Jumat, 27 Maret 2026

Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam

 


Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama Islam yang rendah hati dan miskin yang mengajarkan semua anggota keluarganya bagaimana menjalani kehidupan yang sederhana dan bersahaja. 

Ayah saya, meskipun seorang tokoh agama yang terkenal, agak asketis. Kami menjalani kehidupan yang sulit. Terkadang untuk makan malam kami hanya makan roti dengan beberapa kismis, yang entah bagaimana ibu kami improvisasi.... rumah kami, sekitar enam puluh lima meter persegi, terdiri dari satu kamar dan ruang bawah tanah yang suram. Ketika tamu datang menemui ayah saya sebagai ulama setempat untuk berkonsultasi tentang masalah mereka, keluarga harus pindah ke ruang bawah tanah selama kunjungan berlangsung.... Bertahun-tahun kemudian beberapa orang dermawan membeli sebidang tanah kecil yang kosong di sebelah rumah kami, sehingga kami dapat membangun dua kamar lagi."

PENDIDIKAN

Pada usia empat tahun, Sayyed Ali dan kakak laki-lakinya, Mohammad, dikirim ke maktab, sekolah dasar tradisional pada masa itu, untuk belajar alfabet dan Al-Quran. Kemudian, ia dipindahkan ke sekolah Islam yang baru didirikan untuk melanjutkan pendidikannya. 
Setelah pendidikan dasar ini, Sayyed Ali melanjutkan studinya di seminari teologi di Mashhad. "Faktor pendorong utama untuk keputusan bijaksana ini adalah orang tua saya, terutama ayah saya," kata Ayatollah Khamenei hari ini. 

Di sekolah-sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, di bawah pengawasan ayahnya dan bimbingan beberapa ulama besar, ia mempelajari seluruh kurikulum 'tingkat menengah' termasuk logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam dalam waktu yang sangat singkat, yaitu lima tahun. Kemudian ia memulai studi tingkat lanjutnya yang disebut darse kharij dengan ulama dan pengajar terkemuka seperti Grand Ayatollah Milani.



SEMINARI NAJAF DAN QUM YANG TERKENAL

Sayyed Ali muda baru berusia delapan belas tahun ketika ia memulai studinya di tingkat tertinggi. Ia memutuskan untuk melakukan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak, dan karena itu ia meninggalkan Iran menuju Najaf pada tahun 1957. Ia terpesona oleh pengajaran teologis dan akademis dari para ulama terkemuka seperti Ayatollah Hakim dan Ayatollah Shahrudi. Ia mengikuti pelajaran mereka dan ingin tinggal di sana dan melanjutkan studinya untuk mendapatkan manfaat dari guru-guru yang luar biasa ini. Namun, ayahnya menyatakan bahwa ia lebih suka putranya melanjutkan studi tingkat lanjutnya di kota suci Qum. Dengan demikian, menghormati keinginan ayahnya, ia kembali ke Iran pada tahun 1958. 
Dengan tekun dan antusias ia mengikuti studi tingkat lanjutnya di Qum dari tahun 1958 hingga 1964 dan mendapatkan manfaat dari ajaran para ulama besar dan ayatollah agung seperti Ayat. Borujerdi, Imam Khomeini, Ayat. Haeri Yazdi dan Allamah Tabatabai.

Ia menerima kabar buruk bahwa ayahnya telah kehilangan penglihatan di salah satu matanya dan tidak dapat membaca dengan baik. Hal ini mendorongnya untuk kembali ke Mashhad dan, sambil melayani ayahnya, mencari ilmu lebih lanjut darinya, dari Ayatollah Milani dan ulama-ulama penting lainnya yang tinggal di Mashhad. Sayyed Ali muda, yang kini telah menjadi seorang mujtahid setelah menyelesaikan studi tingkat lanjutnya, mulai mengajar berbagai mata pelajaran agama kepada siswa seminari dan universitas yang lebih muda.
Mengingat titik awal penting dalam hidupnya ini, Sang Pemimpin berkata, "Jika ada keberhasilan dalam hidup saya, semuanya kembali kepada berkah Allah yang diberikan kepada saya karena pengabdian saya kepada orang tua."

KEGIATAN POLITIK

"Dalam bidang ide-ide politik dan revolusioner serta yurisprudensi Islam, saya tentu saja seorang murid Imam Khomeini," kata Ayatollah Khamenei. Beliau menambahkan: "Namun, percikan kesadaran pertama tentang ide-ide Islam dan revolusioner serta kewajiban untuk melawan despotisme Shah dan para pendukungnya dari Inggris, dinyalakan dalam jiwa saya pada usia 13 tahun ketika ulama pemberani, Nawwab Safavi, yang kemudian gugur sebagai martir oleh rezim Shah, datang ke sekolah kami di Mashhad pada tahun 1952 dan menyampaikan pidato berapi-api menentang kebijakan anti-Islam dan licik Shah." 
Di Qum pada tahun 1962, Sayyed Ali bergabung dengan barisan pengikut revolusioner Imam Khomeini yang menentang kebijakan pro-Amerika dan anti-Islam rezim Shah.
Dengan penuh dedikasi dan tanpa rasa takut, beliau mengikuti jalan ini selama 16 tahun berikutnya yang akhirnya menyebabkan jatuhnya rezim brutal Shah: penganiayaan, penyiksaan, pemenjaraan, dan pengasingan tidak dapat membuatnya goyah sedikit pun.

Pada bulan Mei 1963 (bertepatan dengan bulan suci Muharram), Imam Khomeini memberi kehormatan kepada ulama muda dan pemberani, Sayyed Ali, dengan misi menyampaikan pesan rahasia kepada Ayatollah Milani dan ulama lainnya di Mashhad, tentang cara dan taktik untuk mengungkap sifat sebenarnya dari rezim Shah. Ia menyelesaikan misi ini dengan baik dan melakukan perjalanan ke kota Birjand untuk menyebarkan pandangan Imam Khomeini lebih lanjut. Di sana ia ditangkap untuk pertama kalinya dan menghabiskan satu malam di penjara. Setelah itu, pihak berwenang memerintahkannya untuk tidak lagi berkhutbah di mimbar. Sejak saat itu ia tahu bahwa ia akan selalu berada di bawah pengawasan polisi. Tentu saja ia tidak tunduk pada ancaman polisi, dan sebagai akibat dari aktivitasnya yang berkaitan dengan Pemberontakan berdarah Juni 1963 (15 Khordad), ia kembali ditangkap dan dipindahkan ke Mashhad untuk menghabiskan sepuluh hari di penjara dalam kondisi yang berat.
Pada Januari 1964 (Ramadhan 1383), sesuai rencana yang terorganisir dengan baik, Ayatollah Khamenei dan beberapa sahabat dekatnya melakukan perjalanan ke Kirman dan Zahedan di Iran selatan, untuk mengungkap referendum palsu yang diadakan Shah untuk reformasi yang disebut-sebutnya. Di sana, dalam banyak pidato publik, ia mengungkap kebijakan Amerika yang jahat dari rezim Pahlavi. Kali ini, badan intelijen Shah yang ditakuti, SAVAK, turun tangan dan menangkapnya pada suatu malam. Ia dibawa ke Teheran dengan pesawat terbang untuk menghabiskan dua bulan dalam isolasi, di mana selama waktu itu ia disiksa. 
Setelah dibebaskan, ia mulai memberikan pelajaran tentang tafsir Al-Quran, Tradisi Kenabian, dan ideologi Islam di Mashhad dan Teheran. Pelajaran-pelajaran ini sangat dihargai oleh pemuda revolusioner Iran. Karena ia yakin bahwa SAVAK mengawasinya dengan cermat, ia terpaksa bersembunyi pada tahun 1967. Namun, ia ditangkap lagi karena mengadakan kelas dan diskusi Islam semacam itu.
Ayatollah Khamenei sendiri telah menjelaskan alasan tindakan tersebut oleh SAVAK: 
"Sejak tahun 1970 dan seterusnya, landasan untuk gerakan bersenjata telah diletakkan. Oleh karena itu, kepekaan dan kekerasan tindakan rezim terhadap saya meningkat. Mereka tidak percaya bahwa aksi bersenjata tersebut tidak terkait dengan ideologi Islam yang benar. Mereka berpikir bahwa pasti ada hubungan antara para revolusioner ini dan orang-orang seperti saya karena aktivitas intelektual dan tekun saya. Terlepas dari semua itu, setelah saya dibebaskan, semakin banyak orang yang menghadiri kelas saya tentang Al-Quran dan banyak yang hadir dalam pertemuan rahasia kami."

PENANGKAPAN DAN PENGASINGAN TERAKHIR

Sepanjang tahun 1972-1975, Ayatollah Khamenei mengadakan kelas-kelas tentang Al-Quran dan ideologi Islam di tiga masjid berbeda di Mashhad. Kelas-kelas ini, bersama dengan ceramahnya tentang Nahjul Balagha karya Imam Ali (as), menarik ribuan pemuda dan mahasiswa yang sadar politik. Ceramah-ceramah tersebut disebarkan di kalangan masyarakat dalam bentuk tulisan tangan atau ketikan, di sebagian besar kota. 
Murid-muridnya melakukan perjalanan ke kota-kota yang jauh untuk menyebarkan pelajaran dan ide-idenya. Semua ini membuat agen-agen SAVAK Shah ketakutan, sehingga pada musim dingin tahun 1975, mereka menerobos masuk ke rumahnya di Mashhad dan menangkapnya untuk keenam kalinya serta menyita semua buku dan catatannya. 

