Rabu, 19 September 2018
Mengintip Tradisi Jawa di Malam Kesembilan Bulan Suro
Kamis, 09 November 2017
Cinta Ahlul Bayt
Keharusan mencintai Ahlul Bait :
1. Syarat masuk surga Rasulullah Saw bersabda, "Pada Hari Kiamat manusia tidak akan melangkahkan kakinya hingga ditanya tentang empat hal; ..., tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait." (Amali Syeikh Mufid, hal 353)
2. Upah Nabi menjalankan risalah Allah Swt berfirman, "... Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan..." (QS. 42: 23)
3. Cinta Ahlul Bait adalah cinta Rasulullah Rasulullah Saw bersabda, "Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepada kalian. Cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah dan cintailah Ahlul Baitku karena cinta kalian kepadaku." (Sunan Turmudzi, jilid 5, hal 664, hadis 3789)
4. Cinta Ahlul Bait dasar keimanan Rasulullah Saw bersabda, "Segala sesuatu ada dasarnya dan dasar keislaman adalah kecintaan kepadaku dan Ahlul Baitku." (Kanz al-Ummal, jilid 12, hal 105, hadis 34206)
Tanda cinta kepada Ahlul Bait :
1. Cinta dibarengi amal Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia beramal dengan perbuatan kami dan bertakwa kepada Allah." (Bihar al-Anwar, jilid 1, hal 92)
2. Cinta kepada pecinta Ahlul Bait Imam Ali as berkata, "Barangsiapa mencintai Allah, ia pasti mencintai Nabi dan barangsiapa yang mencintai Nabi, ia pasti mencintai kami Ahlul Bait dan barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka ia pasti mencintai Syiah kami." (Tafsir Furat Kufi, hal 128)
3. Menyembunyikan cinta di hadapan musuh Imam Ali as berkata, "Kalian jangan memuji kami di hadapan musuh. Jangan juga menyatakan cinta kepada kami di hadapan orang yang tidak layak. Karena mereka tidak dapat menahan diri di hadapan cinta kalian yang berujung pada penghinaan dan gangguan terhadap kalian." (al-Khishal, jilid 2, hal 628)
4. Siap menerima ujian Imam Ali as berkata, "Barangsiapa mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia mempersiapkan kemiskinan sebagai pakaiannya." (Nahjul Balaghah, Shubhi Shaleh, hikmah 112)
5. Berlepas tangan dari musuh Ahlul Bait Di banyak hadis disebutkan, "Bohong, orang yang mengaku mencintai kami Ahlul Bait, tapi tidak berlepas tangan dari musuh-musuh kami." (Mustathrafat as-Sarair, hal 640)
Dampak dan berkah cinta Ahlul Bait
1. Dikumpulkan bersama Ahlul Bait di Hari Kiamat Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang mencintai kami, maka ia akan bersama kami di Hari Kiamat. Bila ada seseorang yang mencintai batu, maka Allah akan mengumpulkannya bersama batu itu." (Amali as-Shaduq, hal 209, majelis 37)
Menanamkan cinta kepada Ahlul Bait :
1. Kebaikan tertinggi Imam Ali as berkata, "Kebaikan tertinggi adalah mencintai kami Ahlul Bait dan keburukan tertinggi adalah membenci kami Ahlul Bait." (Ghurar al-Hikam, jilid 1, hal 211, hadis 3363)
2. Pendidikan anak Rasulullah Saw bersabda, "Didiklah anak kalian dengan tiga hal; cinta kepada Nabi, cinta kepada Ahlul Bait dan membaca al-Quran." (Kanz al-Ummal, jilid 16, hal 456, hadis 45409)
3. Ibadah Rasulullah Saw bersabda, "Mencintai Ahlul Bait Nabi dalam sehari lebih baik dari beribadah selama setahun dan barangsiapa yang meninggal karenanya, niscaya dimasukkan ke dalam surga." (Nur al-Abshar, hal 127).
