Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Tak terasa waktu 10 tahun telah berlalu, pahit manis, susah senang, duka gembira silih berganti. Dari awalnya 1 orang kini telah merangkul tidak kurang dari 25 orang. Salah satu kegiatan untuk mensyukuri perjalanan CSMan tersebut adalah diadakannya Family Outing, yang melibatkan seluruh karyawan & keluarganya. Tempat yang dipilih adalah “Cantigi Camp”, yang berlokasi di daerah Bandung Timur.
Aneka macam permainan, mulai dari game anak-anak, game keluarga maupun game kelompok di gelar di acara tersebut yang dilaksanakan pagi hingga sore harinya.
Malam hari acara dilanjutkan dengan kambing guling………………………………
Hari ke-2 paginya jalan santai …………………………..
Senin, 30 Januari 2012
Jumat, 27 Januari 2012
Bedil – bedilan……….
Salah satu permainan favorite dikampung waktu masih kecil adalah : bedil – bedilan atau perang – perangan. Barang kali permainan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan akan sejarah yang telah diwariskan turun-temurun. Karena sejarah mencatat bahwa kemerdekaan negara kita “Indonesia” ini diraih dengan penuh perjuangan & pengorbanan. Satu diantaranya adalah dengan peperangan melawan penjajah. Dengan perang kita dikenalkan dengan tokoh – tokoh sejarah yang gagah berani melawan penjajah dengan bermodalkan senjata ala kadarnya. Pangeran Diponegoro di tanah Jawa, Cut Nya’ Dien di tanah Rencong, Sultan Hasanuddin di bumi Makasar.
Sekedar bernostalgia dengan masa kecil dulu, saya bersama temen-temen dengan fasilitas Perusahaan CSM mencoba menjajal permainan perang-perangan tersebut. Bahasa kerennya mah “Paint Ball” kalau di bahasa Indonesiakan berarti “bola Cat” . Even Organization (EO) yang kami pakai adalah “Zona Tempur 269”. Lokasi permainannya ada di daerah Cikole Lembang, beberapa puluh meter sebelum pintu gerbang masuk tempat wisata Tangkuban Perahu. Perjalanan dari Cimahi sekitar 1 Jam dengan rute : Jalan Kolonel Masturi – Lembang – Cikole.
Paint ball ini adalah permainan perang-perangan dengan menggunakan alat berupa : senapan khusus yang berpelurukan bola-bola kecil seukuran kelereng dengan warna terang yang berbahan dasar cat. Alat keselamatan berupa Helm & kaca mata, juga pakaian ala militer. Paket yang ditawarkan ada 2, yaitu perang-perangan terbuka dengan medan hutan belantara dan Penembak tepat sasaran. Tembak tepat sasaran dilakukan sebelum perang terbuka. Instruktur mengajari bagaimana menggunakan sejata & sekaligus melatih tembakan agar tepat sasaran. Berseragam ala militer dengan khas “Doreng” dan bergaya lagaknya pasukan “Kopissus” satu persatu pasukan mulai menembak sasaran yang berupa papan yang di tengahnya ada gambar lingkaran. Agar pasukan lebih bergairah maka diberikan hadiah berupa “Kaos” bagi yang nilainya ketiga tertinggi.
Seumur-umur baru kali ini pegang senjata yang hampir mirip dengan senjata beneran, agak grogi juga. Suaranya yang lumayan keras & hentakannya yang cukup membuat kerepotan bagi kelas pemula. Jatah peluru yang diberikan 10 pcs, yang mengenai sasaran hanya beberapa gelintir & itu pun di luar lingkaran……, kebanyakan pelurunya nyasar entah kemana.