Ia kemudian ditahan di "Penjara Gabungan Polisi-SAVAK" Teheran yang terkenal kejam selama beberapa bulan. Ini adalah masa penahanan tersulitnya, dan Ayatollah Khamenei mengatakan hal berikut tentang perlakuan biadab terhadap para tahanan: "Kondisi ini hanya dapat dipahami oleh mereka yang mengalaminya..." 
Pada musim gugur tahun 1975, ia dibebaskan dan dikirim kembali ke Mashhad dan sekarang ia sepenuhnya dilarang memberikan ceramah atau mengadakan kelas.
Namun, aktivitas rahasianya mendorong SAVAK untuk menangkapnya pada musim dingin tahun 1976 dan menjatuhkan hukuman pengasingan selama tiga tahun. Masa sulit ini berakhir pada akhir tahun 1978 karena kondisi politik yang berlaku, dan Ayatollah Khamenei kembali ke Mashhad beberapa bulan sebelum kemenangan revolusi Islam. Ia dengan tekun melanjutkan aktivitas politik-keagamaannya pada periode penting kerusuhan sipil dan demonstrasi massal di seluruh Iran. 
Dengan demikian, setelah hampir 15 tahun menanggung segala macam penyiksaan dan perlakuan buruk di tangan agen-agen rezim Shah yang haus darah, ia kini dapat menyaksikan jatuhnya rezim Pahlavi yang tirani dan bangkitnya Republik Islam di Iran.

KEMENANGAN REVOLUSI ISLAM

Tak lama sebelum kemenangan Revolusi Islam (11 Februari 1979) dan sebelum kembalinya Imam Khomeini ke Iran dari Paris dengan penuh kemenangan, sebuah Dewan Revolusi Islam dibentuk atas perintah Imam. Ayatollah Khamenei diangkat sebagai anggota Dewan ini bersama dengan tokoh-tokoh Islam penting lainnya seperti Syahid Ayatollah Motahhari dan Beheshti. Oleh karena itu, beliau meninggalkan Mashhad menuju Teheran untuk menjalankan tanggung jawab barunya.

TANGGUNG JAWAB BARU

Berikut adalah daftar jasa yang telah beliau berikan kepada Republik Islam sejak saat itu: 
1980 - Anggota pendiri Partai Republik Islam, bersama dengan para ulama dan Mujahidin seperti Shahid Beheshti, Rafsanjani, Shahid Bahonar, dan Musavi-Ardebili.
• Wakil Menteri Pertahanan
• Pengawas Garda Revolusi Islam
• Imam Shalat Jumat Berjamaah Teheran, sesuai dekrit Imam Khomeini.
• Terpilih sebagai Anggota Parlemen Teheran di Majlis (Majelis Konsultatif) 
1981 - Perwakilan Imam Khomeini di Dewan Tinggi Pertahanan
• Aktif di garis depan perang yang dipaksakan Irak.
1982 - Terpilih sebagai Presiden Republik Islam Iran setelah kemartiran Presiden Mohammad Ali Rajai (Ayatollah Khamenei sendiri menjadi sasaran percobaan pembunuhan di masjid Abu Dhar di Teheran yang menyebabkan beliau dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan).
• Diangkat sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Revolusi.
1986 - Presiden Dewan Kebijakan
• Terpilih kembali sebagai Presiden Republik Islam untuk masa jabatan 4 tahun kedua
1989 - Terpilih sebagai Pemimpin Republik Islam Iran oleh Majelis Pakar setelah wafatnya Imam Khomeini.
1990 - Ketua Komite Revisi Konstitusi.


KARYA YANG DITULIS DAN TERJEMAHAN
Karya yang Ditulis

1. Pemikiran Islam dalam Al-Quran (Garis Besar)
2. Kedalaman Shalat
3. Diskusi tentang Kesabaran
4. Tentang Empat Kitab Hadits Utama Mengenai Biografi Perawi.
5. Perwalian (Wilayah)
6. Laporan Umum Seminari Islam Mashhad 
7. Imam Al-Saadiq (AS)
8. Persatuan dan Partai Politik
9. Pandangan Pribadi tentang Seni
10. Memahami Agama dengan Benar
11. Perjuangan Imam Syiah (AS)
12. Hakikat Keesaan Tuhan
13. Pentingnya Kembali kepada Al-Quran
14. Imam Al-Sajjad (AS)
15. Imam Reza (AS) dan Pengangkatannya sebagai Putra Mahkota.
16. Invasi Budaya (Kumpulan Pidato)
17. Kumpulan Pidato dan Pesan (9 Jilid)

Terjemahan (dari bahasa Arab ke bahasa Farsi)
1. Perjanjian Damai Imam Hassan (AS), oleh Raazi Aal-Yasseen
2. Masa Depan di Tanah Islam, oleh Sayyed Qutb
3. Umat Muslim dalam Gerakan Pembebasan India, oleh Abdulmunaim Nassri
4. Dakwaan terhadap Peradaban Barat, oleh Sayyed Qutb


Sumber : https://english.khamenei.ir/news/2130/Biography-of-Ayatollah-Khamenei-the-Leader-of-the-Islamic-Revolution

Jumat, 16 Februari 2024

NOMOR 2

Nomor Dua

Oleh: Dahlan Iskan

Kamis 15-02-2024,04:37 WIB


SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wakil presiden tidak direncanakan sejak awal. 


Ini seperti takdir. Akhirnya Gibran Rakabuming Raka benar-benar terpilih sebagai wakil presiden di Pemilu Rabu kemarin. Pasangan Prabowo-Gibran menang telak: hampir 60 persen.


Itulah bagian dari takdir Gibran: usia 36 tahun terpilih sebagai wakil presiden. Orang pun mulai bicara: Gibranlah presiden Indonesia lima tahun mendatang. Lalu lima tahun berikutnya lagi. Saat berhenti sebagai presiden 15 tahun yang akan datang usianya masih 51 tahun.


Saat itu nanti usia Anies Baswedan 70 tahun. Segitu juga usia Ganjar Pranowo. 


Di luar dugaan. Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar hanya menang di Aceh dan Sumbar. Di Jakarta masih imbang. Demikian juga di Riau.


Yang juga mengejutkan adalah hasil pasangan Ganjar-Mahfud MD: hanya sekitar 17 persen. Kalah jauh dari Anies yang sekitar 26 persen.


Jateng dan Bali pun jebol: untuk Pilpres. Tapi perolehan suara PDI-Perjuangan masih tetap jaya di dua basisnya itu. Ini pertanda mereka yang cinta PDI-Perjuangan belum tentu memilih Ganjar-Mahfud. 


Bisa juga: caleg-caleg PDI-Perjuangan lebih fokus pada nasib mereka sendiri di DPR.


Yang kelihatan meleset adalah PSI:  bisa tidak lolos ambang batas parlemen. Jelas sekali penyebabnya: saat putra kedua Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi ketua umum PSI, Pemilu sudah di depan mata. PSI sudah menetapkan calon-calon anggota DPR-nya. Caleg-caleg yang kurang punya daya tarik tidak bisa diganti.


Awalnya, kata Jimly di podcastnya Wahyu Muryadi, Jokowi ingin Prabowo berpasangan dengan Ganjar. Keduanya sering diajak ke sawah. Tapi Megawati tiba-tiba mengumumkan Ganjar sebagai capres. PDI-Perjuangan kan pemenang Pemilu, masak hanya di posisi Cawapres. 


Setelah Ganjar jadi capres, semua partai anggota koalisi pemerintah mengincar posisi cawapres. Golkar mengajukan Airlangga Hartarto, ketumnya. PAN mengajukan Erick Tohir. Demokrat mengajukan AHY. PKB mengajukan Muhaimin. Koalisi terancam pecah. Sudah pecah kecil: Muhaimin ke Anies.


Mulailah dicari cawapres alternatif. Yang bisa membuat semua partai bersatu kembali: disebutlah nama Gibran.


Berhasil. Bagian dari nasib baik anak pertama Presiden Jokowi.


Pemilu sudah berlalu. Tentu masih akan ada perlawanan hukum dan politik. Tapi selisih perolehan suara yang begitu besar apakah masih perlu dipersoalkan. Bila suara Anies dan Ganjar digabung pun belum menyamai perolehan Prabowo-Gibran.


Indonesia perlu move on. Waktunya Indonesia mulai kerja lagi. 


Sisi baik dari terpilihnya Prabowo-Gibran adalah: kita tidak perlu melewati masa yang disebut mayat berjalan. 


Prabowo-Gibran baru akan dilantik lebih enam bulan lagi. Selama penantian itu pemerintah yang sekarang tetap bisa kerja keras. Bayangkan kalau yang terpilih Anies atau Ganjar, maka pemerintah seperti mayat yang berjalan.



Prabowo sendiri tampil sejuk tadi malam. Baju kotak-kotak biru mudanya terlihat sederhana. Demikian juga Gibran. Dengan baju yang sama. Tanpa dikancing. Kaus dalam warna hitamnya mencerminkan penampilan mudanya. 


Acara tadi malam itu meriah. Di Istora Senayan. Penuh. Meriah. Bukan perayaan kemenangan tapi meriah. Prabowo menyebut nama-nama tokoh yang hadir. Termasuk menyebut nama mantan istrinya: Titiek Soeharto. 


Saat nama Titiek disebut, ruang Istora gemuruh. Riuh. Riuh dengan sorakan. Teriakan. Mereka memberi semangat agar keduanya rujuk kembali. Tidak henti-hentinya. 


Prabowo tampak berseri. Titiek tampak berdiri, melambaikan kedua tangan kepada mereka. Bahkan akhirnya kedua tangan itu seperti membentuk doa agar permintaan massa itu dikabulkan Tuhan.


Prabowo memang tetap menduda. Pun ketika sudah 25 tahun bercerai. Demikian juga Titiek. Tidak kawin lagi. Keduanya memang bercerai bukan karena saling sakit hati. Atau karena PIL dan WIL. Itu adalah perceraian politik. Semoga politik juga yang menyatukan mereka kembali. Toh hubungan keduanya tidak pernah jauh. Titiek masih sering terlihat di rumah Prabowo.


