dengan bukti peninggalannya berupa Candi Cetho & Candi Prambanan ini.
Candi Cehto berada di arah Timur laut sekitar 30 km dari rumah kelahiran saya. Rute dari desa saya Ngunut ke lokasi candi Cetho bisa melalui 2 jalur. Pertama bisa melalui Karangannyar kemudian Ngargoyoso terus ke Cetho. Kedua bisa melalui Matesih terus ke Ngargoyoso - Cetho. Kedua rute ini sama enaknya baik jarak maupun kondisi jalan.
Candi Cetho terletak di dataran tinggi 1470m DPL, sehingga jalan untuk sampai ke sana medanya sangat menanjak. Apalagi kalo sudah mendekati lokasi, kendaraan yang tidak begitu prima dihimbau untuk tidak memaksakan naik, karena dikhawatirkan mogok atau malah bisa mundur lagi. Sulitnya medan ke lokasi, akan terbayar dengan pemandangan yang indah setelah sampai pintu gerbang candi. Kita akan merasa di atas awan begitu membalikkan badan atau membelakangi candi.
Menurut beberapa ahli sejarah, dari prasasti yang ada, menunjukkan bahwa berdirinya candi Cetho 1468 – 1475 M. Lebih muda sedikit dibanding Candi Sukuh yang dibangun pada tahun 1416 - 1459 M. Kedua candi dibangun secara punden berundak dan menghadap ke barat, mengarah ke gunung Merapi.

Kami sekeluarga sungguh menikmati pemandangan yang indah sambil mengelilingi pelataran candi yang berundak-undak. Bangunan yang berundak dengan relief tertentu itu, sebenarnya menggambarkan perjalanan diri manusia itu sendiri. Dari tingkatan paling bawah atau yang paling rendah yang bersifat fisik jasmani hingga tingkatan berikutnya semakin menaik, hingga ke tingkatan paling atas yang bersifat ruhani.
Sedangkan candi Prambanan berada di arah Barat laut dari desa saya sekitar 50km, dengan rute Karanganyar – Solo – Klaten. Prambanan ini hampir tiap 3 bulan sekali saya lewati dari perjalanan pulang Bandung – Karanganyar. Tapi baru kali ini seumur-umur saya masuk ke dalamnya. Ternyata sungguh menakjubkan. Bangunan batu yang begitu tinggi dan megah telah berhasil dibangun oleh nenek moyang bangsa Indonesia ini. Byuh…..byuh……, pokoknya mah hueeeeeeebat pisan……….
Kebetulan pada saat saya sekeluarga ke sini, udah menjelang sore sehingga menambah pemandangan lebih mak nyos lagi. Di tambah dengan hadirnya para turis manca negara baik yang dari eropa maupun dari asia timur, jepang dll… Jadianya kami pingin datang lagi kapan-kapan kalau ada kesmpatan……………… Kalau sampean gimana………………..?
Langganan:
Postingan (Atom)
Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam
Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...
-
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (PINANDITO) dan akan senantiasa bert...
-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21 Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21, Mengenai Filsafat SASTRA J...
-
💚 Beberapa Makna KUJANG 💙 By. Ki Sundara 1. KUJANG = KUnci JANG diri. ,,, diri jasmani (ngajisim), diri ruhani (ngajirim), sampurn...