Untuk perang-perangan di hutan belantara Cikole lembang ini, pasukan dibagi menjadi 2 kelompok. Ceritanya mah, pasukan tempur ini akan memperebutkan sebuah lokasi yang ditandai dengan sebuah bendera. Ada berapa rambu yang harus ditaati sebelum perang, antara lain :
1. Tidak boleh menembak musuh dari jarak dekat, minimal 15m
2. Tidak boleh menembak dari arah belakang.
3. Di larang menembak musuh yang sudah menyerah atawa “angkat tangan” dan
4. Di larang menembak “burung” apalagi burungnya pasukan yang lagi tidur………hehehe…
Pasukan yang berhasil mengambil bendera tanpa tertembak oleh musuh, itulah yang menang. Dan ternyata seru juga, suara dar…..der…..dor bunyi senapan yang menyalak mencari sasaran tembak. Bagi pasukan yang kena tembak dilarang melanjutkan peperangan atau berarti gugur dan harus keluar dari arena pertempuran. Medan yang alami berupa semak-semak dan pohon pinus bisa dipakai sebagai tameng atau tempat “ngumpet” pasukan sebelum bergerak merangsek ke depan untuk mendekati sasaran tiang bendera.
Namanya juga baru pertama kali dan belum pernah belajar perang sebelumnya. Maka terjadilah pertempuran yang hebat sekali, bak perang dunia ke-2. Banyak pasukan yang “ngeyel” masih hidup padahal udah kena tembak, ada juga yang ngumpet terus nggak berani keluar dari lubang persembunyian karena takut ketembak, bahkan tidak sedikit yang salah sasaran, kawan sendiri di bombardir dengan sangat antusias karena dikiranya musuh. Ternyata sakit juga rasanya kena peluru cat ini yang akan pecah setelah mengenai sasaran. Ada sebagian pasukan yang kulitnya sampai memerah setelah kena tembak. Walhasil setelah sekian lama terjadi pertempuran yang hebat, dan akhirnya tidak ada pemenang karena keburu pelurunya habis.
Untuk menyelesaikannya ditempuhlah jalur diplomasi, setelah dilakukan perundingan dengan cukup a lot, perdamaian-pun bisa diwujudkan diantara pasukan yang berperang itu. Untuk merayakan tercapainya perdamaian, semua pasukan di kerahkan ke sebuah tempat wisata pemandian, yaitu pemandian air panas Ciater…………….. untuk diduduki selama kurang lebih 2 jam.
Pokonya mah seeeeruuuuuuuuu & rame……………………..
Hoyong deui ah……………………………………
Sabtu, 21 Januari 2012
Pantai Carita……………………
Family Ghatering kali ini dibuat agak berbeda dari biasanya. Momen untuk saling bersilaturrahim antar keluarga karyawan di laksanakan dengan cara tour bareng ke “Pantai Carita” Anyer Pandeglang Banten Jawa Barat. Jarak Perjalanan sekitar 230 km atau 6 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan Bus.
Rombongan yang terangkut oleh dua Bus, berangkat pagi-pagi dari Cimahi. Rute perjalanan adalah Cimahi – Tol Cipularang – Tol dalam Kota – Tol Merak – Cilegon – Anyer. Sekitar Jam 14.00 rombongan rehat sejenak di rest area tol Merak, untuk melakukan sholat Dhuhur dan sekaligus makan siang.
Memasuki kota Cilegon, perjalanan agak tersendat karena padatnya kendaraan & kondisi jalan raya yang rusak. Udara panas khas kota yang terkenal dengan “krakatau steel” membuat penumpang lumayan gerah. Kurang lebih jam 16.00 aroma pantai sudah tercium, dan benar saja disebelah kanan jalan yang dilalui Bus Rombongan terlihat deburan ombak air laut yang menghantam bibir pantai. Walaupun demikian rombongan belum akan turun, karena letak pantai Carita masih nun jauh di depan sana. Perjalanan menyusur jalan di sisi pantai ini lumayan menarik juga, banyak sekali wisatawan yang berlibur disepanjang pantai Anyer ini.
Sepuluh menit lebih dari jam empat sore, rombongan tiba di pantai carita tepatnya di sebuah Cottage yang langsung berhadapan dengan pantai namanya Krakatau Surf Carita. Cottege nya lumayan bagus dengan 4 buah bangunan rumah yang lumayan besar, sehingga semua rombongan bisa masuk didalamnya. Tempatnya agak terlindungi dan tidak bercampur dengan wisatawan umum.