Pemilu sudah berlalu. Memang belum ada ucapan selamat dari Anies maupun Ganjar. Setidaknya tidak ada klaim kemenangan dari mereka. (Dahlan Iskan)

Kamis, 17 Februari 2022

Do'a Hari Sabtu

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

بِسْمِ الله كَلِمَةِ المُعْتَصِمِينَ وَمَقالَةِ المُتَحَرِّزِينَ، وَأَعُوذُ بِالله تَعالى مِنْ جَوْرِ الجائِرِينَ، وَكَيْدِ الحاسِدِينَ وَبَغْي الظّالِمينَ، وَأَحْمَدُهُ فَوْقَ حَمْدِ الحامِدِينَ. اللّهُمَّ أَنْتَ الواحِدُ بِلا شَرِيكٍ، وَالمَلِكُ بِلا تَمْلِيْكٍ، لاتُضادُّ فِي حُكْمِكَ، وَلا تُنازَعُ فِي مُلْكِكَ. أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، وَأَنْ تُوْزِعَنِي مِنْ شُكْرِ نُعْماكَ ماتَبْلُغُ بِي غايَةَ رِضاكَ، وَأَنْ تُعِيْنَنِي عَلى طاعَتِكَ وَلُزُومِ عِبادَتِكَ وَاسْتِحْقاقِ مَثُوبَتِكَ بِلُطْفِ عِنايَتِكَ، وَتَرْحَمَنِي بِصَدِّي عَنْ مَعاصِيكَ ماأَحْيَيْتَِني، وَتُوَفِّقَنِي لِما يَنْفَعَُِني ما أَبْقَيْتَنِي، وَأَنْ تَشْرَحَ بِكِتابِكَ صَدْرِي، وَتَحُطَّ بِتَلاوَتِهِ وِزْرِي، وَتَمْنَحَنِي السَّلامَةَ فِي دِينِي وَنَفْسِي، وَلاتُوحِشَ بِي أَهْلَ اُنْسِي، وَتُتِمَّ إِحْسانَكَ فِيما بَقِيَ مِنْ عُمْرِي كَما أَحْسَنْتَ فِيما مَضى مِنْهُ، ياأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .


Do'a Hari Sabtu

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang


Bismillah,

kalimat pemegang penjagaan

ucapan pencari perlindungan


A'udzubillah, aku berlindung pada Allah

dari kekejaman manusia kejam

dari rekaperdaya manusia dengki

dari kedzaliman manusia lalim


aku memuji Dia,

di atas pujian semua yang memuji

Ya Allah, Engkau yang Esa tiada tara

Engkau Raja tiada di rajai

tak terlawan ketentuan-Mu

tak tertolak kekuasaan-Mu


aku bermohon,

limpahkan salam sejahtera kepada Muhammad dan keluarganya

hamba-Mu dan utusan-Mu

bimbinglah aku mensyukuri segala nikmat-Mu

yang memungkinkan aku mencapai ridho-Mu

bantulah aku mentaati-Mu dan melazimkan ibadah pada-Mu

memastikan ganjaran-Mu dengan karunia pertolongan-Mu

kasihilah aku, palingkan aku dari maksiat pada-Mu

selama Engkau menghidupkan aku

tuntunlah aku kepada apa yang bermanfaat bagiku

selama ajal belum menjemputku


dengan kitab-Mu legakan dadaku

dengan bacaanya ringankan bebanku

karuniakan padaku keselamatan agama dan diriku

jangan terlantarkan karena aku, semua orang yang menjadi kerinduanku

sempurnakan kebaikan-Mu padaku pada seluruh sisa umurku

seperti Engkau telah berbuat baik pada umurku yang tlah lalu


wahai yang paling Pengasih dari segala yang mengasihi


(Saqifah Sajjadiyah)

Do'a Hari Jum'at

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحَمْدُ للهِ الأول قَبْلَ الاِنْشاءِ وَالاِحْياءِ وَالآخرِ بَعْدَ فَناءِ الأَشْياءِ، العَلِيمِ الَّذِي لا يَنْسى مَنْ ذَكَرَهُ وَلا يَنْقُصُ مَنْ شَكَرَهُ وَلا يَخِيبُ مَنْ دَعاهُ وَلا يَقْطَعُ رَجاءَ مَنْ رَجاهُ. اللّهُمَّ إِنِّي اُشْهِدُكَ وَكَفى بِكَ شَهِيداً، وَاُشْهِدُ جَمِيعَ مَلائِكَتِكَ وَسُكَّانَ سَماواتِكَ وَحَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَنْ بَعَثْتَ مِنْ أَنْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ، وَأَنْشَأتَ مِنْ أَصْنافِ خَلْقِكَ، أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ الله لا إِلهَ إِلاّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاشَرِيكَ لَكَ وَلا عَدِيلَ وَلا خُلْفَ لِقَوْلِكَ وَلا تَبْدِيلَ، وَأَنَّ مُحَمَّداً صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ أَدّى ماحَمَّلْتَهُ إِلى العِبادِ وَجاهَدَ فِي الله عَزَّ وَجلَّ حَقَّ الجِهادِ، وَأَنَّهُ بَشَّرَ بِما هُوَ حَقٌ مِنَ الثَّوابِ، وَأَنْذَرَ بِما هُوَ صِدْقٌ مِنَ العِقابِ. 

اللّهُمَّ ثَبِّتْنِي عَلى دِينِكَ ما أَحْيَيْتَنِي، وَلاتُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهّابُ ، صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَعَلى آل مُحَمَّدٍ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَتْباعِهِ وَشِيعَتِهِ، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَتِهِ، وَوَفِّقْنِي لاَداءِ فَرْضِ الجُمُعاتِ وَما أَوْجَبْتَ عَلَيَّ فِيها مِنْ الطّاعاتِ وَقَسَمْتَ لاهْلِها مِنَ العَطاءِ فِي يَوْمِ الجَزاءِ. إِنَّكَ أَنْت‌َالعَزِيزُالحَكِيمُ .


Do'a Hari  Jum'at 


Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang


Puji bagi Allah

yang awal sebelum penciptaan dan penghidupan

yang Akhir setelah punah semua

yang Maha Tahu yang tak melupakan orang yang mengingat-Nya

yang tak merugikan orang yang mensyukuri-Nya

yang tidak memutuskan harap orang yang mengharap-Nya


Ya Allah, aku mintakan kesaksian-Mu

dan cukuplah Engkau sebagai saksi

aku mintakan kesaksian seluruh malaikat-Mu

penghuni langit-Mu dan pemikul Arsy-Mu

serta yang Kau bangkitkan sebagai nabi dan rasul-Mu

dan yang Kau ciptakan dari berbagai makhluk-Mu


Aku Bersaksi,

Sesungguhnya Engkau Allah, tidak ada Tuhan kecuali Engkau

Tunggal tak berserikat tak bertara

Firman-Mu tak berubah tak berganti

dan sesungguhnya Muhammad SAAW hamba-mu dan rasul-Mu

Ia penuhi apa yang Kau bebankan padanya untuk semua hamba

Ia berjihad di jalan-Mu dengan jihad yang sebenarnya

Ia memberi khabar gembira tentang pahala yang sejati

Ia mengancam dengan siksa yang sesungguhnya


Ya Allah, teguhkan aku

pada agama-Mu selama Kau hidupkan aku

jangan gelincirkan aku setelah Kau tunjuki aku

karuniakan padaku rahmat dari sisi-Mu

sungguh Engkaulah Maha Pemberi


Shalawat sejahtera bagi Muhammad SAAW dan keluarga Muhammad

jadikan aku dari pengikut dan golongannya

kumpulkan daku pada kelompoknya

bimbinglah daku untuk melaksanakan kewajiban Jum'at

yang Kau wajibkan atasku untuk aku taati

dan Kau bagikan karunia pada hari pembalasan pada orang yang layak menerimanya


Sungguh Engkaulah Maha Gagah dan Maha Bijaksana


(Saqifah Sajjadiyah)

Do'a Hari Kamis

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَذْهَبَ اللَّيْلَ مُظْلِما بِقُدْرَتِهِ، وَجاءَ بِالنَّهارِ مُبْصِراً بِرَحْمَتِهِ، وَكَسانِي ضِيائَهُ وَأَنا فِي نِعْمَتِهِ. اللّهُمَّ فَكَما أَبْقَيْتَنِي لَهُ فَأَبْقِنِي لاَمْثالِهِ، وَصَلِّ عَلى النَّبِيّ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَلاتَفْجَعْنِي فِيهِ وَفِي غَيْرِهِ مِنَ اللَّيالِي وَالاَيّامِ بِارْتِكابِ المَحارِمِ وَاكْتِسابِ المَآثِمِ، وَارْزُقْنِي خَيْرَهُ وَخَيْرَ ما فِيهِ وَخَيْرَ مابَعْدَهُ، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مافِيهِ وَشَرَّ مابَعْدَهُ. اللّهُمَّ إِنِّي بِذِمَّةِ الاِسْلامِ أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ، وَبِحُرْمَةِ القُرْآنِ أَعْتَمِدُ عَلَيْكَ، وَبِمُحَمَّد ٍالمُصْطَفى صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ اسْتَشْفِعُ لَدَيْكَ، فَاعْرِفِ اللّهُمَّ ذِمَّتِي الَّتِي رَجَوْتُ بِها قضاء حاجَتِي، ياأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللّهُمَّ اقْضِ لِي فِي الخَمِيسِ خَمْساً: لايَتَّسِعُ لَها إِلاّ كَرَمُكَ، وَلايُطِيقُها إِلاّ نِعَمُكَ: سَلامَةً أَقْوى بِها عَلى طاعَتِكَ، وَعِبادَةً اسْتَحِقُّ بِها جَزِيلَ مَثُوبَتِكَ، وَسِعَةً فِي الحالِ مِنَ الرّزْقِ الحَلالِ، وَأَنْ تُؤْمِنَنِي فِي مَواقِفِ الخَوْفِ بِأَمْنِكَ، وَتَجْعَلَنِي مِنْ طَوارِقِ الهُمُومِ وَالغُمُومِ فِي حِصْنِكَ، وَصَلِّ عَلى مُحمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاجْعَلْ تَوَسُّلِي بِهِ شافِعاً يَوْمَ القِيامَةِ نافِعاً، إِنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ .


