Minggu, 17 Januari 2016

Nasehat Perkawinan

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila Anda berpikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%.

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rejeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah bersikap lembut tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau kekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

Ada kekuatan di dalam cinta dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah
orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan
diri sendiri.

Senin, 04 Januari 2016

Tahun Baru, Saatnya Menjalankan Resolusi Pekerjaan!



Andi Mardana, Kartini Indonesia | 03/01/2016 08:30
Mengawali tahun 2016, tidak ada salahnya Anda membuat resolusi agar pekrjaan berjalan dengan lancar.


MajalahKartini.co.id - Mungkin sebagian orang merasa di tahun 2015 banyak keinginan yang belum tercapai bahkan merupakan masa tersulit baginya adalah bidang pekerjaan. Sudahkah Anda membuat daftar resolusi tahun ini?
Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan agar pekerjaan Anda lebih menyenangkan:
1. Mengubah penampilan
Penampilan baru saat memulai pekerjaan akan menimbulkan kesan yang beda bagi rekan kerja atau bos Anda. Anda bisa sedikit merubah cara berpakaian misalnya pakaian yang menjadi tren tahun 2016, atau bagi perempuan bisa menggunakan make up yang lagi tren tapi tidak terlalu mencolok. Selain itu Anda juga perlu merubah model rambut.
2. Menata ruang kerja
Penataan ruang kerja yang terus-terusan Anda lihat setiap hari akan tampak membosankan dan tanpa Anda sadari itu akan berpengaruh pada mood Anda dalam bekerja. Cobalah mebuat perubahan dalam ruangan kerja atau meja kerja Anda. Singkirkan barang-barang yang tidak terpakai agar meja terlihat lega. Tempatkan tanaman hias di meja kerja Anda agar lebih fresh.
3. Bikin rencana/target
Buat daftar perencanaan atau targer kerja Anda di bulan ini, agar pekerjaan Anda lebih terarah dan Anda bisa melakukan evaluasi kinerja Anda sendiri.
4. Tingkatkan kompetensi
Meningkatkan kompetensi diri dalam bidang kerja sangatlah dibutuhkan, karena kompetensi yang dimiliki setiap karyawan akan memberikan dampak baik bagi kemajuan perusahaan. Jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak menyediakan atau membuat pelatihan peningkatan kompetensi, Anda bisa mengikuti pelatihan kompetensi diri. Anggap itu sebagai investasi yang akan memajukan Anda di kemudian hari. Karyawan yang berkompetensi sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
5. Jaga kekompakan
Menjaga kekompakan dalam tim kerja akan lebih mudah mencapai target dalam pekerjaan. Tanpa kekompakan sesama anggota tim akan sulit mencapai target yang diinginkan.
6. Lebih profesional
Anda harus bisa menjaga profesionalisme dalam bekerja, jangan campur adukan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Jika saatnya bekerja, selesaikan pekerjaan Anda dengan baik.
7. Jenjang karier
Jika prestasi Anda dalam bekerja bagus, itu akan menjadi referensi bagi Anda untuk ke jenjang karier lebih tinggi. Untuk itu, ketekunan dan daya kreatif Anda dalam bekerja akan menunjang karier Anda karena atasan Anda akan menilai setiap pekerjaan Anda.
Membuat perubahan dalam pekerjaan Anda sah-sah saja, selama itu demi kebaikan perusahaan. Resolusi akan menjadi acuan Anda dalam mencapai hal yang Anda inginkan tahun ini. (Foto: Istimewa)

http://majalahkartini.co.id/

Sabtu, 19 Desember 2015

Pitutur luhur

PITUTUR LUHUR JARE SIMBAH BIYEN

Wong yen Nrimo, uripe Dowo
Wong yen Sabar, rejekine Jembar
Wong yen Ngalah, uripe bakal Berkah

Sopo sing Jujur, uripe yo Makmur
Sopo sing Suloyo, uripe yo Sangsoro
Sopo sing Sombong. amale bakal Kobong
Sopo sing Telaten, bakal Panen..

Ojo podo Ngresulo, mundak gelis Tuwo
Sing wis Lungo, Lalekno
Sing durung Teko, Entenono
Sing wis Ono, Syukurono..
Iki tetuah wong jowo, eling-elingono lan
lakonono..

Sehat kuwi yen :
Mangan enak..
Turu kepenak..
Ngibadah jenak..
Tonggo semanak..
Keluarga cedhak..
Bondo cemepak..
Kubur ra sesak..
Suwargo mbukak..
Sedulur grapyak..
Ono panganan ora Cluthak..
Ketemu konco ngguyu NGAKAK...

https://m.facebook.com

Jumat, 18 Desember 2015

Pesan Natal Sang Imam


"Aku berpikir bahwa Yesus ada di hadapanku"

—Dr. Louie

***

Penghujung tahun 1978, jalanan Paris memutih diselimut salju. Cemara berbutir es berjejer di sudut-sudut kota. Orang tua dengan jubah berlapis dan serban hitam berjalan dari taman ke sebuah rumah —yang disebutnya sebagai pengasingan. Wajahnya teduh dengan uban janggut juga tasbih terpagut di jemarinya.

Neaphles de Chetau, malam itu sebelum lonceng misa berbunyi sebuah rumah diketuk, seorang dengan buket bunga dan sekotak permen di baliknya.

"Selamat malam. Aku membawa hadiah ini dari Ayatullah Khomeini, beliau menyampaikan selamat atas kelahiran Yesus (salam atasnya) dan memohon maaf jika mengganggu suasana natal dan ketenangan desa".