Rasa penasaran, bila pergi ke pantai tidak segera menginjakkan kaki ke air laut yang menghempas pasir. Yang lain pada mengemasi barang-barang ke tempat menginap, saya langsung ke bibir pantai untuk berkenalan dengan butiran pasir putih yang tersapu oleh ombak laut barat pulau jawa ini, yang berhadapan langsung dengan gunung anak Krakatau. Ombak laut yang tidak terlalu besar dan contur pantai yang landai, menjadikan pantai ini sangat bagus sekali untuk berenang bagi para pemula dan anak-anak. Tanpa pikir panjang kami langsung ganti kostum pakain santai, lalu sewa alat selancar yang banyak disewakan dengan harga 25.000 per buah. Byuurrrrr…………….., kecipak-kecipak kami mulai mengais kan tangan mencoba melawan ombak untuk berenang agak ke tengah, sesaat kemudian menunggu ombak datang dan byurrrrr………tubuh ini seolah melayang menaiki gelombang yang akhirnya menghempaskanya ke bibir pantai. Tak terasa waktu bergulir hingga datang maghrib. Saatnya untuk kembali ke darat, dengan harapan esok kan kembali.
Selesai bermain-main dengan ombak-nya pantai carita, kami langsung menyantap kelapa muda yang telah disediakan oleh temen yang kebetulan bertempat tinggal di daerah pantai Anyer ini. Malamnya sebagai acara pembuka, rombongan menikmati santap malam dengan “kambing guling”. Dilanjut dengan acara resmi dari perusahaan yang merupakan acara inti yaitu membangun kedekatan baik diri pribadi karyawan maupun keluarganya. Dengan diselingi beberapa game acara berlangsung sangat seru dan penuh keakraban. Jam 11 malam acara selesai dan dilanjutkan dengan istirahat.
Setelah subuh acara diteruskan dengan jalan-jalan menyusur pantai, hingga ke sebuah tempat yang biasa dipakai untuk melihat karang dibawah laut. Karena penasaran kami mencoba melihatnya dengan diantar oleh sebuah perahu kecil. Dengan alat sederhana yaitu kaca mata anti air kami terjun ke laut dengan menyelam beberapa meter dibawah permukaan dan melihat karang dan binatang air yang terlihat agak samar-samar karena mungkin kualitas kaca matanya yang kurang bagus. Selesai melihat karang & hewan kecil bawah laut, kami mencoba tantangan baru, yaitu “banana Boat” dengan 6 orang secara bersama menaiki sebuah pelampung yang mirip pisang, kami ditarik ke tengah laut. Di tengah laut kami diajakl berputar-putar dan akhirnya secara mendadak dan sangat mengejutkan “banana boat” terbalik dan semua penumpang terjerembab ke dalam air. Wuiiiiiiiiiih……..langsung adrenalin ini menaik, karena tanpa diberitahu sebelumnya, tubuh ini tenggelam di laut bebas. Satu pengalaman yang sungguh sangat mengesankan.
Selesai mencoba wahana “banana Boat” kami kembali ke cottege untuk sarapan pagi. Selesai sarapan pagi, di lanjut lagi ke pantai untuk berselancar ria. Anak-anak, ibu-ibu & bapak-bapak maupun para bujang semua memanfatkan alat yang disewakan disitu untuk bermain dengan ombak. Karena saking gembiranya sehingga tidak terasa capek, padahal durasi waktu bermain lumayan lama yaitu 3 jam. Dan seandainya tidak dibatasi waktu pinginya kita bermain sampai sore hari.
Dengan begitu banyak kesan dan pengalaman di pantai Carita ini, akhirnya rombongan pun terpaksa mengucapkan selamat tinggal “pantai Carita” dan sampai berjumpa lagi kapan-kapan kalau jodoh mempertemukan kita.
Jumat, 20 Januari 2012
Arung Jeram …………………………
Memacu Adrenalin di sungai Palayangan
Setelah sekian lama, berpacu dengan kerjaan harian yang lumayan padat, Perusahaan kembali mengadakan refreshing. Kali ini yang pingin dicoba adalah “arung jeram” olah raga air yang lagi ngetrend saat ini. Dan tempat yang menawarkan olah raga ini kebetulan tidak terlalu jauh dari kota Cimahi. Nama sungainya adalah Palayangan, berada di kota Pangalengan.