Do'a Hari Kamis

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang


Puji bagi Allah,

yang mengusir malam yang gelap dengan kodrat-Nya

yang menghadirkan siang yang terang dengan rahmat-Nya

menutupku dengan cahaya-Nya

membawakan padaku nikmt-Nya


Ya Allah,

sebagaimana telah Kau-lestarikan aku di siang ini

lestarikan aku pada siang lain seperti ini

sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

jangan Kau-celakakan aku hari ini dan hari lain, malam atau siang

dengan perbuatan yang terlarang dan kelakuan yang tercela

Berikan padaku kebaikannya dan kebaikan apapun didalamnya

dan kebaikan apapun sesudahnya

palingkan dariku kejelekannya, dan kejelekan apapun didalamnya

dan kejelekan apapun sesudahnya.


Ya Allah,

dengan perlindungan islam aku tawasul pada-Mu

dengan kemuliaan al-Quran aku bersandar pada-Mu

dengan Muhammad al Musthofa aku mohon pertolongan-Mu


Ya Allah, berikan perlindungan yang kuharapkan untuk mencapai hajatku

wahai yang lebih Pengasih dari segala yang mengasihi


Ya Allah, tetapkan bagiku pada hari kamis lima hal

yang tak kan tercapai kecuali dengan kemurahan-Mu

yang tak kan tergapai kecuali dengan kenikmatan-Mu

keselamatan yang memperkuat ketaatan pada-Mu

ibadah yang memastikan kelimpahan pahala-Mu

keleluasaan lantaran rejeki yang halal

Kau-tentramkan aku di tempat ketakutan dengan perlindungan-Mu

Kau-lindungi aku dari gundah gulana dengan benteng-Mu


Shalawat sejahtera buat Muhammad dan keluarganya

jadikan tawasulku dengannya syafaat yang berguna di hari kiamat


Sungguh Engkau yang lebih Pengasih dari segala yang mengasihi


(Saqifah Sajjadiyah)

Do'a Hari Rabu

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ اللّيْلَ لِباساً وَالنَّوْمَ سُباتاً، وَجَعَلَ النَّهارَ نُشُوراً، لَكَ الحَمْدُ أَنْ بَعَثْتَنِي مِنْ مَرْقَدِي وَلَوْ شِئْتَ جَعَلْتَهُ سَرْمَداً، حَمْداً دائِماً لايَنْقَطِعُ أَبَداً وَلايُحْصِي لَهُ الخَلائِقُ عَدَداً. اللّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْ خَلَقْتَ فَسَوَّيْتَ وَقَدَّرْتَ وَقَضَيْتَ وَأَمَتَّ وَأَحْيَيْتَ وَأَمْرَضْتَ وَشَفَيْتَ وَعافَيْتَ وَأَبْلَيْتَ، وَعَلى العَرْشِ اسْتَوَيْتَ وَعَلى المُلْكِ احْتَوَيْتَ. أَدْعُوكَ دُعاءَ مَنْ ضَعُفَتْ وَسِيلَتُهُ وَانْقَطَعَتْ حِيلَتُهُ وَاقْتَرَبَ أَجَلُهُ وَتَدانى فِي الدُّنْيا أَمَلُهُ، وَاشْتَدَّتْ إِلى رَحْمَتِكَ فاقَتُهُ وَعَظُمَتْ لِتَفْرِيطِهِ حَسْرَتُهُ وَكَثُرَتْ زَلَّتُهُ وَعَثْرَتُهُ وَخَلُصَتْ لِوَجْهِكَ تَوْبَتُهُ. فَصَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِيِّينَ وَعَلى أَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ، وَارْزُقْنِي شَفاعَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَلاتَحْرِمْنِي صُحْبَتَهُ إِنَّكَ أَنْتَ أَرحَمُ الرّاحِمِينَ. اللّهُمَّ اقْضِ لِي فِي الاَرْبِعاءِ أَرْبَعاً: اجْعَلْ قُوَّتِي فِي طاعَتِكَ، وَنَشاطِي فِي عِبادَتِكَ، وَرَغْبَتِي فِي ثَوابِكَ، وَزُهْدِي فِيما يُوجِبُ لِي أَلِيمَ عِقابِكَ، إِنَّكَ لَطِيفٌ لِما تَشاءُ .


Do'a Hari Rabu

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang


Puji bagi Allah,

yang membuat malam sebagai pakaian

dan tidur sebagai peristirahatan

dan siang sebagai saat bertebaran


Bagi-Mu pujian,

Kau bangkitkan aku dari tidurku

kalau Kau kehendaki, kau jadikan tidurku

tidur abadi tanpa henti

kepunyaan Allah makhluk tak terhitung


Ya Allah,

bagi-Mu pujian

Kau-ciptakan, Kau-takdirkan, Kau-tentukan

Kau-matikan, Kau-hidupkan

Kau-sakitkan, Kau-sembuhkan

Kau-selamatkan, Kau-hancurkan

di atas singgasana-Mu Kau bertahta

di atas kerajaan-Mu Kau berkuasa


kusampaikan pada-Mu do'a

orang yang lemah tenaganya

yang putus kekuatannya

yang dekat ajalnya

yang mendunia hasratnya

yang berat keperluannya akan rahmat-Mu

yang besar deritanya karena dosa-dosanya

yang banyak jatuh dan tergelincirnya

yang terpusat pada-Mu saja taubatnya


Curahkan rahmat bagi Muhammad penutup para nabi

serta ahlibaytnya yang bersih dan suci

curahkan padaku syafaat Muhammad SAAW

jangan jauhkan daku dari persahabatannya

sungguh Engkau yang lebih Pengasih dari segala yang mengasihi


Ya Allah, tetapkan bagiku empat hal pada hari rabu

jadikan kekuatanku pada ketaatan-Mu

kerajinanku pada ibadat-Mu

kedambaanku pada ganjaran-Mu

dan keenggananku pada apa saja yang mengundang kepedihan siksa-Mu


Sungguh, Engaku pemberi karunia kepada orang yang Kau-kehendaki


(Saqifah Sajjadiyah)

Do'a Hari Selasa

 

سْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحَمْدُ للهِ وَالحَمْدُ حَقُّهُ كَما يَسْتَحِقُّهُ حَمْداً كَثِيراً وَأَعُوذُ بِهِ مِنْ شَرِّ نَفْسي‌ إِنَّ النَّفْسَ لأَمّارَةً بِالسُّوءِ إِلاّ ما رَحِمَ رَبِّي‌ وَأَعُوذُ بِهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطانِ الَّذِي‌ يَزِيدُني‌ ذَنباً إِلى ذَنبي‌ وَأَحتَرِزُ بِهِ مِنْ كُلِّ جَبّارٍ فاجِرٍ وَسُلْطانٍ جائِرٍ وَعَدُوٍّ قاهِرٍ اللّهُمَّ اجْعَلْني‌ مِنْ جُنْدِكَ فَإِنَّ جُنْدَكَ هُمُ الغالِبونَ وَاجْعَلْني‌ مِنْ حِزْبِكَ فَإِنَّ حِزْبَكَ هُمُ المُفْلِحُونَ وَاجْعَلْني‌ مِنْ أَوْلِيائِكَ فَإِنَّ أَوْلِيائِكَ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ اللّهُمَّ أَصْلِحْ لي‌ دِيني‌ فَإِنَّهُ عِصْمَةُ أَمْرِي‌ وَأَصْلِحْ لي‌ آخِرَتي‌ فَإِنَّها دارُ مَقَرِّي‌ وَإِلَيْها مِنْ مُجاوَرَةِ اللِّئامِ مَفَرِّي‌ وَاجْعَلِ الحَياةَ زِيادَةً لي في‌ كُلِّ خَيْرٍ وَالوَفاةَ راحَةً لي مِنْ كُلِّ شَرٍّ اللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِيِّينَ وَتَمامِ عِدَّةِ المُرْسَلِينَ وَعَلى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطّاهِرِينَ وَأَصْحابِهِ المُنْتَجَبِينَ وَهَبْ لي‌ في‌ الثُّلاثاءِ ثَلاثاً لا تَدَعْ لي‌ ذَنْباً إِلاّ غَفَرْتَهُ وَلا هَمّاً إِلاّ أَذْهَبْتَهُ وَلا عَدُوّاً إِلاّ دَفَعْتَهُ بِبِسْمِ اللهِ خَيْرِ الأَسْماءِ بِسْمِ اللهِ رَبِّ الأَرْضِ وَالسَّماءِ أَسْتَدْفِعُ كُلَّ مَكْرُوهٍ أَوَّلُهُ سَخَطُهُ وَأَسْتَجْلِبُ كُلَّ مَحْبُوبٍ أَوَّلُهُ رِضاهُ فَاخْتِمْ لي‌ مِنْكَ بِالغُفْرانِ يا وَليَّ الإحْسانِ


Do'a Hari Selasa

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang


Segala puji bagi Allah, pujian hak-Nya, kepunyaan-Nya pujian yang banyak

Aku berlindung pada Allah, dari kejahatan diriku, sungguh nafsu menyuruh buruk, kecuali yang disayangi Tuhanku