Senin, 06 November 2017
Wisata Alam "Geopark Ciletuh"
Geoarea Ciletuh
memiliki bentang alam berupa dataran tinggi yang berbentuk tapal kuda
(amphiteater) yang terbuka ke arah Teluk Ciletuh (Martodjojo, 1984). Bentuk
amfiteater ini memiliki diameter lebih dari15 km, sehingga di yakini sebagai
bentuk amfiteater alam terbesar di Indonesia. Di bagian tengah amfiteater
terdapat sebaran batuan tertua di Jawa barat yang berupa batuan bancuh dan
ofiolit hasil pengendapan dari aktivitas tumbukan antara kerak samudera dan
kerak benua pada Zaman Kapur, lebih dari 65 juta tahun lalu.
Begitu masuk pantai
Plampangan langsung disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Hamparan pantai yang
landai karena berbentuk 2/3 bulatan. dengan ombak yang relatif kecil. Di kanan
kiri pantai dan depan pantai pemandangan alam berupa perbukitan yang kelihatan
hijau dan menyembul bebatuan kokoh dari rerimbunan tanaman khas tebing. Di
bebrapa titik terlihat jelas air terjun membelah dinding tebing, kelihatan
putih mempesona.Kamis, 02 November 2017
10 Prediksi Kehidupan Manusia pada 2025
Jadi seperti apa hidup manusia 11 tahun dari sekarang?
Lisensi pilot akan menjadi simbol kedewasaan, tak hanya surat izin mengemudi (SIM) motor atau mobil. Juga teleportasi kuantum akan dimungkinkan, dan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari -- dari rumah ke surat kabar -- menjadi digital.
Untuk melakukan studi tersebut, pada peneliti mengidentifikasi 10 bidang ilmiah yang berkembang berdasarkan analisis topik populer menggunakan Thomson Reuters Web of Science.
Mereka juga menelaah data paten global di Derwent World Patents Index untuk mengidentifikasi 10 bidang paten dengan jumlah penemuan tertinggi sejak tahun 2012. Juga 'hot spot' inovasi yang akan mengarah pada terobosan terbesar di masa depan.
"Alih-alih menggunakan bola kristal (untuk meramal) kami memiliki sumber terbaik: kutipan literatur ilmiah dan konten paten," kata Basil Moftah, pimpinan Thomson Reuters IP and Science dalam rilisnya, seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Selasa (1/7/2014).
Analisis penelitian terkini dan aktivitas komersial menjadi dasar bagi prediksi perkembangan yang paling menarik yang akan muncul pada dekade berikutnya.
Moftah menambahkan, hal tersulit adalah memilih 10 prediksi final dari sekian banyak kutipan dan jurnal. "Menentukan sepuluh besar menjadi perdebatan utama," kata dia.
"Ada banyak investasi yang terjadi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh dunia, dan seperti biasa, ada rentang yang luas dan bidang penelitian yang dilakukan di universitas-universitas dan lembaga.'
Salah satu prediksi yang dimuat dalam laporan menyebut, tenaga surya akan menjadi sumber energi terbesar di Bumi pada tahun 2025.
Berdasarkan makalah-makalah ilmiah yang paling banyak dikutip dalam waktu 2 tahun, proses memanen dan mengubah energi matahari akan semakin maju. Pada akhirnya, menurut para ilmuwan, yang terjadi lebih dari sekedar sadar lingkungan: energi matahari akan digunakan oleh mayoritas penduduk dunia.
Tak hanya itu, pemetaan DNA juga akan menjadi yang paling menjanjikan. "Dalam waktu 10 tahun ke depan, pemetaan DNA melalui kelahiran akan menjadi hal biasa, kata Moftah.
Para peneliti juga memprediksi uji teleportasi akan makin sering. "Berkat riset yang kemudian menjadi proyek Higgs Boson."
Literatur ilmiah makin meriah terkait Higgs Boson, atau yang dikenal dengan 'partikel Tuhan'. Lebih dari 400 pada 2012. Hal itu, kata mereka, dianggap sebagai indikator kunci bahwa para ilmuwan akan mencoba teknik teleportasi kuantum yang lebih ambisius. Apa lagi yang lain?
Angka demensia akan menurun. Demensia adalah penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Menurut laporan, pada 2015, 'Baby Boomers' -- bayi-bayi yang lahir selama ledakan jumlah kelahiran pasca-Perang Dunia II antara 1946 dan 1964 -- akan mencapai usia 80-an tahun ke atas. Akan ada lebih banyak dana penelitian ilmiah yang dikucurkan terkait penderitaan yang mungkin mereka hadapi.
