Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?
Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.
Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.
Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?
RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.
Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.
Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.
Namun, Kartini tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang -- lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.
Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.
Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.
Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.
Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.
"Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?" Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. "Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?" Kyai Sholeh balik bertanya.
"Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku," ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; "Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.
Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.
Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.
Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.
Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.
Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; "Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.
Senin, 23 April 2012
Perjalanan Spiritual Seorang RA Kartini
Sabtu, 21 April 2012, 20:11 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Teguh Setiawan/Wartawan Senior Republika
Senin, 16 April 2012
Madu Pahit Super Al-Mahaz
Dinkes P-IRT No. 109327701174
Dengan kandungan ALKALOID Tinggi ( zat anti infeksi) dan ANTIBIOTIK alami, menjadikan Madu Pahit Al-Mahaz sebagai salah satu alternatif yang terbaik untuk membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit KRONIS (Insya Allah).
Sangat aman dan dianjurkan terutama bagi penderita DIABETES MELITUS untuk membantu menormalkan gula darah tinggi, karena kadar GLUKOSA-nya yang RENDAH.
BERKHASIAT & BERMANFAAT
1.Meningkatkan kekebalan tubuh
2.Perawatan & pengobatan penyakit Diabetes mellitus.
3.Mengatasi masalah masuk angin
4.Pengobatan pada berbagai alergi
5.Diet alami / Over Weight
6.Membantu proses detoxifikasi
7.Menambah stamina & Vitalitas
8.Perawatan Keluhan Organ Ginjal
9.Pengobatan & Perawatan Stroke
10.Pengobatan penyakit Jantung
11.Mengatasi masalah pencernaan
12.Mengobati darah tinggi & rendah
13.Pengobatan pada Lemah Syahwat
14.Memperkuat kerja Liver / hati
15.Mengobati masalah mata
16.Membantu mengatasi keluhan : Asma, Batuk, Sakit tenggorokan, Paru-paru, Mengobati luka, Reumatik, Bau badan, Trigliserid, Kolesterol, Kualitas Tidur, Mengurangi dengkuran saat Tidur, dan lain-lain.
Harga & Kemasan :
1. Kemasan 460gr = Rp. 200.000,-
2. Kemasan 200gr = Rp. 100.000,-
Pemesanan bisa hubungi :
Ibu Dyah Mulyati
Telp : 022-86600565/ 085624823517
Penelitian Madu sebagai Obat
Bukti ilmiah modern membuktikan akan kandungan dan khasiat madu. Madu mengandung berbagai jenis komponen gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Yaitu Karbohidrat, Asam amino, Mineral, Enzim, Vitamin, Air, dan Zat-zat organik lainnya. Madu sebagian besar mengandung Karbohidat berupa gula glukosa dan fruktosa, yang sudah jelas berbeda dengan gula pada gula pasir atau gula aren yaitu sebagian besar adalah gula sukrosa.
Gula pada madu dapat langsung diserap darah, sedangkan sukrosa harus melalui proses pencernaan. Nilai kalori madu sangat besar 3.280 kal/kg, setara dengan kalori 50 butir telur ayam, 5,7 liter susu.
Madu kaya akan mineral penting (K, Ca, Fe, I, Na, S, Cl, P, Mn, Mg) yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar, asam lemak vitamin B komplek (kecuali B1), D, E dan K serta berbagai macam enzim. Kandungan garam mineral madu serupa dengan kandungan garam mineral dalam darah manusia. Zat besi Fe dapat meningkatkan jumlah Eritrosit darah ( Sel darah merah, eritrosit (en:red blood cell, RBC, erythrocyte) adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. ) dan meningkatkan kadar Hemoglobin ( Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Asetil kolin (Asetilkolin merupakan salah satu jenis neurotransmiter/zat kimia penghantar rangsangan saraf. Asetilkolin merupakan gabungan senyawa kimia yang berperanan pada proses penyimpanan dan pemanggilan kembali memori, perhatian (atensi), maupun tindak balas seseorang. Makin banyak asetilkolin yang disintesis, makin banyak pula yang dilepaskan ke dalam sistem saraf sehingga makin baik pula proses memori dan atensi. Ia juga berperanan dalam menghantar isyarat dalam bentuk kimia terus ke bahagian otot zakar dan bertindak balas secara mengembang, menutup salur darah dan mengeraskan zakar. )
dalam madu dapat melancarkan metabolisme seperti memperlancar peredaran darah dan menurunkan tekanan darah. Ada berbagai jenis enzim seperti diastase, invertase, katalase, peroksidase, dan lipase yang membantu proses pencernaan sehingga memperlancar metabolisme. Sejumlah asam amino seperti asam malat, tartarat, sitrat, laktat, juga berperan dalam metabolisme.