Kurang lebih 25 karyawan siap-siap berangkat dengan menggunakan 3 kendaraan roda empat. Pukul 7.00 wibb rombongan berangkat dengan melalui rute Cimahi – Patrol – Soreang – Banjaran – Pangalengan. Jam 9.30 wibb rombongan tiba di pangalengan tepatnya di situ Cileunca. Begitu kendaraan parkir dan rombongan turun, sudah disambut oleh deretan perahu karet.
Setelah brifeng & pengarahan sebentar oleh tim penyelenggara, rombongan langsung dibagi-bagi dalam beberapa kelompok. Satu kelompok anggotanya tidak lebih dari 7 orang. Sebagai pemanasan sebelum arung jeram, perahu karet didayung melalui situ Cileunca menuju ujung bendungan. Dalam menjalankan perahu karet ini diperlukan kerja sama yang bagus antara pendayungnya, terutama dalam hal keseimbangan dan kebersamaan. Sesampai di ujung bendungan, penumpang turun & mengangkut perahu karet menyeberangi jalan dan menuruni lereng untuk sampai pada titik start arung jeram di hulu sungai Palayangan.
Kebetulan kondisi situ cileunca yang masih tinggi volume airnya, sehingga debit air yang keluar ke sungai Palayangan pun cukup tinggi, boleh dibilang sangat deras ditambah ruas sungai yang tidak begitu lebar.
Melihat arus air yang begitu deras & kelihatanya dalam, membuat perasaan agak ciut juga. Bahkan ada beberapa anggota yang mau membatalkan diri karena takut tidak bisa berenang. Tetapi setelah diyakinkan oleh tim penyelenggara, bahwa kegiatan ini aman maka perasaan ciut itu kembali dibuka lebar-lebar walaupun sambil berdebar-debar atau “ngadeg-deg” juga.
Start pun dimulai, perahu ke-1 telah meluncur, diikuti perahu ke-2 dan seterusnya. Baru beberapa puluh meter dari titik start sudah terjadi kegaduhan di bawah sana. Perahu pertama terbalik dan penumpangnya berjatuhan ke dalam air, suasana sempat tegang untuk beberapa saat. Tim penyelenggara yang di pinggir sungai berteriak-teriak, …..pegang erat-erat ke tali yang ada dipinggir perahu…………….!!!! Begitu teriaknya. Perahu ke-1, ke-2 dan ke-3 berlalu, tiba giliranya perahu yang kami tumpangi. Kami semua mendapat instruksi dari guide, untuk berpegang erat-erat ke tali perahu dan badan agak condong ke belakang. Tahu-tahu perahu karet kami meluncur ke dalam jeram yang lumayan tinggi, sekitar 3 meter dan boom……bluuurrrrr…..kami semua berteiak histeris, karena perahu menukik dan menghujam kedalam palung. Bersyukur para penumpang tidak ada yang terlempar dari perahu.
Setelah lepas dari jeram ini, perahu mengikuti alur sungai yang berkelok-kelok dan masih ada beberapa jeram yang konturnya landai. Baru 2 jam kemudian kami tiba di titik finish. Sungguh suatu pengalaman baru………………., Amazing dan Bravo arung jeram.
Rabu, 18 Januari 2012
TOUR D’JAYANTI 2011
Pagi waktu menunjukkan jam 8.00 WIBB, seperti biasa budaya kerja di perusahaan, diawali dengan ngariung bareng untuk mengirimkan do’a surat al-Fatihah kepada orang-tua, kerabat, saudara muslim dan siapapun yang dalam posisi menjadi mahluk Tuhan di muka bumi. …………. Dilanjut dengan briefing awal oleh ketua panitia touring “de jayanti-2011”. Selesai briefing, dilanjut dengan pembacaan do’a harian, do’a hari Jum’at. Mulai ke aktifitas masing-masing, sesuai dengan job & tugasnya hari itu sambil menunggu waktu menunjukkan pukul 10.00WIB.