Metode memanen, menyimpan, dan mengubah energi matahari akan makin maju dan efisien. Tenaga surya akan menjadi sumber energi utama di planet kita.
Impian memodifikasi genom manusia akan menjadi kenyataan, menjadikan pencegahan penyakit diabetes, seperti diabetes tipe 1, menjadi mungkin. Diabetes melitus tipe 1 adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Berkat kemajuan dalam teknologi pencahayaan dan teknik pencitraan, ditambah dengan modifikasi genetik tanaman, kekurangan pangan dan fluktuasi harga pangan akan menjadi bagian dari masa lalu.
Teknik penerbangan berbobot ringan dan teknologi baterai baru akan memungkinkan alat transportasi bertenaga listrik makin banyak melaju di darat, juga udara.
Pesawat mikro-komersial akan terbang di langit, melayani rute jarak pendek. Kapal terbang jenis baru tersebut bisa lepas landas dan mendarat di area yang lebih kecil, mendapatkan lisensi pilot bisa menjadi identitas kedewasaan seseorang di Abad ke-21.
Segala sesuatu akan dijitalisasi. Dari mobil hingga rumah, bisa merespon apa yang diinginkan pengguna. Sistem yang sama digunakan untuk mengubungkan wilayah geografis, juga setiap orang.
"Bayangkan hari ketika seluruh benua Afrika benar-benar, terkoneksi secara digital," tulis para peneliti. "Hari itu akan terjadi pada 2025."
Kemasan ramah lingkungan yang 100 persen biodegradable akan menjadi normal. Sementara kemasan berbasis minyak bumi tak akan ada lagi.
Perawatan kanker akan lebih sedikit memiliki efek samping racun. Pengembangan obat akan jauh lebih tepat, mengikat protein tertentu dan menggunakan antibodi untuk memberikan mekanisme tindakan yang tepat.
Efek bahan kimia beracun yang melemahkan pada pasien akan berkurang secara signifikan.
Evolusi nanoteknologi, ditambah dengan teknologi 'Big Data' yang lebih luas -- yang menggabungkan data dari banyak orang yang berbeda, membuat pemetaan DNA (DNA mapping) saat kelahiran akan menjadi hal yang biasa, juga uji kesehatan setahun sekali. Hal-hal tersebut memungkinkan penyakit bisa teridentifikasi.
Meskipun pada 2025 manusia belum akan bisa melakukan teleportasi antar-ruang, investasi yang signifikan dalam dan pengujian teleportasi kuantum akan berlangsung dengan menggunakan bentuk-bentuk materi 'eksotis', yang akan membuktikan konsep tersebut tak hanya mungkin tapi akan sangat berguna. (Yus).
Minggu, 22 Oktober 2017
Hakekat Cahaya
Hakekat Cahaya Al Qur'an HAKEKAT CAHAYA AL QUR'AN Allah telah menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan. Karena segala ciptaan sudah ditetapkan selalu berpasang-pasangan, berarti Al Qur'an pun demikian, yakni ada Al Qur'an yang berwujud lahir : "Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an berbahasa Arab supaya kamu berfikir ". (Az zukhruf 43 : 3 ) "Sesungguhnya Kami telah memudahkan AI Qur'an itu dengan bahasamu agar dapat engkau memberi kabar gembira dengannya kepada orang-orang bertaqwa dan agar engkau memberi peringatan denganya kepada kaum yang membangkang ". (QS Maryam 19 : 97) Dan ada Al Qur'an yang berwujud batin (AI Qur'an yang hakiki). Al Qur'an yang hakiki jangan direlevansikan dengan lembaran kertas yang diatasnya di tulis dengan tinta hitam dalam bahasa Arab, yang berisi tentang berita dari Yang Maha Kuasa. Al Qur'an yang berupa lembaran kertas itu ditulis pada zaman khalifah Usman ratusan tahun setelah turunnya Al Qur'an yang hakiki. Al Qur'an hakiki yang dibawa Jibril (Jabr Ilahi) adalah berupa geteran-getaran yang Maha hebat. Jibril tidak mengantarkan kepada Nabi Muhammad lembaran Al Qur'an yang berupa kertas yang kita kenal sekarang, yang ditulis di batu-batu atau di pelepah-pelepah korma agar mudah diingat. "Qul nazzalahuu ruuhul kudusi mir rabbika bil haqqi" "Katakanlah : "Ruhul Kudus menurunkan Al-Qur'an dari Tuhan dengan benar". ( An-NahI 16 :102). Jibril (Jabr Ilahi) membawa Al-Qur'an itu dari sisi Rab-Nya. Tuhan berada pada dimensi yang maha halus berarti sangat mustahil Jibril (Jabar Ilahi) membawa Qur'an berupa kertas yang kasar. "Iqra" itulah ayat yang pertama kali sekali turun, dan bukan kertas dan juga bukan suara tetapi wahyu. Kata "Iqra" adalah kata-kata yang telah ditransfer ke dalam bahasa Arab agar orang Arab atau Bani Adam saat itu dapat mengerti. Tetapi "Iqra" yang sejati ditransfer dari wahyu tanpa huruf dan tanpa suara. Yang paling jelas apa itu AI-Qur'an yang hakiki adalah sesuai dengan firman Allah dalam AI Qur'an : "Wa innahu flu ummil kitaabi ladainaa la'alayyun hakiim" "Dan sesunggunya AI-Qur'an itu dalam induk Al-Kitab (lauh Mahfuz) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi dan amat banyak mengandung hikmah" (QS Az Zukhruf 43 : 4) Jadi Al-Qur'an yang hakiki berada di sisi Tuhan yaitu di Lauhul Mahfuz, di alam yang sangat halus. Yang demikian itulah yang dibawa oleh Jibril (Jabr Ilahi), sehingga sewaktu Nabi menerimanya terasa amat berat sekali, seperti yang disabdakannya dalam hadits berikut : Dari Aisyah ibu kaum muslimin r.a, bahwasannya Harits bin Hisyam r.a bertanya kepada Rasulullah s.a.w, : "Wahai Rasulullah bagaimana datangnya wahyu kepada engkau ? "Rasulullah s.a.w, bersabda : "Kadang-kadang datangnya wahyu kepadaku seperti gemerincingnya lonceng, itulah yang paling berat atasku, kemudian wahyu itu terputus (selesai) dan saya telah hafal tentang apa yang dikatakannya; kadang-kadang malaikat itu menampakkan dirinya kepadaku maka saya hafal tentang apa yang dikatakannya ". Aisyah r.a berkata : "Saya melihat beliau ketika wahyu sedang turun pada suatu hari yang sangat dingin, kemudian wahyu itu terputus (selesai) sedang kening beliau mengalirkan keringat (HR. Bukhari). "Kadang-kadang wahyu itu seperti gemerincing lonceng, itulah yang paling berat atasku...." Inilah isyarat bahwa Al Qur'an itu bukan bahasa dan realita yang sebenarnya hanya Allah dan Rasulnya yang tahu. Kalau kita ambil sebuah perumpamaan bahwa apa yang dibawa oleh Jibril (Jabr Ilahi) saat itu berupa gelombang-gelombang elektronik dan setelah berada di bibir dan lidah Rasulullah Saw, berubah menjadi gelombang-gelombang suara. Bila kita bandingkan dengan suara petir bagaimanapun kerasnya tidak pernah mencucurkan keringat manusia yang mendengarnya, namun ketika Nabi Saw menerima wahyu, beliau sampai mencucurkan keringat padahal dalam cuaca yang cukup dingin. Beliau pada saat itu merasa betapa beratnya menerima wahyu yang berupa Nur atau getaran tinggi itu, sebab Al-Qur'an adalah Nur yang Maha hebat getarannya, melebihi getaran Nuklir, melebihi getaran sang iblis, lebih dari malaikat, dan lebih dari bencana apapun namanya di dunia ini. Al Qur'an adalah sesuatu yang hidup, sesuatu yang gaib di balik yang gaib. "Lau anzanaa haadzal qur-aana'alla jabalil la raaitahuu khaasyi'ammutashaddi'ammin khasyyatillaahi wa tikal amtsaalu nadhribuhaa lin naasi la'allahum yatafakkaruun" "Seandainya kami menurunkan