Madu mengandung perangsang biogenik yang berperan meningkatkan kesegaran .
Di dalam madu masih terkandung biose atau zat pengatur tumbuh yang mempercepat pertumbuhan akar, tunas, serta pembuangan pada tanaman, selain zat antibakteri, sehingga bisa membantu mempercepat pulihnya jaringan yang luka serta mencegah infeksi.
Vitamin B2 dan B6 yang berperan dalam metabolisme protein dan mencegah penyakit kulit. Ada pula B3 (asam pantotenat) dan H (biotin) yang berperan dalam metabolisme lemak dan protein serta menghambat penyakit kulit seperti eksim dan herpes. Madu mengandung anti bakteri dan bersifat higrokopis (menarik air dari lingkungan), sehingga dapat digunakan sebagai kompres luka luar akibat infeksi dan luka yang bersifat basah akan lebih cepat kering. Zat antibakteri yang terdapat dalam madu adalah hidrogen peroksida, dan juga adanya peranan senyawa flavonoid (terutama asam caffeat, asam ferulat).
Madu mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah keriput atau penuaan dini. Semakin gelap warna madu maka semakin besar kandungan anti oksidannya (senyawa fenol). Zat antibakteri dalam madu dapat menyembuhkan jerawat. Hidrogen feroksida juga sangat efektif untuk membersihkan kulit.
Enzim peroksidase melakukan oksidasi metabolisme peroksida yang merupakan limbah metabolisme, yang dapat mempercepat penuaan. Selain sebagai nutrisi kulit, madu sebagai pelembab alami kulit dan berperan dalam perawatan rambut. Ini terbukti, telah digunakannya madu pada produk perawatan kulit dan rambut.
Beberapa asam organik madu (asam asetat, butirat, formiat,suksinat,glokolat, malat, sitrat,piruvat) terdapat juga hormon gonadotropin yang berguna bagi kesuburan refroduksi, serta berbagai senyawa penting lainnya yang sangat berguna bagi kesehatan kita.
(Madu Pahit.com)
Selasa, 10 April 2012
Liwet Instan
MASAK NASI LIWET, TIDAK LAGI RIBET.
Nasi Liwet Instan 1001 merupakan hasil olahan dari beras Garut pilihan melalui 3 ( tiga) kali proses Penggilingan dan Penyaringan sehingga menjadikan praktis tanpa harus melakukan lagi pencucian dengan tetap menjaga mutu serta kualitasnya.
Liwet Instan, suatu waktu ada temen yang ke kantor, membawa oleh-oleh dari garut. kalo ngga salah beliau memberikan 4 dus ukuran 250 gr Liwet instan. Kemudian esok harinya, minta ke salah satu karyawan untuk memasaknya. Liwet tersebut dimasak di magic Com. Menjelang istirahat siang, begitu dibuka tutup megic Com yang dipakai masak langsung tercium bau semerbak Khas Liwet dengan aroma daun salam, sereh dan ikan asin/teri. Membuat lidah bergoyang karena pingin menyantapnya. Begitu istirahat tiba, maka langsung liwet tersebut diserbu dan disantap hanya dengan krupuk. Dengan membaca do'a mau makan, kami mulai menyuapkan liwet tersebut sesuap demi sesuap. Setelah aroma khas liwet yang tercium, berikutnya adalah "pulen" nya nasi terebut yang begitu memanjakan lidah. Tanpa terasa 1 piring "munjung" langsung habis dalam hitungan menit.
Berawal dari situ, terlintas dalam benak saya untuk mencoba menyebarluaskan informasi. Bahwa ada liwet instan, yang praktis untuk dinikmati, kapan saja dan dimana saja. Kemasannya yang bagus dengan ukuran 250gr & 500gr bisa menjadi barang oleh-oleh.
BERAS TIDAK PERLU DICUCI LAGI.
Bisa Langsung Dimasak di Magic Com, Periuk atau panci.
Nasi Liwet Instan 1001 terbuat dari berbagai bahan alami sehingga menghasilkan nasi liwet yang pulen dengan aroma yang menggugah selera makan sekaligus memanjakan lidah penikmat liwet.