Tak terasa waktu telah berlalu, dan saat yang ditunggu telah tiba. Tepat pukul 10.00 WIBB semua berkumpul di tempat parkir untuk melakukan briefing final dan do’a perjalanan. Setelah segala persiapan dianggap tuntas maka start pun dimulai. Rombongan motor yang berjumlah 18 motor, diawali oleh penunjuk jalan………………, diikuti rombongan yang ditutup dengan tim penyapu. Oh ya……..ada rombongan yag tidak naik motor, yaitu 1 mobil grand max pick up pembawa barang-barang, dan 1 mobil xenia pembawa penumpang.
Rute yang kami lewati adalah Cimahi – Soreang – Ciwidey – Naringgul – Cidaun/ Jayanti. Menjelang Jum’at-an rombongan sudah sampai di POM Bensin Jambudipa Ciwidey. Rombongan berhenti untuk melaksanakan sholat Jum’at. Selesai Jum’at-an masing-masing kendaraan mengisi bahan bakar sampai full tank, karena inilah SPBU terakhir dalam perjalanan yang akan kita lalui. Ada beberapa motor yang karena untuk persiapan kalo-kalo kehabisan premium di perjalanan, rela membeli stock premium yang diwadahi botol plastik atau kompan, terutama yang motor matic.
Untuk meng-upgrade tenaga, karena perjalanan masih panjang, maka rombongan makan siang dulu di alun-alun Ciwidey sekaligus menunggu 2 teman yang berangkatnya belakangan. Berdasar perhitungan jarak tempuh Cimahi – Jayanti yang diperoleh dari Internet (google map) sejauh 125 km akan bisa ditempuh selama 3 – 4 jam perjalan. Berarti perjalanan ke Ciwidey baru ¼ -nya. Selesai makan siang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan melewati jalur yang lumayan agak sepi, dengan kontur yang naik dan berkelok-kelok dari alun-alun ciwidey sampai tempat wisata air panas Cimanggu. Pemandangan disisi jalan yang berupa hamparan kebun sayuran dan kebun strobery menjadikan perjalanan terasa nyaman. Selepas Cimanggu baru ada jalan menurun dengan tikungan-tikungan tajam, dikelilingi hamparan kebun teh yang membuat terpesona bagi siapa saja yang melewatinya. Rancabali, itulah nama daerah kebun teh yang barusan dilewati rombongan. Juga, Situ Patenggang sebuah nama yang tidak asing lagi, tempat wisata situ atau danau alami yang begitu indah dan mempesona, hingga banyak turis-turis lokal maupun mancanegara yang datang mengunjunginya.
Tapi bukan itu yang kami tuju sekarang ini, sehingga pada pertigaan jalan di atas Situ patenggang rombongan berbelok ke kiri untuk terus mengikuti kelokan-kelokan, turunan dan tanjakan di sepanjang hamparan kebun tea. Sungguh sesuatu yang luar biasa bagi rombongan karena baru kali ini melakukan touring, sekaligus melalui medan yang sama sekali masih asing. Belokan, turunan dan tanjakannya selalu memacu adrenalin. Sampai pada saatnya rombongan tiba di suatu tempat yang paling tinggi (puncak pass) dari perkebunan Cibuni. Rombongan kembali rehat sejenak sambil berfoto ria, menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit. Hamparan kebun teh yang nampak hijau seakan tiada bertepi di bawah sana.
Setelah merasa cukup beristirahat & berfoto ria, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini rute yang ditempuh kebanyakan jalan menurun dengan tikungan yang lumayan membuat para pengendara berdebar. Kondis jalan yang agak kurang bagus, banyak lubang dan batu-batu yang menonjol menjadikan perjalanan agak melambat.
Singkat cerita, sekitar jam 16.00 WIBB rombongan sudah memasuki gerbang pantai Jayanti, yakni berupa jembatan panjang yang melintas di atas sungai yang airnya kelihatan surut dan yang nampak hanya hamparan pasir. Ada pemamdangan yang agak elok di bawah sana, yaitu anak-anak kecil yang sedang mandi dan ibu-ibu yang lagi mencuci.