Aku Berlindung pada Allah dari kejahatan setan yang menambah dosa-dosaku

Aku berlindung pada Allah, dari semua tiran yang durhaka, dari semua penguasa yang kejam, dari semua musuh yang menaklukkan


Ya Allah

jadikan aku diantara pasukan-Mu, karena pasukan-Mu saja yang beroleh kemenangan

jadikan aku diantara tentara-Mu, karena tentara-Mu saja yang beroleh kebahagiaan

jadikan aku diantara kekasih-kekasih-Mu, karena kekasih-Mu saja yang tak mendapat kecemasan dan kesedihan


Ya Allah

baikkan agamaku, karena itulah sandaran urusanku

baikkan akhiratku, karena itulah kampung kembaliku

tempat lari menjauhi kejahatanku

jadikan kehidupan tempat menambah kebaikan

jadikan kematian tempat istirahat dari kejelekan


Ya Allah

limpahkan sejahtera pada Muhammad penutup dan penyempurna para utusan

kepada keluarganya yang baik dan suci

kepada para sahabatnya yang pilihan


Beri aku pada hari selasa tiga hal

jangan biarkan pada diriku dosa kecuali engkau maafkan

jangan biarkan pada diriku kesusahan kecuali engkau hilangkan

jangan biarkan pada diriku musuh kecuali engkau tolakkan


Dengan Asma Allah sebaik-baik Asma

Dengan Asma Allah, Rabb pengurus langit dan bumi


Aku mohon ditolakkan setiap kebencian yang pangkalnya murka-Nya

aku mohon diberikan, setiap kecintaan yang pangkalnya ridho-Nya


Akhirilah hidupku dengan ampunan

Wahai pemilik segala kebaikan.


(Saqifah Sajjadiyah)

Do'a Hari Senin

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحَمْدُ للهِ الَّذِي لَمْ يُشْهِدْ أَحَداً حِينَ فَطَرَ السَّماواتِ وَالاَرْضَ ، وَلا اتَّخَذَ مُعِيناً حِينَ بَرَأَ النَّسَماتِ. لَمْ يُشارَكْ فِي الاِلهِيَّةِ، وَلَمْ يُظاهَرْ فِي الوِحْدانِيَّةِ. كَلَّتِ الاَلْسُنُ عَنْ غايَةِ صِفَتِهِ وَالعُقُولُ عَنْ كُنْهِ مَعْرِفَتِهِ، وَتَواضَعَتِ الجَبابِرَةُ لِهَيْبَتِهِ، وَعَنَتِ الوُجُوهُ لِخَشْيَتِهِ، وَانْقادَ كُلُّ عَظِيمٍ لِعَظَمَتِهِ. فَلَكَ الحَمْدُ مُتَواتِراً مُتَّسِقاً ومُتَوالِياً مُسْتَوْسِقاً وَصَلَواتُهُ عَلى رَسُولِهِ أَبَداً وَسَلامُهُ دائِماً سَرْمَداً. اللّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِي هذا صَلاحاً وَأَوْسَطَهُ فَلاحاً وَآخِرَهُ نَجاحاً، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ يَوْمٍ أَوَّلَهُ فَزَعٌ، وَأَوْسَطُهُ جَزَعٌ وَآخِرُهُ وَجَعٌ. 

اللّهُمَّ إِنِّي اسْتَغْفِرُكَ لِكُلِّ نَذْرٍ نَذَرْتُهُ وَكُلِّ وَعْدٍ وَعَدْتُهُ، وَكُلِّ عَهْدٍ عاهَدْتُهُ ثُمَّ لَمْ أَفِ بِهِ، وَأَسأَلُكَ فِي مَظالِمِ عِبادِكَ عِنْدِي فَأَيُّما عَبْدٍ مِنْ عَبِيدِكَ أَو أَمَةٍ مِنْ إِمائِكَ كانَتْ لَهُ قِبَلِي مَظْلِمَةٌ ظَلَمْتُها إِيّاهُ فِي نَفْسِهِ، أَوْ فِي عِرْضِهِ أَوْ فِي مالِهِ أَوْ فِي أَهْلِهِ وَوَلَدِهِ، أَوْ غيْبَةٌ اغْتَبْتُهُ بِها، أَوْ تَحامِلٌ عَلَيْهِ بِمَيْلٍ أَوْ هَوَىً أَوْ أَنَفَةٍ أَوْ حَمِيَّةٍ أَوْ رِياءٍ أَوْ عَصَبِيَّةٍ غائِباً كانَ أَوْ شاهِداً أَوْ حَيّاً كانَ أَوْ مَيِّتاً، فَقَصُرَتْ يَدِي وَضاقَ وُسْعِي عَنْ رَدِّها إِلَيْهِ والتَحَلُّلِ مِنْهُ، فَأَسْأَلُكَ يامَنْ يَمْلِكُ الحاجاتِ وَهِي مُسْتَجِيبَةٌ لِمَشِيَّتِهِ وَمُسْرِعَةٌ إِلى إِرادَتِهِ أَنْ تُصَلِّيَّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَنْ تُرْضِيَهُ عَنِّي بِما شِئْتَ، وَتَهَبَ لِي مِنْ عِنْدِكَ رَحْمَةً إِنَّهُ لاتَنْقُصُكَ المَغْفِرَةُ ولاتَضُرُّكَ المَوْهِبَةُ، ياأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللّهُمَّ أَوْلِنِي فِي كُلِّ يَوْمِ اثْنِينِ نِعْمَتَيْنِ مِنْكَ ثِنْتَيْنِ: سَعادَةَ فِي أَوَّلِهِ بِطاعَتِكَ، وَنِعْمَةً فِي آخِرِهِ بِمَغْفِرَتِكَ، يامَنْ هُوَ الاِلهُ وَلا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ سِواهُ


Do'a Hari Senin

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang

Puji bagi Allah,

yang mencipta langit dan bumi tanpa seorang saksi

yang menggelar makhluk tanpa seorang pembantu

tidak ada sekutu dalam ke-Ilahian

tidak ada setara dalam ke-Tunggalan


Kelu lidah mengungkap sifat-Nya

lemah akal memerikan makrifat-Nya

merendah segala penguasa karena kehebatan-Nya

rebah segala wajah karena takut pada-Nya

jatuh yang agung karena keagungan-Nya


Bagi-Mu segala puja, puja yang beruntun tak putus-putus

salam sejahtera bagi rasul-Nya senantiasa, salam nan kekal abadi


Ya Allah,

jadikan permulaan hari ini kebaikan, pertengahannya kejayaan, pemungkasnya keuntungan

aku berlindung pada-Mu, dari hari yang permulaanya ketakutan, pertengahanya kecemasan dan pemungkasnya kesedihan


Ya Allah,

aku mohon ampun pada-Mu, atas segala nadzar yang ku-nadzarkan, atas segala janji yang kujanjikan, atas segala akad yang ku-akadkan kemudian tak kupenuhi pada-Mu


aku bermohon pada-Mu, perihal ulahku mendzalimi hamba-Mu

bila ada hamba-Mu pria dan wanita yang teraniaya karena kedzalimanku

pada dirinya, pada kehormatannya, pada hartanya, pada ahlinya, pada keturunannya

atau yang kugunjingkan kejelekannya, atau yang kusengsarakan karena hawa nafsu,

penghinaan, kesombongan, ria dan kesukuan,

yang hadir dan yang raib, yang hidup dan yang mati, lalu lemah tanganku

sempit tenagaku untuk mengembalikan haknya dan meminta kerelaannya

karena itu, aku bermohon pada-Mu

wahai yang menguasai segala hajat

hajat yang terpanggil karena kehendak-Nya

hajat yang bergegas memenuhi iradat-Nya


Sampaikan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

ridhokan dia padaku dengan apa yang Engkau kehendaki

berikan dari sisi-Mu rahmat

ampunan tidak akan mengurangi (keagungan)-Mu

Anugrah tidak akan menyusutkan (kebesaran)-Mu

wahai yang Maha Kasih dari segala yang mengasihi


Ya Allah,

berikan aku pada hari senin dua kenikmatan

pada permulaannya kebahagiaan mentaati-Mu

pada pemungkasnya kenikmatan ampunan-Mu

wahai Dia yang menjadi satu-satunya Tuhan

selain Dia, tiada yang dapat memberi ampunan

(Saqifah Sajjadiyah)