Komposisi : Beras, Minyak, Bumbu & Rempah-rempah
Tersedia dalam 5 ( Lima) rasa : Rasa Original, Rasa Jengkol, Rasa Pete, Rasa Teri dan Rasa Jambal.
Harga :
1. 500 gr. : Rp. 25.000,-
2. 250 gr. : Rp. 15.000,-
Pingin mencoba, hubungi Ibu Dyah phone : 022-86600565/ 085624823517
Selasa, 14 Februari 2012
Mencari Titik Kesamaan Sunnah-Syiah
Rabu, 2012 Februari 08 08:22
Sikap mengabaikan para ulama dan tokoh yang diterima di kalangan Syiah dan Ahlu Sunnah dan menebarkan kebohongan dan hal-hal subjektif tentang mazhab-mazhab Islam tentu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Politisasi dan pencitraan Syiah sebagai mazhab yang baru muncul serta menuding kelompok ini sebagai ajaran sesat merupakan sebuah langkah keliru dan bentuk kezaliman. Sejarah kemunculan Syiah kembali kepada zaman Rasul Saw dan untuk lebih jelasnya tentang sejarah mazhab ini dapat mempelajari kitab al-Ghadir karya Allamah Amini dan al-Murajaat karya Allamah Abdul Husein Sharafuddin al-Musawi serta merujuk sumber-sumber otentik Syiah. Di pihak lain juga tidak benar sikap menghina Ahlu Sunnah dan melecehkan keyakinan mereka. Ahlul Bait as dan para ulama Syiah tidak pernah berbuat seperti itu dan tidak merekomendasikan sikap tersebut. Teladan Ahlul Bait as adalah hidup berdampingan dan menjalin interaksi dengan Ahlu Sunnah.
Para Imam maksum as menyeru pengikutnya untuk membangun hubungan dan hidup damai dengan Ahlu Sunnah. Imam maksum as selain meminta pengikutnya untuk menjaga identitas Syiah, juga mengajarkan prinsip-prinsip kesamaan kepada mereka. Para pembesar dan imam fikih Ahlu Sunnah juga berbuat demikian dengan Imam maksum as dan tokoh-tokoh Syiah. Para imam fikih Ahlu Sunnah menjalin hubungan baik dan interaksi dengan Imam maksum as. Abu Hanifah dan Imam Malik senantiasa hadir di madrasah Imam Jakfar Shadiq as dan berkali-kali terlibat dialog ilmiah dengan beliau as. Rahasia kelanggengan mereka karena bentuk interaksi dan sifat personal dan sosial.
Para tokoh agama memanfaatkan ilmu dan kesantunannya untuk membimbing umat manusia. Pada prinsipnya akhlak mulia dan tatakrama Islam dan kemanusiaan dapat menjadi sarana untuk menjelaskan kebenaran dengan lebih baik dan dapat diterima pihak lain. Penghinaan terhadap sakralitas Syiah dan Ahlu Sunnah di dunia maya merupakan sebuah kesalahan besar. Sayangnya tindakan negatif ini semakin meluas dari hari ke hari dan dampaknya akan menimpa seluruh umat Islam. Uniknya al-Quran mengajarkan umat Islam bagaimana menyikapi sakralitas kaum musyrik apalagi sakralitas antar sesama. Al-Quran meminta Muslimin untuk tidak menghina berhala-berhala yang disembah oleh kaum musyrik, karena benda-benda itu suci bagi mereka. Sesuatu yang sakral lebih bernilai bagi manusia ketimbang keluarganya. Mereka siap mengorbankan harta, jiwa, dan anak-anaknya demi membela nilai-nilai suci.
Akidah dan keyakinan sebuah kelompok tentu saja bernilai dan mulia bagi para pengikutnya. Meski demikian diskusi ilmiah tentang keyakinan beragama dan bermazhab yang jauh dari sikap menghina dan melecehkan adalah sesuatu yang positif dan konstruktif. Kini apa yang menjadi tragedi dakwah agama via internet adalah debat liar atas nama Syiah dan Ahlu Sunnah dengan membiarkan musuh kolektif bebas melakukan aksinya. Pihak tertentu meluncurkan berbagai situs untuk menyerang sakralitas Syiah atau Ahlu Sunnah dan menebarkan fitnah. Kelompok ini telah melupakan ajaran al-Quran yang menyebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Selama berabad-abad para tokoh Syiah dan Ahlu Sunnah menjalin tali persaudaraan dan membangun hubungan keluarga. Mereka menyimak pandangan satu sama lain dan senantiasa melakukan diskusi ilmiah. Kini pihak tertentu atas nama Syiah atau Ahlu Sunnah terlibat konflik di dunia maya dan menilai dirinya lebih rasional dari para tokoh mazhab tersebut. Alangkah baiknya jika tokoh kedua kelompok itu secara resmi mencegah fenomena berbahaya tersebut dan meningkatkan hubungan antar sesama. Maksud dari hubungan bersahabat, persatuan dan solidaritas umat Islam bukan berarti mensyiahkan yang Sunni atau mensunnikan yang Syiah, tapi menjelaskan kebenaran dan titik-titik kesamaan kedua mazhab.
