Senin, 30 Juni 2014

Hikmah Ramadhan (2) : Merajut Rahmat, Ampunan dan, Doa di Bulan Mulia



Oleh Hadi — Rubrik Tafsir — June 30, 2014

Salah satu riwayat yang populer tentang ramadhan adalah sabda Rasulullah saw, “Bulan ramadhan adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pengabulan doa dan pembebasan dari api neraka.
Inilah kemuliaan bulan ramadhan, yakni bulan yang di dalamnya dipenuhi dengan curahan rahmat Allah, limpahan pengampunan dosa, janji terkabulnya doa, dan jaminan kebebasan dari api neraka.
Bulan ini adalah bulan penuh rahmat, di mana Allah menaburkan kasih sayang-Nya yang meliputi segala sesuatu. Disebutkan dalam salah satu hadis bahwa Allah menciptakan seratus rahmat kemudian menurunkan satu rahmat ke bumi yang dengannya tercipta kasih sayang di antara semua makhluk, ibu mencintai anaknya, burung dan binatang buas meminum air, dan menghidupkan semua makhluk. Jadi, ikatan rahmat itulah yang menjadikan bumi ini tegak dengan keselarasannya. Untuk itulah, di bulan ramadhan ini kita dituntut menyambungkan silaturrahmi dan tidak memutuskannya. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menyambungkan tali silaturrahmi di bulan ini, maka Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan bagi siapa yang memutuskan tali silaturrahmi di bulan ini, maka Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya”.
Oleh karena itu, jika ada di antara kita memutuskan silaturahmi dan saling bermusuhan, baik karena urusan dunia maupun agama, maka hendaklah menyambut bulan ini dengan saling memaafkan. Mungkin, kita sudah lama tidak saling tegur sapa dengan sesama keluarga, sesama tetangga, sesama teman kerja,  atau sesama bangsa Indonesia hanya karena perbedaan pikiran atau pilihan,  pendapat atau pendapatan, maka jadikanlah momen ramadhan untuk memperbaiki dan menyambungkan tali persaudaraan kembali, karena curahan kasih sayang (rahmat) Allah di bulan ini, tergantung dengan kasih sayang kita kepada sesama manusia. Semakin kita mengasihi manusia, maka semakin kita menerima curahan rahmat-Nya.
Bulan ini juga menyediakan ampunan atas dosa-dosa kita. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya disebut bulan ini dengan nama ramadhan, karena membakar dosa-dosa.” Karena itu dibulan ramadhan ini, ingatlah dosa-dosa kita, khawatir dan menangislah, serta perbanyaklah istighfar, insya Allah, kita akan meraih ampunan Allah dan menjadi suci kembali, “ “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan keimanan dan perhitungan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu” begitu sabda Rasul saaw. Inilah bulan “pemutihan”, karenanya celakalah, kata Rasul saw, orang yang tidak memperoleh ampunan di bulan maghfirah ini.
Menariknya, pengampunan dosa oleh Allah berhubungan erat dengan akhlak mulia, seperti disebutkan oleh Nabi saw, “Sesungguhnya bulan ramadhan adalah bulan yang agung. Di bulan ini Allah melipat-gandakan kebaikan, menghapus keburukan dan mengangkat derajat. Siapa yang bersedekah di bulan ini maka Allah mengampuni dosanya. Siapa yang berbuat baik kepada pembantunya, maka Allah mengampuni dosanya. Siapa yang memperbaiki akhlaknya maka Allah akan mengampuni dosanya. Siapa yang menahan amarahnya, maka Allah mengampuni dosanya. Siapa yang menyambung tali silaturrahmi di bulan ini, maka Allah akan mengampuni dosanya“.
Kelima aktivitas yang disebut Rasul dapat memberikan efek pengampunan dosa jika kita cermati semuanya menyangkut akhlak yang berhubungan dengan kemanusiaan : bersedekah, berbuat baik kepada pembantu, memperbaiki akhlak, menahan amarah, dan menyambung silaturrahmi.  Jadi, pengampunan dosa dihubungkan Allah swt, dengan sikap kita terhadap manusia. Semakin kita bersikap baik terhadap manusia, maka semakin Allah melimpahkan ampunannya atas dosa-dosa kita yang lalu.
Bulan ini juga bulan pengabulan doa dan pembebasan dari neraka. Berdoalah sebanyak-banyaknya, mintalah apa pun, karena kita meminta kepada Yang Maha Kaya, Maha Dermawan, Maha Kuasa. Salah satu kondisi makbulnya doa adalah ketika berpuasa, bahkan dalam rangkaian ayat-ayat puasa, Allah swt menyelipkan tentang doa ini dengan firmannya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Oleh karena itu, hendaknya mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada di atas jalan petunjuk” (Q.S. al-Baqarah : 186)
Saat menjelaskan tentang makna ayat “hendaknya mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku”, Imam Ja’far Shadiq berkata, “maksudnya hendaklah mereka meyakini dan mengetahui bahwasanya Aku mampu memberikan kepada mereka apapun yang mereka minta”.Beliau juga menjelaskan bahwa kalimat “agar mereka selalu berada di atas jalan petunjuk” bermakna agar mereka berada pada kebenaran.
Rasul bersabda, “Di bulan ramadhan ini nafas kalian adalah tasbih, tidur dianggap ibadah, amal-amal diterima, dan doa dikabulkan. Mintalah kepada Allah Tuhanmu dengan niat yang tulus dan hati yang bersih, agar Allah membimbing kamu untuk berpuasa dan membaca kitab-Nya.”Dan tentu permintaan terpenting adalah tetap mentaati Allah, diampuni dosa, dan masuk surga-Nya serta terhindar dari neraka. Dalam khutbah menyambut ramadhan Rasul bersabda, “Dua perkara yang kalian butuhkan adalah kalian memohon kebutuhan dan surga kepada Allah swt, dan memohon kesehatan kepada Allah serta berlindung kepadanya dari neraka.” Karena itu, seringlah mengulang-ulang doa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagian di akhirat, dan bebaskanlah kami dari siksa api neraka.” (hd/liputanislam.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOMOR 2

Nomor Dua Oleh: Dahlan Iskan Kamis 15-02-2024,04:37 WIB SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wa...