AI-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk pecah belah disebabkan takut kepada Allah, dan perumpamaan¬perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (QS Al Hasyr 99 : 21) Inilah Al Qur'an yang mencucurkan keringat Nabi ketika menerimanya dari Ruhul Kudus. Inilah Al Qur'an dari Lauhul Mahfuz yang Maha dahsyat dari sisi Tuhan, Raja di langit dan di bumi. Al Qur'an itulah yang dapat menghancurkan gunung itu. Lalu bagaimana dengan Al-Qur'an yang ditulis dalam bahasa Arab yang kita baca sehari-hari ? Apakah ia bisa menghancurkan gunung ? Mari kita uji, bawa Al Qur'an yang berupa kertas itu, lalu letakkan di atas gunung mana yang hancur, gunung atau Al Qur'an yang berupa kertas itu ? Al Qur'an yang tertulis itu hanya menjadi petunjuk untuk mengenal Al Qur'an yang hakiki. Yang perlu kita gali sekarang ini adalah Al Qur'an dengan segala kehebatannya. Bagaimana cara untuk mendapatkannya ? Bertanyalah kepada ahli dzikir jika engkau tidak mengetahui karena merekalah teknokratnya. Itulah maksud Tuhan dengan firman-Nya : "Tsumma auratsnal kitaabal ladziinash thafainaa'ibaadinaa" "Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba¬hamba Kami (QS Faathir 35 : 32) Orang yang berhak menerima warisan Al Qur'an itu adalah mereka yang rohaninya sederajat dengan Nabi Saw, kalau tidak akan hancurlah orang itu, sebab Al-Qur'an itu maha hebat getarannya, melebihi dari getaran tenaga listrik, atom dan nuklir. Inilah Al Qur'an yang hakiki dari Rabbul Alamin. Mari kita perhatikan kalimat di atas, "....kepada orang yang kami pilih", sesuatu pengkhususan bukan umum. Jadi, yang bisa mewarisinya adalah orang-orang pilihan. Siapakah orang pilihan itu ? "Laa yamassuhuu illal muthahharuun" "AI-Qur'an (ini) tidak disentuh kecuali bagi orang-orang yang disucikan" (QS Al Waaqi'ah 56 79). Dalam riwayat yang sangat terkenal, Nabi Saw, sebelum mengadakan perjalanan Isra' dan Mi'raj beliau dioperasi terlebih dahulu oleh Jibril dalam rangka mengemban tugas menerima sholat untuk mendapatkan Al Qur'an. Dalam tempo bertahun-tahun beliau menyepi di Gua Hira untuk mencapai kesucian sebab beliau nantinya akan menerima Al Qur'an yang maha hebat. Kemudian mari kita renungi Nabi Saw adalah kekasih-Nya, baru bisa dan berhak menerima Al Qur'an yang hakiki tersebut terlebih dahulu harus disucikan. Lantas bagaimana dengan diri kita masing-masing apakah berhak menerima Qur'an itu sebelum disucikan ? Ingat di sini bukan kata "menyucikan" tetapi "disucikan" jelas berbeda maknanya. Al Qur'an yang harus kita warisi itu adalah yang dibawa Jibril (Jabr Ilahi) ke dalam hati Nabi Saw. "Nazala bihir ruuhul amiin" "Dia (AI-Qur'an) di bawa turun oleh ar ruh Al Amin". (QS. Asy syu'araa 26 : 193). Bagaimana Jibril (Jabr Ilahi) memberikan AI Qur'an itu ? Apakah dengan kata-kata yang di dengar ditelinga lalu dihafal oleh Nabi atau berupa lembaran-lembaran kertas dari surga atau berupa batu atau kayu yang ditulis, lalu Nabi membaca dan menghafalnya ? 