Sepertinya ada pihak asing dan musuh-musuh Islam yang mendukung aksi saling hujat di dunia maya lewat berbagai situs. Oleh karena itu kaum muda Islam perlu bersikap hati-hati dan tidak terjebak dengan skenario musuh kolektif yang ingin menghancurkan Islam. Situs-situs Islami juga perlu didesain atas prinsip-prinsip Islam dan kesamaan mazhab untuk melawan Islamphobia dan dan menyebarkan ajaran Islam. (IRIB Indonesia/Taqrib/SL)
Oleh: Mohammad Reza Ismaili
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah pemuda Muslim dari negara-negara Islam bahkan Republik Islam Iran berhasil dibujuk untuk meninggalkan agamanya dan berpindah kepada ajaran Kristen atau aliran kepercayaan baru. Fenomena menyedihkan itu lahir karena beberapa faktor dan salah satunya perpecahan dan konflik sektarian antara Syiah dan Ahlu Sunnah. Kedua kelompok besar ini senantiasa memfokuskan diri pada perbedaan yang minim dan melupakan prinsip-prinsip kesamaan yang cukup besar.
Keesaan Tuhan, kesamaan Rasul Saw, keyakinan tentang hari kiamat, puasa, haji, zakat, jihad, amr makruf dan nahi munkar, Ahlul Bait Nabi as dan masalah-masalah lain, merupakan dimensi-dimensi kesamaan umat Islam. Namun sayangnya kesamaan-kesamaan ini telah digunakan oleh pihak tertentu untuk menyulut perpecahan dan konflik terutama di dunia maya.
Sudah tiba waktunya bagi para tokoh Syiah dan Ahlu Sunnah untuk lebih memperhatikan poros-poros kesamaan kedua mazhab dan menjalin hubungan bersahabat serta ilmiah satu sama lain. Mereka juga perlu mengumpulkan dan membukukan hadis dan riwayat dalam berbagai tema sehingga pengikut Syiah dan Ahlu Sunnah lebih mengenal prinsip-prinsip kesamaan kedua mazhab tersebut. Sementara menyangkut sisi perbedaan pandangan dan akidah perlu dibahas secara ilmiah, argumentatif dan bersahabat serta jauh dari sikap saling menghina dan melecehkan.Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah pemuda Muslim dari negara-negara Islam bahkan Republik Islam Iran berhasil dibujuk untuk meninggalkan agamanya dan berpindah kepada ajaran Kristen atau aliran kepercayaan baru. Fenomena menyedihkan itu lahir karena beberapa faktor dan salah satunya perpecahan dan konflik sektarian antara Syiah dan Ahlu Sunnah. Kedua kelompok besar ini senantiasa memfokuskan diri pada perbedaan yang minim dan melupakan prinsip-prinsip kesamaan yang cukup besar.
Sikap mengabaikan para ulama dan tokoh yang diterima di kalangan Syiah dan Ahlu Sunnah dan menebarkan kebohongan dan hal-hal subjektif tentang mazhab-mazhab Islam tentu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Politisasi dan pencitraan Syiah sebagai mazhab yang baru muncul serta menuding kelompok ini sebagai ajaran sesat merupakan sebuah langkah keliru dan bentuk kezaliman. Sejarah kemunculan Syiah kembali kepada zaman Rasul Saw dan untuk lebih jelasnya tentang sejarah mazhab ini dapat mempelajari kitab al-Ghadir karya Allamah Amini dan al-Murajaat karya Allamah Abdul Husein Sharafuddin al-Musawi serta merujuk sumber-sumber otentik Syiah. Di pihak lain juga tidak benar sikap menghina Ahlu Sunnah dan melecehkan keyakinan mereka. Ahlul Bait as dan para ulama Syiah tidak pernah berbuat seperti itu dan tidak merekomendasikan sikap tersebut. Teladan Ahlul Bait as adalah hidup berdampingan dan menjalin interaksi dengan Ahlu Sunnah.