Doa Hari Ahad

 سْمِ اللهِ الَّذِي‌ لا أَرْجُو إِلاّ فَضْلَهُ وَلا أَخْشى إِلاّ عَدْلَهُ وَلا أَعتَمِدُ إِلاّ قَوْلَهُ وَلا أُمْسِكُ إِلاّ بِحَبْلِهِ بِكَ أَسْتَجِيرُ ياذَا العَفْوِ وَالرِّضْوانِ مِنَ الظُّلْمِ وَالعُدْوانِ وَمِنْ غِيَرِ الزَّمانِ وَتَواتُرِ الأَحْزانِ وَطَوارِقِ الحَدَثانِ وَمِنْ انْقِضاءِ المُدَّةِ قَبلَ التَّأَهُّبِ وَالعُدَّةَ وَإِيّاكَ أَسْتَرْشِدُ لِما فِيهِ الصَّلاحُ وَالإصْلاحُ وَبِكَ أَسْتَعِينُ فِيما يَقْتَرِنُ فِيهِ النَّجاحُ وَالإنْجاحُ وَإِياكَ أَرْغَبُ في‌ لِباسِ العافِيةِ وَتَمامِها وَشُمُولِ السَّلامَةِ وَدَوامِها وَأَعُوذُ بِكَ يا رَبِّ مِنْ هَمَزاتِ الشَّياطِينِ وَأَحْتَرِزُ بِسُلْطانِكَ مِنْ جَوْرِ السَّلاطِينِ فَتَقَبلْ ما كانَ مِنْ صَلَواتِي‌ وَصَوْمي‌ وَاجْعَلْ غَدِي‌ وَما بعْدَهُ أَفْضَلُ مِنْ ساعَتي‌ وَيَومي‌ وَأَعِزَّني‌ في‌ عَشِيرَتي‌ وَقَوْمي‌ وَاحْفَظْني‌ في‌ يقَظَتي‌ وَنَوْمي‌ فَأَنتَ اللهُ خَيْرٌ حافِظاً وَأَنتَ أَرْحَمُ الرّاحِمِينَ اللّهُمَّ إِنِّي‌ أَبرَءُ إِلَيكَ في‌ يَومي‌ هَذا وَما بَعدَهُ مِنَ الأٍٍٍحادِ مِنَ الشِّرْكِ وَالإلْحادِ وَأُخْلِصُ لَكَ دُعائي‌ تَعَرُّضاً لِلإجابةِ وَأُقِيمُ عَلى طاعَتِكَ رَجاءً للإثابَةِ فَصَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ خَيْرِ خَلْقِكَ الدّاعي‌ إِلى حَقِّكَ وَأَعِزَّني‌ بِعِزِّكَ الَّذِي‌ لا يضامُ وَاحْفَظْني‌ بِعَينِكَ الَّتي‌ لا تَنامُ وَاخْتِمْ بِالانْقِطاعِ إِلَيكَ أَمْرِي‌ وَبِالمَغْفِرَةِ عُمْرِي‌ إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ


Do'a Hari Ahad

Dengan Asma Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang

Dengan Asma Allah,

yang tidak aku harpakan kecuali karunia-Nya

yang tidak aku takutkan kecuali keadilan-Nya

yang idak aku percayai kecuali firman-Nya

yang tidak aku pegangi kecuali tali-Nya


Kepada-Mu aku berlindung

wahai pemilik ridho dan ampunan

dari kedzaliman dan permusuhan

dari bencana zaman

dari runtunan kesedihan

dari rangkaian kemalangan

dari habisnya jangka, sebelum siap sedia


kepada-Mu aku mohon bimbingan

pada apa yang baik dan mendatangkan kebaikan

kepada-Mu aku memohon pertolongan

untuk mencapai keberuntungan dan mendatangkan keberuntungan

kepada-Mu aku mendambakan

limpahan keselamatan dan kesempurnaan

cakupan kesejahteraan dan kekekalannya


aku berlindung pada-Mu ya Rabbi, dari bisikan syetan

aku bernaung pada kekuasann-Mu, dari kedzaliman para sulthan

terimalah apa yang ada pada shalatku dan shaumku

jadikan hari esokku dan sesudahnya lebih baik dari saat ini dan hari ini

muliakan keluargaku dan kaumku


jaga waktu jaga dan tidurku

Engkau Allah penjaga terbaik

Engkaulah yang paling Pengasih dari segala yang mengasihi


Ya Allah aku berlepas diri dari kemusyrikan dan kefakiran

aku ikhlaskan do'a ku mengharap ijabah-Mu


Limpahkan sejahtera bagi Muhammad dan keluarganya

sebaik-baik makhluk-Mu yang menyeru pada kebesaran-Mu


Muliakan aku dengan kemulian-Mu yang tidak pernah punah

jaga diriku dengan mata-Mu yang tidak pernah tidur

tutup urusanku dengan kebergantungan pada-mu

tutup usiaku dengan maghfirah-Mu

sungguh Engkau Maha Pengampun dan Penyayang


(Shaqifah Sajjadiyah)

Senin, 04 Oktober 2021

BSJ (Bandung Solo Jember)

 


Kamis malam jum’at 03 September 2021 , jam 20:30 WIBB kami bertiga start perjalanan pulang kampung, edisi ziarah ke makam Bapak/Ibu & leluhur keluarga, silaturrahim ke sanak sodara dan utamanya menengok kakak tertua yg lagi sakit di Jember.

Rute yang saya gunakan, jl. Kol. Masturi – Cisarua – Lembang – Subang – masuk pintu Tol Subang. Mengambil jalur memotong, tidak langsung Tol Cipularang menghindri membengkaknya bayar e-tol. Masuk Pintu Tol Subang dan nanti akan keluar di pintu Tol Karanganyar. Dengan panjang perjalanan  tol sekitar 423,6km di tempuh dalam 4 – 5 jam. Bayar tol Rp. 420.000,-. Istirahat sekitar 1 jam di rest area Boyolali. Sampai di rumah, Ngunut – Jumantono sekitar jam 04:00 pagi.

Paginya istirahat sampai menjelang Jum’atan. Siang  ada temen SD/SMP silaturrahimke rumah. Sore silaturrahim ke sodara sekaligus ziarah ke makam bibi di desa Pijenan, yang waktu meninggal tidak bisa ikut Takjiyah karena PPKM Covid-19 yang masih ketat.

Malem jam 20:00 kami start lagi untuk perjalanan ke Jember, dengan jumlah penumpang ber-5 ada tambahan kakak dengan isterinya. Rute yang diambil, pintu tol Karanganyar dan akan keluar di pintu tol Grati/Leces Probolinggo. Di jalur tol Surabaya yang perlu diperhatikan yaitu arah tol gempol via Wonokromo, jangan sampai masuk arah tol Juanda. Panjang jalan tol sekitar 313 km jarak tempuh sekitar 3 – 4 jam, biaya tol sekitar Rp. 360.000,-. Istirahat sebentar di rest area, dan istirahat lagi sekitar 1 jam di Wanareja Lumajang. Alhamdulillah Subuh sudah sampai rumah kakak yang di Kedawung Gebang – Jember.



Di Jember praktis banyak di rumah kakak Tertua, walaupun di selingi silaturrahim ke kakak yang ke-2 tapi hanya sebentar. Sabtu – Minggu banyak bercengkerama (ngobrol, makan bareng dll) dengan kakak tertua, walaupun kondisi agak lemah alhamdulillah kelihatan lebih ceria.

Senin sore, prepare untuk kembali ke solo, dengan jalur Jember – Situbondo – Solo. Mampir dulu, sambil nganterin Kakak perempuan pas di atas saya. Pukul 17an berangkat dari Gebang , rumah kakak saya yang ke-3, sampai di Kalibagor – Situbondo jam 19an. Istirahat sholat dll sekitar 1 jam. Pukul 20an langsung start ke Solo dan sampai Solo, subuh.

Setelah istirahat di rumah Ngunut , pukul 14:30an start lagi pulang ke Cimahi-Bandung. Ishoma magrib dan isya di rest Area sekitar Pemalang. Alhamdulillah jam 23an sudah sampai rumah di Cipageran – Cimahi.

Perjalanan Panjang yang cukup melelahkan, tetapi karena dilandasi kangen silaturrahiim tidak terasa capek nya. Puji syukur perjalanan ini di beri kelancaran  dan keselamatan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Ada bonus yang tidak kalah menggembirakan yaitu mobil penuh dengan oleh-2 pemberian sodara.

 

AsTo, Cimahi 09-09-2021





Rabu, 01 September 2021

Beberapa Manfaat Donor Darah Secara Rutin Bagi Kesehatan Tubuh

 Bagi sebagian orang, kegiatan donor darah menjadi hal yang menakutkan. Belum lagi dengan efek samping yang bisa dirasakan sebagian orang setelah mendonorkan darahnya, misalnya pusing dan tubuh terasa melayang, kesemutan, nyeri di lengan bekas suntik, mual, dan mata berkunang-kunang.

Tapi, perlu diketahui, efek samping tersebut termasuk hal wajar dan tidak perlu membuat Anda takut. Apabila Anda melakukan donor darah sesuai anjuran, yakni maksimal 5 kali dalam 2 tahun (tiap 4 bulan sekali untuk wanita  dan tiga bulan sekali untuk pria), donor darah bisa membawa manfaat bagi kesehatan tubuh para pendonor.

Penasaran? Langsung saja simak informasinya di bawah ini, ya!



Melancarkan Aliran Darah dan Produksi Sel Darah Merah Jadi Meningkat

Manfaat donor darah rutin yang pertama dan wajib diketahui adalah kemampuannya membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan membuat produksi sel darah merah jadi lebih meningkat. Mendonorkan darah bisa membuat sumsum tulang belakang menghasilkan sel darah merah baru untuk menggantikan darah yang hilang. Kemudian, tubuh juga akan lebih cepat menghasilkan darah baru.

Mendapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sebelum mendonorkan darah, Anda pasti akan diperiksa berat badan, kadar hemoglobin, suhu tubuh, tekanan darah, dan nadi. Bila sudah melalui proses donor darah, darah akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan berbagai tes untuk memastikan darah Anda tidak akan menimbulkan penyakit bila sudah masuk dalam tubuh orang lain. Jika saat tes tersebut ditemukan suatu penyakit atau virus dalam darah, pasti Anda akan diinformasikan.

Menjaga Kadar Zat Besi dalam Darah Agar Lebih Stabil

Manfaat donor darah lainnya adalah kemampuannya mengurangi kadar zat besi yang berlebih dalam tubuh. Pasalnya zat besi yang berlebih dalam darah bisa meningkatkan radikal bebas dan oksidasi kolesterol yang ada dalam tubuh dan bisa meningkat faktor risiko terjadinya kanker, hepatitis C, serangan jantung, stroke dan penuaan dini.

Menurunkan Kolesterol

Manfaat donor darah keempat adalah dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Khasiat ini nantinya bisa membantu menurunkan kolesterol. Pasalnya, kolesterol yang terdapat di darah bisa berkurang bersamaan dengan darah yang keluar.