Memasuki gerbang pantai, rombongan berhenti sejenak untuk diabadikan bareng dengan menggunakan kamera. Selanjutnya rombongan langsung menuju home base, yaitu sebuah warung bilik, yang didepanya tersedia dipan panjang sebagai tempat istirahat sekaligus menyimpan barang-barang. Di depan home base ini, terhampar pasir dan pantai jayanti sejauh mata memandang. Deburan ombak yang bergemuruh susul menyusul dengan desiran angin pantai sangat terasa sekali.
Sore itu kebetulan tidak ada acara resmi, yang ada hanyalah masing-masing bebas menikmati pemandangan yang amat jarang kami lihat ini. Melihat hamparan pasir yang panjang dan agak padat, akhirnya aku mencoba touring sendiri dengan menyusuri pasir pantai menggunakan motor spacy. Sungguh suatu hal baru, bermotor dihamparan pasir yang sesekali dijilat oleh ombak air laut yang menepi, gimana gitu rasanya……amazing…, subhanallah…….luar biasa. Ditambah pemandangan disebelah barat sana, warna merah merona pertanda matahari akan tenggelam memasuki peraduan. Pokoknya mah “nendang” pisan euy.
Pada malam harinya, acara “bakar-bakaran” cukup menjadikan suasana hangat juga, karena aura api unggun yang merah menyala. Makan malam pun begitu nikmat dengan menu ikan bakar & ikan goreng hasil olehan chief lokal jayanti. Selepas makan malam acara diteruskan dengan ngobrol bebas, ada sebagian yang bermain kartu dan ada juga yang langsung berselimut ria dengan kain sarung, menjaring mimpi indah, agar esok pagi bisa segar bugar kembali.
Adzan Shubuh terdengar merdu, membangunkan semesta hidup sebagai pertanda dimulainya kehidupan baru dari episode-episode yang telah terlewati menuju episode yang akan datang menjelang. Selepas shalat shubuh rombongan banyak yang berjalan pagi menyusuri pantai menuju dermaga melihat para nelayan memanen hasil tangkapan ikan yang lumayan banyak. Sekembalinya dari jalan-jalan pagi dilanjutkan dengan bermain futsal sampai waktu menjelang dhuha.
Satu hal yang tidak terlewatkan yaitu bermain air dipantai. Walaupun ada peringatan secara tidak tertulis, bahwa pengunjung dilarang berenang dipantai, kami tetap kalau boleh dibilang “nekat” bermain dengan ombak pantai. Karena merasa tidak “mak nyus” kalau ke pantai tapi tidak bergumul dengan ombaknya, walaupun tentunya kami extra hati-hati disamping juga harus minta ijin kepada yang “mbahurekso” pantai tersebut. Type ombak pantai jayanti ini sungguh tidak beraturan, arahnya tidak hanya datang dari depan, tapi juga datang dari samping, dan air lautnya terasa tidak terlalu asin.
‘ala kulli hal…., setelah puas bemain dipantai ini, rombongan segera melanjutkan perjalanan pulang. Rute yang diambil kali ini akan melalui pantai ranca buaya, gua kelelawar dan diteruskan ke arah Pangalengan dengan jarak tempuh tidak kurang dari 200 km. Disepanjang perjalanan pulang masih banyak sekali keindahan-keindahan yang kami nikmati, hanya saja tidak cukup untuk dituliskan di lembaran ini, mudah-mudahan kali lain bisa di tuliskan dalam tema yang baru.
Langganan:
Postingan (Atom)
Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam
Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...
-
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (PINANDITO) dan akan senantiasa bert...
-
💚 Beberapa Makna KUJANG 💙 By. Ki Sundara 1. KUJANG = KUnci JANG diri. ,,, diri jasmani (ngajisim), diri ruhani (ngajirim), sampurn...
-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21 Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21, Mengenai Filsafat SASTRA J...