Para Imam maksum as menyeru pengikutnya untuk membangun hubungan dan hidup damai dengan Ahlu Sunnah. Imam maksum as selain meminta pengikutnya untuk menjaga identitas Syiah, juga mengajarkan prinsip-prinsip kesamaan kepada mereka. Para pembesar dan imam fikih Ahlu Sunnah juga berbuat demikian dengan Imam maksum as dan tokoh-tokoh Syiah. Para imam fikih Ahlu Sunnah menjalin hubungan baik dan interaksi dengan Imam maksum as. Abu Hanifah dan Imam Malik senantiasa hadir di madrasah Imam Jakfar Shadiq as dan berkali-kali terlibat dialog ilmiah dengan beliau as. Rahasia kelanggengan mereka karena bentuk interaksi dan sifat personal dan sosial.
Para tokoh agama memanfaatkan ilmu dan kesantunannya untuk membimbing umat manusia. Pada prinsipnya akhlak mulia dan tatakrama Islam dan kemanusiaan dapat menjadi sarana untuk menjelaskan kebenaran dengan lebih baik dan dapat diterima pihak lain. Penghinaan terhadap sakralitas Syiah dan Ahlu Sunnah di dunia maya merupakan sebuah kesalahan besar. Sayangnya tindakan negatif ini semakin meluas dari hari ke hari dan dampaknya akan menimpa seluruh umat Islam. Uniknya al-Quran mengajarkan umat Islam bagaimana menyikapi sakralitas kaum musyrik apalagi sakralitas antar sesama. Al-Quran meminta Muslimin untuk tidak menghina berhala-berhala yang disembah oleh kaum musyrik, karena benda-benda itu suci bagi mereka. Sesuatu yang sakral lebih bernilai bagi manusia ketimbang keluarganya. Mereka siap mengorbankan harta, jiwa, dan anak-anaknya demi membela nilai-nilai suci.
Akidah dan keyakinan sebuah kelompok tentu saja bernilai dan mulia bagi para pengikutnya. Meski demikian diskusi ilmiah tentang keyakinan beragama dan bermazhab yang jauh dari sikap menghina dan melecehkan adalah sesuatu yang positif dan konstruktif. Kini apa yang menjadi tragedi dakwah agama via internet adalah debat liar atas nama Syiah dan Ahlu Sunnah dengan membiarkan musuh kolektif bebas melakukan aksinya. Pihak tertentu meluncurkan berbagai situs untuk menyerang sakralitas Syiah atau Ahlu Sunnah dan menebarkan fitnah. Kelompok ini telah melupakan ajaran al-Quran yang menyebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Selama berabad-abad para tokoh Syiah dan Ahlu Sunnah menjalin tali persaudaraan dan membangun hubungan keluarga. Mereka menyimak pandangan satu sama lain dan senantiasa melakukan diskusi ilmiah. Kini pihak tertentu atas nama Syiah atau Ahlu Sunnah terlibat konflik di dunia maya dan menilai dirinya lebih rasional dari para tokoh mazhab tersebut. Alangkah baiknya jika tokoh kedua kelompok itu secara resmi mencegah fenomena berbahaya tersebut dan meningkatkan hubungan antar sesama. Maksud dari hubungan bersahabat, persatuan dan solidaritas umat Islam bukan berarti mensyiahkan yang Sunni atau mensunnikan yang Syiah, tapi menjelaskan kebenaran dan titik-titik kesamaan kedua mazhab.
Sepertinya ada pihak asing dan musuh-musuh Islam yang mendukung aksi saling hujat di dunia maya lewat berbagai situs. Oleh karena itu kaum muda Islam perlu bersikap hati-hati dan tidak terjebak dengan skenario musuh kolektif yang ingin menghancurkan Islam. Situs-situs Islami juga perlu didesain atas prinsip-prinsip Islam dan kesamaan mazhab untuk melawan Islamphobia dan dan menyebarkan ajaran Islam. (IRIB Indonesia/Taqrib/SL)
Langganan:
Postingan (Atom)
Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam
Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...
-
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (PINANDITO) dan akan senantiasa bert...
-
💚 Beberapa Makna KUJANG 💙 By. Ki Sundara 1. KUJANG = KUnci JANG diri. ,,, diri jasmani (ngajisim), diri ruhani (ngajirim), sampurn...
-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21 Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21, Mengenai Filsafat SASTRA J...