Mengurangi Berat Badan

Mendonorkan darah sebanyak satu kantong bisa membakar sebanyak 650 kalori. Makanya, donor darah dipercaya bisa membantu menjaga berat badan tetap ideal sehingga bisa mengurangi risiko obesitas. Namun, perlu diingat jika cara ini jangan dijadikan sebagai satu-satunya langkah untuk mengurangi berat badan, terutama jika Anda sudah berada di bawah berat proporsional. Hubungi ahli kesehatan pribadi Anda dan terus menerapkan gaya hidup yang sehat secara rutin untuk memperoleh berat ideal.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Bagi jantung sendiri, manfaat donor darah rupanya sangat penting, yakni mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan mencegah tubuh jadi lebih cepat sakit. Selanjutnya, donor darah bisa mengurangi terjadinya darah jadi mengental. Bila darah mengental, akan terjadi gesekan pembuluh darah dan sel darah pun menjadi semakin besar. Kondisi ini akan memicu pembuluh darah jadi tersumbat dan penyakit jantung bisa terjadi.

Baik untuk Kesehatan Psikologis

Semua orang akan merasakan bahagia setelah membantu orang lain. Hal ini juga bisa Anda peroleh lewat donor darah. Dengan mendonorkan darah Anda, secara tidak langsung Anda akan membantu menyelamatkan hidup orang lain yang membutuhkan darah tersebut.

Luka Jadi Cepat Sembuh

Melakukan donor darah otomatis akan membuat sel darah merah dalam tubuh menjadi berkurang. Biasanya, setelah donor darah, tubuh akan melakukan penyesuaian akibat kurangnya sel darah merah itu. Nah, saat tubuh mengalami luka dan sel darah merah berkurang, tubuh juga akan melakukan penyesuaian untuk menyembuhkan luka tersebut.

Usia Bisa Lebih Panjang

Manfaat donor darah yang terakhir adalah secara tidak langsung bisa membuat usia lebih panjang. Salah satu alasannya karena sifat tidak mementingkan diri sendiri dan sering berbuat baik yang bisa meningkatkan harapan hidup seseorang jadi lebih lama. Argumen ini dilansir di jurnal kesehatan Health Psychology milik American Psychological Association (APA) di mana riset menemukan bahwa orang-orang yang rajin melakukan tindakan sukarela memiliki jenjang hidup yang lebih lama.

Itulah beberapa manfaat donor darah bagi kesehatan. Sebelum lanjut melakukan donor darah, pastikan Anda sudah tidur yang cukup semalam serta makan dan minum yang cukup 3-4 jam sebelum donor. Dengan demikian, Anda akan menghindari pusing dan lemas setelah donor darah. Kemudian, beri tahu juga petugas medis tentang semua jenis obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Selanjutnya, bagi para wanita, jangan melakukan donor darah ketika sedang menstruasi.

Selain melakukan donor darah secara rutin, untuk jaga kesehatan Anda, terapkan juga gaya hidup sehat seperti dengan mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, menjaga suasana hati, dan juga istirahat yang cukup.


https://www.zurich.co.id

Jumat, 27 Agustus 2021

TOUR De Santolo 2021


 

Pagi yang masih diselimuti udara dingin, Puri Cipageran Indah 2, wilayah RW-21. Waktu menunjukkan jam 06:15 menit briefing dimulai dengan penjelasan ketua regu mengenai perjalanan tadabur alam dengan tujuan Pantai Santolo. Briefing diakhiri dengan do’a bersama.

Rombongan kami ada 6 motor, 2 motor dengan sepasang suami isteri, 3 motor pasangan suami isteri dan anak, 1 motor bujangan. Rute yang akan ditempuh untuk keberangkatan : Cipageran – Ciwidwy – Cidaun – Ranca Buaya – Santolo (jarak tempuh sekitar 163 Km). Touring dengan isteri bagi saya, ini adalah pengalaman pertama. Berkali-kali touring sebelumnya selalu tunggal.

Dengan kendaraan NMAX-155 model lama, berboncengan dengan isteri masih bisa dikendarai dengan nyaman. Karena suasana PPKM tahap 3 masih belum berakhir, kondisi jalanan tidak terlalu ramai, karena biasanya pada hari libur jalanan ke arah Ciwidey – Situ Patenggang selalu padat. Walaupun kondisi jalanan tidak padat, kecepatan yang kami pergunakan hanya sekitar 50 Km/jam. Lebih bisa dipakai untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.

Memasuki daerah Ciwidey udara masih cukup dingin, mulai dari Cimanggu - Ranca Upas  - Ranca Bali – Patenggang – Kawah Cibuni, kontur jalan yang berkelok dan naik turun di sepanjang hamparan kebun teh. Memasuki perbatasan kab. Banung dengan Kab. Cianjur rombongan beristirahat dulu di rest Area. Sekedar untuk melepas penat , ke toilet, menikmati segelas kopi hitam dan makanan ringan daerah pedesaan.





Setelah cukup istirahat, perjalanan dilanjutkan dengan tujuan base camp ke-2 yaitu pantai Ranca Buaya. Sampai di Ranca Buaya mendekati waktu dhuhur. Mencari tempat pinggir pantai yang ada pasirnya dan saung untuk melakukan Isoma, dan memberikan kesempatan keluarga yang bawa anaknya untuk mulai bermain di pasir pantai yang kering selepas batu  karang.



Selesai Isoma, perjalanan kembali dilanjutkan. Baiknya infrastruktur jalan sepanjang pantai selatan jawa, membuat perjalanan touring ini menjadi lebih nyaman. Menjelang  ashar rombongan sudah sampai di pantai Santolo. Langsung cari penginapan untuk bermalam. Alhmadulillah setelah mencari dan mensurvey beberapa penginapan akhirnya rombongan sepakat untuk menginap di Penginapan Cahaya Mustika. Masing-masing pasangan keluarga mengambil 1 kamar, dengan 1 bed  dan kamar mandi didalam. Harga per kamar Rp. 200.000 fasilitas (WiFi, kipas angin, TV)  dan Rp. 250.000,- (WiFi, AC, TV).




Selepas chek in dan istirahat sejenak, rombongan mulai  bermain di pantai yg lokasinya persis dibelakang penginapan. Pantai pasir yang  agak landai bisa dipakai berenang . Ada juga penyewaan selancar karet, ban karet dan permainan yang ditarik pakai boat. Rombongan cukup menikmati suasana pantai di sore hari itu sambil menunggui sun set, walaupun ngga begitu jelas mataharinya karena sedikit ketutup awan. Maghrib menjelang rombongan kembali ke penginapan masing-masing. Bada isya selepas makan bersama, rombongan  lnjut istirahat dan sebagian ada yang jalan-jalan menyusuri suasana malam di pantai sekitar dermaga.

Pagi Harinya rombongan jalan bersama dan menyeberang dermaga untuk menikmati suasana pantai Cilaut ereun....., pantai yang ombaknya tidak sampai ke bibir daratan karena terpecah karang agak ditengah laut sekitar 200m dari bibir pantai. Airnya dangkal dan cocok untuk berenang anak-anak. Hanya agak hati-hati karena dasarnya banyak karang. Selesai di Cilaut Ereun rombongan kembali ke penginapan dan prepare untuk kembali ke Cipageran, supaya tidak terlalu siang.




Sekitar jam 11an rombongan berangkat meninggalkan pantai Santolo untuk kembali ke rumah masing-masing. Jalur yang di tempuh untuk pulang adalah Santolo – Ranca Buaya – Cisewu – Pangalengan Cipageran. Jarak tempuh sekitar 152 Km. Kontur jalan hampir sama dengan jalur keberangkatan. Rombongan sempet istirahat di Rumah makan Saung Sawah Cisewu. Yang empunya rumah makan mempunyai burung perkutut yang sudah Kung....., sempet nanyain mau di jual ngga, kata tetehnya, mannga wae engke taroskeun ka Bapak....., bapakna nuju angkat.... (naksir burungnya tapi kelihatanya harganya mahal)...

Alhamdulillah menjelang maghrib rombongan sampai di rumah masing-masing dengan selamat.

Nice Trip bersama isteri.....

aSto, 21 Agustus 2021

Sabtu, 17 Juli 2021

Leburnya Tan De Seng (bag-3)

 


Deseng lahir di Gang Tamim, Pasar Baru, Bandung, 22 Agustus 1942. Ayahnya, Tan Tjin Hong yang totok, dan ibunya Yo Mbok Nie yang peranakan. Wangsa Tan berasal dari Ciou–phou/Zhangpu, Hokkian Selatan.

Tan Tjin Hong adalah sastrawan amatiran yang menuliskan karyanya dalam bahasa dan huruf China. Ia juga terampil memainkan instrumen tradisional Tionghoa, dan bisa melukis kaligarfi. Sisi lain, Tjin Hong adalah tabib atau shinse.

Pasangan ini melahirkan delapan bersaudara. Menurut Deseng, ia tercatat nomor lima. Mereka diberi nama: Tan Dekun, Tan Debin, Tan Djunan, Tan Djulam, Tan Detjeng, Tan Deseng (di kliping, ada juga yang menulisnya Tan De Seng), Tan Dekong, Tan Djulim.

Bakat seni Tan Tjin Hong menitis kepada anak-anaknya, di antaranya Tan Detjeng (Chen Lizheng), koko­-nya Deseng, yang kini berkiprah sebagai guru musik dan vocal di Dandong (Tingkok Timur Laut), sedangkan adik Deseng, Tan Dekong, adalah pemusik yang pandai memainkan yangqin (semacam kacapi, tapi dimainkan dengan cara diketuk), dan ehru (rebab Tionghoa berdawai dua).