'Alas qalbika "Ke dalam Qalbu-mu (hai Muhammad) ". (QS Asy Syu'araa' 26 : 194 ). Al Qur'an diturunkan ke dalam hati karena qalbu itu memiliki sifat-sifat khusus, karena alasan itulah Al Qur'an diturunkan ke dalam qalbu. Al-Qur'an merupakan misteri, sesuatu misteri dalam misteri, suatu misteri yang terdiri dari dan diliputi oleh misteri. Oleh karena itu perlu bagi Al-Qur'an untuk menjalani proses penurunan guna mencapai tingkat yang terendah dari manusia. Disinilah kunci kelemahan sebagian umat Muslim dewasa ini, mereka telah salah persepsi terhadap Al Qur'an, akhirnya mereka terpendam jauh ke lumpur kelupaan. Al Qur'an hanya dijadikan sebagai sebuah nyanyian (mengaji). Sebagaimana hadis qudsi berikut : "Saya tii'alaa ummatii zamaanun laa yabqaa diinuhum illaa ismuhuu walaa mina) qur aani illaa rasmuhuu "Akan datang pada waktuku, suatu masa di mana agama Islam tinggal namanya dan Al-Qur'an tinggal tulisannya". (HR. Ibnu Majah dan Ath Thirmidzi). Yang bisa berbahasa Arab, Al Qur'an itu dibaca maknanya, sejarahnya, kemudian dipermainkan diotaknya, lalu dikajinya sebagaimana proses pengkajian ilmu-ilmu filsafat. Tetapi Al Qur'an yang hakiki itu tetap tidak bisa dijangkau oleh akal. "Bawasannya AI-Qur'an ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu hai Muhammad" (HR. Abu Syurairah Al Khuja'i). Yang satu ujungnya di tangan Nabi Saw, maksud hadits tersebut bukan lahirnya tetapi masih merupakan hakikat dan sangat tersembunyi di dalam diri Rasulullah Saw. "Al-Qur'an itu memiliki lahir dan batin, akhir dan awal" (Al Hadits). Al-Qur'an dan hadits itu suatu wujud ilmu Allah yang satu, yang tiada berkesudahan atau tanpa batas. Pikiran manusia adalah suatu penampilan jiwa yang sangat terbatas kepada empirik, tentang apa yang dilihat dan dirasakan, itu dihubung-hubungkan kemudian membuat satu hipotesa atau kesimpulan. Sangat perlu disadari bahwa apa yang ada di dalam pikiran itu merupakan pengandaian¬pengandaian. Ingatlah akan satu kesimpulan para filosof, bahwa ilmu filsafat tidak pernah terjadi titik temu antara satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya Imam Al Ghazali menuduh filsafat itu kacau balau. Demikian pula para ahli ilmu jiwa mulai dari Freud yang berbangsa Yahudi, mereka mengatakan menguasai tentang jiwa, padahal ilmu jiwa yang mereka kuasai adalah ilmu jiwa tanpa jiwa. Mereka hanya meraba-raba terhadap gejala-gejala jiwa dari empirik lewat perbuatan obyek yang diamati. Dalam kaitan dengan memahami Al Qur'an dan hadits hendaknya pola pikir atau gaya situasi para filosof dan psikiater itu ditanggalkan jauh jauh. Sebab Al-Qur'an itu adalah wahyu yang dimasukkan oleh Jibril ke dalam qalbu. la datang dari alam metafisik lalu hinggap di alam fisik. AI-Qur'an yang batin tidak bisa ditemukan Iewat pendidikan formal. la hanya bisa ditemukan Iewat wasilah-Nya dan lewat pengosongan diri dan dilanjutkan dengan melakukan metode liqo' Allah. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa Al Qur'an itu Nur yang dipancarkan oleh Jibril (Kekuatan Allah = Jabr Il) ke dalam hati Muhammad, lalu ia menjadi kekuatan yang tidak sebanding dengan bumi dan langit. Memperolehnya harus membersihkan diri. Adapun perenungan, olah pikir, atau olah rasa, semata-mata jalan untuk memperoleh karunia Allah, yang pada akhirnya kita akan mendapatkan Cahaya Al Qur'an atau Nurul Qur'an.
Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam
Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...
-
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (PINANDITO) dan akan senantiasa bert...
-
💚 Beberapa Makna KUJANG 💙 By. Ki Sundara 1. KUJANG = KUnci JANG diri. ,,, diri jasmani (ngajisim), diri ruhani (ngajirim), sampurn...
-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21 Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21, Mengenai Filsafat SASTRA J...