Louie, menerima hadiahnya langsung dari sosok (seperti) Yesus atau seorang Santa yang menakjubkan. Seorang pemimpin agama Islam sesungguhnya.

Imam Khomeini menghadirkan sikap damai dan kasih sayang. Wajah Islam cinta mengagungkan.

***

Mari simak kembali pesan natal Imam Khomeini

Pesan Imam Khomeini Menyambut Natal

Bismillahir Rahmanir Rahim.
Saya mengucapkan selamat hari lahir Isa Al Masih bagi semua bangsa yang tertindas di dunia, pengikut Masihi dan juga kaum Nasrani. Pada Isa al Masih semuanya adalah mukzijat. Satu mukjizat, beliau lahir dari ibu yang perawan. Satu mukjizat, beliau berbicara dalam buaian. Satu mukjizat, beliau membawa kedamaian, penyembuhan dan spiritualitas bagi manusia. Semuanya adalah mukjizat, dan semua anbiya adalah mukjizat, dan semuanya datang untuk membentuk keselamatan manusia. Semua menginginkan manusia berjalan di jalan lurus Ilahi, semua menginginkan agar manusia hidup dalam lingkungan damai, sejahtera dan bersaudara.

Ini adalah misi Petugas Ilahi untuk membawa manusia dari dunia ini menuju kedunia yang tinggi, yang juga merupakan tugas para ruhaniawan di setiap bangsa, ruhaniawan Masihi atau Nasrani, ruhaniawan Muslim dan ruhaniawan Yahudi, semua ruhaniawan. Tugas itu mengikuti misi para nabi. Dari merekalah tugas Tugas itu mengikuti misi para nabi. Dari merekalah tugas mentarbiyah manusia dan agar mendapatkan kedamaian dan ketentraman bagi setiap manusia. Para ruhaniawan lah yang menjadi frontier untuk berada di dalam organ anbiya yaitu wahyu Ilahi. Para ruhaniawan memiliki tugas lebih dari pada setiap tugas yang dimiliki orang awam. Satu tanggung jawab Ilahi. Ruhaniawan bertanggung jawab dihadapan para nabi dan juga Allah. Mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pelajaran para nabi kepada masyarakat, membimbing tangan masyarakat dan menyelamatkan mereka dari semua derita ini.

———
Atas nama persatuan dan pesan damai.

Kelahiran

By. Nadirsyah Hosen

Kalau kelahiran seorang anak, baik anak sendiri atau anak orang lain, telah membuat kita bahagia, maka tidak mungkin kita tidak turut berbahagia ketika Bunda Aminah melahirkan Ahmad al-Musthafa.

Ketika perayaan hari kelahiran kolega dan handai taulan kita rayakan dengan berbagai acara sebagai tanda suka cita, maka tidak mungkin kita tidak turut merayakan hari kelahiran Muhammad yang Allah dan Malaikat pun bershalawat untuknya.

Ketika kita rayakan hari milad kita sendiri, tanpa bertanya mana dalilnya, tidak mungkin kita tidak merayakan maulid Nabi karena sibuk bertanya mana dalilnya.

Ketika kita merayakan hari kelahiran raja dan ratu serta pembesar lainnya, bahkan merayakan dengan suka cita hari kemerdekaan bangsa kita, hari perkawinan kita, hari di saat kita bersyukur mendapat rejeki berupa kelulusan sekolah, atau keberhasilan lainnya, atau kita rayakan momen penting untuk mereka yang berjasa seperti hari ibu, hari guru, hari pahlawan, maka tidak mungkin kita masih meragukan untuk sejenak berbahagia merayakan hari kelahiran Sang Nabi --yang jauh lebih berjasa, dan lebih pantas kita renungi makna kehadirannya.

Dan kita berdiri menyanyikan lagu kebangsaan, atau beranjak bangun dari kursi  ketika tamu kita datang, dan berdiri dengan sikap hormat terhadap bendera merah-putih atau bertemu pejabat, maka masih herankah kita ketika saat bacaan maulid kita berdiri seolah menyambut kehadiran Sang Rasul?

Lihatlah generasi muda sekarang yang begitu memuja para artis yang datang ke suatu acara, mereka berdiri sejak lama, gemetar dan dag-dig-dug hendak melihat artis pujaannya, banyak yang membawa bunga untuk diberikan atau sekedar kertas untuk ditandatangani, syukur-syukur bisa selfie bareng artis pujaan --mereka berteriak gembira bahkan menangis haru saat artis yang ditunggu tiba. Bagaimana kiranya kalau kita menunggu Sang Nabi hadir dalam perayaan maulid --bagaimana perasaan kita? Tentu melebihi dag-dig-dug, keharuan dan kegembiraan bertemu artis, bukan? Lantas apa yang aneh dengan maulid?

Kita hanya perlu sejenak membuka hati kita untuk memahaminya; tidak perlu teori canggih atau argumen panjang-lebar. Ini soal hati. Ini soal penghormatan. Ini soal kebahagiaan. Ini soal cinta. Ya, ini soal hati yang terbuka untuk sebuah cinta kepada Sang Nabi.  Begitu keraskah hati kita untuk bisa merasakan getar Muhammad dalam detak jantung kita?

Baluri kami dengan cintamu wahai Rasul
Agar sanggup kami tebarkan cintamu pada semesta yang penuh tipu muslihat ini
Genggam tangan kami wahai Rasul
Agar sanggup kami damaikan dunia yang tengah membara akibat merasa benar sendiri
Peluk kami dengan cahayamu wahai Rasul
Agar sanggup kami terangi kegelapan hati yang berlapis kecongkakan ini

Shalawat dan salam selalu tercurah untukmu
Marhaban
Marhaban
Marhaban

Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam

  Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...