Bakat seni wangsa Tan ini juga menitis kepada salah seorang keponakan Deseng, yaitu Felicia yang pandai menari Jaipongan. Gadis remaja ini pernah mempertontonkan tari Jaipongan dengan iringan lagu Dongfang zhi zhu yang digubah oleh Deseng.

Pendidikan formal Deseng hanya setingkat SMP Tionghoa. Sekolah Tionghoa di Bandung yang pernah dimasukinya adalah Longhua (1959-1951), Xinhua (1951-1953), Nanhua (1953-1956), Xin Longhua (1956-1957), dan terakhir di Zhonghua Zhongxue hingga kelas dua SMP, karena keburu dikeluarkan akibat badung.

Dari koko terdekatnya, Tan Detjeng, ia beroleh pelajaran meniup harmonika dan memetik guzheng (kacapi China). Pada usia 9 tahun, Deseng mulai terkesiap oleh suara kacapi. Ia juga terpukau oleh rengekan piul (biola). Waktu masih tinggal di Gang Dulatif, sewaktu akan bersekolah, ia selalu melawati Stasiun KA Bandung. Di sana, ada pengamen biola yang handal, orang-orang memanggilnya Mang Adang. Deseng tidak berangkat sekolah, tapi berhenti di situ untuk menyimak piul.

Deseng memang mahiwal (eksentrik). Darah yang mengalir di nadinya murni dari negeri lalangse awi (rumpun bambu), tapi sedari cilik sudah keranjingan nonton wayang, apalagi jika yang memainkannya Dalang Ki Sunarya.

Bagai meteor, skill Deseng dalam bermusik, nampak melesat. Jelang akil balig, ia sudah menguasai karawitan Sunda, musik pop Barat, Mandarin, jazz, bluess, bosanova, hingga lagu-lagu klasik Mozart atau Beethoven. Ia menguasai instrumen musik Tionghoa seperti guzheng (kacapi), dizi (suling), ehru.

Pada 1955, usia 13 tahun, Deseng benar-benar piawai memainkan gitar, dan membuat seorang temannya, yaitu Adjat Sudradjat, alias Atun, ingin belajar kepadanya. Sedang Adjat di keluarganya memiliki grup musik kacapi-suling. Maka terjadilah barter keterampilan.

Dapur seniman saat itu seringlah Senin-Kamis. Karena itu, ayahnya yang katkutan akan masa depannya, memaksa Deseng belajar dagang seumumnya kaum tauke. Pada usia 14, maka ia berkemas-kemas ke Palembang. Bersama temannya, Syafe’i, ia mecoba dagang besi seperti orang Madura.

Namun di suatu malam, di kamar kostnya, tak sengaja ia mendengar radio tetangga yang sedang memutar kawih Sunda yang lawas-tilawas. Tak dinyana, air mata Deseng menitik. Esoknya, ia segera berkemas, pulang Ke Bandung. Hanya empat bulan Deseng di Palembang. Ia dapat ongkos pulang kampung dengan mengamen di kapal.

Belajar kesenian lagi. Kata orang Sunda, Deseng itu hejo tihang (haus) dalam berguru. Pada usia 17 tahun, Deseng berguru kacapi kepada Ebar Sobarna dan Sutarya. Sekira usia 19, belajar nembang Cianjuran kepada Nyi Mas Saodah yang dikenal sebagai penembang paling beken di Jawa Barat. Juga rajin menyambangi padepokan wayang golek Giri Harja, sambil menimba sasmita dari Abah Sunarya dan Asep Sunandar. Belajar juga dari Titin Fatimah, pesinden kondang lagu-lagu Sunda dari Jakarta (1959), juga kepada Euis Komariah dan Tati Saleh.
Di jalur diatonis, Deseng berguru kepada gitaris jazz legendaris Eddy Karamoy, dan menjadi murid kanineung.

Bagai domba muda yang rajin mengasah tanduk, Deseng belia rajin bergabung dengan grup band untuk mempertontonkan kebolehannya, di antaranya menjadi gitaris Young Brothers, Hemming Youth. Ia bergabung dengan grup Paramor, Maria Musica, Inti Nada (khusus lagu Mandarin dan jaazz), Blue Diamond (khusus lagu Barat). Khusus untuk musik kacapi suling, ia mendirikan grup Bhakti Siliwangi. Ini nama grup pemberian dari almarhum Bing Slamet. Tampil bersama mereka, Deseng menerima juluk: Setan Melodi.

“Saya jago memainkan smith guitar. Itu kojo saya. Jarang orang bisa memainkannya,” demikian Deseng mengenangnya.

Sebagai seniman, ternyata hidup Deseng terkatung-katung. Sampai akhirnya ia bertemu pengusaha kaya dari Cicadas yang terpana pada permainan iramanya, yang kebetulan punya putri, Tan Lie Joe. Pada 1964, Deseng dinikahkan dengan Joe, dikaruniai seorang putra. Beda hobi dan cita-cita, biduk rumah tangga mereka terhempas pada 1976.

Hidup Deseng jadi kasut. Pikiran gelap. Di suatu akhir petang, ia mendengar azan Magrib berkumandang. Tiba-tiba ada yang melintas dalam batinnya. Ia pun memeluk Islam, juga dengan restu keluarganya yang tiba-tiba kembali mengakuinya.

Sewaktu menggarap ilustrasi musik untuk film Misteri Jaipongan, Deseng corat-coret dengan huruf Arab, yang kedapatan oleh Tuti dan Mardali yang juga terlibat dalam produksi. Tuti mengusulkan, agar Deseng menambah nama Mohammad. Usul diterima. Sejak itu, sesekali wartawan menulis namanya dengan Mohammad Tan Deseng.

Pada 1977, Deseng menikah untuk kedua kalinya dengan Nia Kurniasih dari Subang. Dikaruniai dua putri: Fitri Chen Huimin (Cici) yang telah menikah dengan Dody Tjia Hong Wie, dan Tantri Chen Huiyun (Dede) yang akan menikah pada 14 Juli ini.

Warna-warni hidup Deseng tidak mirip pelangi, sebab ada warna yang paling kuat, mencolok, intens, dan konsisten: musik Sunda.

Benar ia berpaling juga pada musik lain, apalagi ketika mendirikan The Christone Band sekira tahun 1982, bersama Christian dan Tony (pimpinan), Jimy Manux (bas), Engkun (organ), Wawan Darmawan (mantan Paramor Band dan The Rollies) pegang drum. Pada tahun itu, nama grup band seperti God Bless, AKA, The Rollies sudah di atas angin.

Tetapi Deseng selalu kembali pada musik Sunda. Sejak 1968, ia sudah bergerak di bidang studio dan recording yang dikelolanya di Jl Kamsi, lalu pindah ke jalan Entit. Ia merekam suara emas Tati Saleh, Euis Komariah, Ida Widyawati, Titin Fatimah dalam tembang Cianjuran. Dia mengangkat nama Mang Adang, mantan pengamen biola yang rengekannya maut itu.

Pada 1983, ia kembali menghidupkan studio dan rekaman dengan bendera Bhatara. Ia ikut mendokumentasikan tembang pengiring tari Jaipongan. Di era itu, di Bandung bermunculan pula studio rekaman khusus untuk musik Sunda, di antaranya Jugala, SP, Wisynu, Asmara, Gema Populer.

Ia sudah berjasa untuk seni Sunda. Tapi jasa tidak identik dengan kaya. Buktinya, rumahnya saja masih gontrak. Apakah ini karena ia terkena tulah di mana ia pernah berujar, “Saya kira, kalau orang masih mengganggap saya China, maka sayalah orang China pertama yang bicara tidak kepingin kaya. Buat saya, miskin tidak apa, asal tidak menjadi pelacurnya cukong-cukong,” seperti dikutip oleh Remy Sylado di majalah Amanah edisi 148.

Adapun konsepsi Deseng tentang musik Sunda adalah sebuah musik yang irama dan nadanya berasal dari tatacara dan pakem Sunda, bukan hanya syairnya berbahasa Sunda. Sebab itu, bagi Deseng, lagu pop Sunda yang berbasis pada nada diatonis, hanyalah musik pop Barat yang diberi syair Sunda.




Sebagai seniman Sunda, Deseng nyaris paripurna. Sesuatu yang masih kurang dari Deseng adalah munggubah sendiri musik Sunda, yang suatu hari barangkali akan dicatat sebagi mailstone.

Menurut Ahda Imron, penyair yang orang Minang, yang besar di Bandung seraya menghayati budaya Sunda, Deseng memang hebat. “Tapi saya ingin menguping akulturasi antara musik Sunda dan China. Pertanyaan saya, mengapa Deseng harus membawakan musik Sunda dengan gaya orang Sunda? Mengapa tidak dengan gaya China?” katanya kemarin.

Bagi Deseng sendiri, yang masih tersisa dari obsesinya ialah melakukan peleburan yang likat antara etnis Tionghoa dengan etnis lain di negeri ini, sehingga tidak terdengar lagi istilah pri dan nonpri.

Saat bincang-bincang itu, saya berkali-kali melihat cucu Deseng paling besar. Namanya Putri (7 tahun), anak sulung dari Fitri (anak sulung Deseng). Kelopak mata Putri yang sipit, kulitnya yang kuning langsat, rambutnya yang menjurai, menegaskan bahwa darah wangsa Tan masih menderas, dan diwariskan secara genetis. Tetapi Deseng dan anak cucunya adalah Sunda pituin.

sumber : http://gugahjanari.blogspot.com/2007/07/leburnya-tan-deseng.html

Biografi Ayatollah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam

  Pada tanggal 19 April 1939, calon Pemimpin Iran Islam lahir di kota suci Mashhad, di provinsi Khorasan. Sayyed Ali adalah putra kedua Sayy...