Senin, 06 Januari 2014

Tips Memilih Raket Bulutangkis



Orang-orang sering sekali bertanya tentang jenis raket apa yang digunakan seorang pemain dunia. “Raket apa sih yang digunakan Taufik Hidayat?.” atau “Merk apa yang digunakan oleh Lee Chong Wei?.” atau ‘Raket Lin Dan bagus tuh,dia memangnya pakai apa?.”. Banyak orang yang akhirnya terjebak dengan label-label raket yang disematkan kepada pemain-pemain dunia itu. Apapun yang dipakai oleh Lee Chong Wei kadang-kadang orang akan merasa bahwa jenis raket itu akan sesuai dengan mereka juga. Padahal anggapan itu salah.
Pepatah mengatakan Lain Padang Lain Belalang yang mana maksudnya adalah tiap-tiap orang itu memiliki perbedaan dan tidak akan pernah sama. Seorang anak kembar yang identik pun memiliki perbedaan. Ini juga berlaku pada olahraga Badminton atau Bulutangkis. Setiap pemain pasti memiliki gaya permainan, tipe pukulan yang berbeda-beda. Nah, raket-raket sekarang sudah diciptakan untuk bisa menyatu  dengan beragam dan banyaknya gaya permainan tiap-tiap orang. Jadi, anggapan bahwa raket yang dipakai oleh Lee Chong Wei atau Peter Gade bisa digunakan oleh semua orang belum tentu benar.
Nama Bagian Pada Raket

Dalam memilih raket bulutangkis, yang harus anda perhatikan adalah kondisi psikis anda dan juga anda perlu tahu apa yang anda cari di raket yang anda akan beli. Apakah anda suka raket yang powerfull, mempunyai fungsi kontrol yang baik ataukah anda mencari raket yang nyaman. Dan yang mesti anda tahu adalah tipe pemain seperti apakah anda, penyerang, bertahan atau rally.
Dalam memilih raket bulutangkis untuk permainan , anda harus tahu dulu, apakah anda bermain dengan power atau control. anda harus memilih satu diantaranya. Jika anda adalah orang yang bermain dengan power, maka anda harus mencari raket yang memang didesain untuk orang seperti anda. begitu pula jika anda adalah orang yang bermain dengan tipe control. Jika memilih bermain balance maka anda bisa mencari raket yang seimbang antara control dan power.
Nah, ada 4 cara yang bisa dilakukan ketika sedang memulai memilah milah raket. Empat hal yang harus dipertimbangkan itu adalah Berat raket, Titik keseimbangan, Kelenturan dari batang raket dan bentuk dari bingkai kepala raket. Yuk, Kita bahas satu persatu.
Berat Raket
Raket bulutangkis atau badminton sejatinya dibagi dalam beberapa ukuran berat yang ditandai dengan kode U. Terdapat 5 jenis U dimana semakin tinggi nilai U raket tersebut maka akan semakin ringan. Semakin rendah nilai U suatu raket maka semakin berat. Berat rata-rata raket sendiri adalah antara 83-100 gr. Pada umumnya raket yang dijual dipasaran adalah 3U (85-89 Gr) atau 2U (90-94 Gr) sedangkan ukuran lain masih jarang dijual,kalaupun ada maka untuk ukuran 4U dan 5U biasanya mempunyai harga yang cukup mahal.
Berat yang tercantum ini adalah diluar berat ketika nanti ditambahkan dengan berat handgrip dan berat dari senar yang sudah dipasang. Rata rata penambahan berat setelah dibebankan dengan senar adalah kurang lebih 2-6 gr terutama untuk handgrip. Di Jepang sendiri ukuran Handgrip didasarakan pada ukuran G2, G3, G4, dan G5 dimana G2 adalah ukuran terbesar dan G5 adalah ukuran terkecil. anda juga harus mempertimbangkan apakah handgrip pada raket akan anda lepas atau di double dengan hand grip yang baru. Ketika anda melakukan pendouble-an pada hand grip maka raket akan semakin bertambah berat.

Nah raket yang berukuran berat disebut raket power. raket jenis ini baik digunakan bagi mereka yang mempunyai pergelangan tangan yang kuat. Raket yang berat akan memberikan momentum yang lebih saat anda mengayunkan raket sehingga akan memberikan power yang lebih apalagi saat menggunakannya untuk melakukan smash. yang jadi masalah kemudian adalah raket yang berat sangat sulit untuk di kontrol. Jika tidak sabar dan tenang serta mengontrol power  dalam memukul, kemungkinan bola out akan sering terjadi Plus akan sangat sulit untuk mengenggam raket yang lumayan berat.
Raket yang ringan sangat baik untuk melakukan kontrol bola namun sangat sulit mendapatkan power dari sini. Anda harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan momentum yang besar agar powernya lebih.
Titik Keseimbangan
Pada saat anda akan membeli raket pertimbangan untuk melakukan apa yang disebut sebagai “mencari jenis raket dengan melihat titik keseimbangannya”. Bagaimana caranya?. ambil raket yang anda akan beli, hadapkan jari telunjuk anda ke atas dan taruh batang raket di atas tangan anda. Geser batang raket sampai anda menemukan bahwa raket dalam keadaan seimbang. Jika sudah dilakukan anda bisa melihat dimanakah letak jari telunjuk anda.
  1. Jika jari telunjuk anda lebih dekat dengan frame/atau kepala raket maka raket jenis ini adalah raket power.
  2. Jika jari telunjuk anda lebih dekat dengan pegangan raket, maka tipe ini adalah raket jenis control.
Mengukur Kontrol dan Power Pada Raket

Gimana dong kalau sudah terlanjur di beli?. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan ketika anda sudah membeli raket dan tipe permainan anda tidak sesuai dengan raket yang sudah anda beli. Jika anda lebih menginginkan raket anda bertipe control maka yang anda bisa lakukan adalah bungkus pegangan dengan dua buah handgrip atau 1 handgrip yang berat atau gunakan senar yang lebih ringan atau lebih kecil ukurannya.
Jika anda lebih memilih untuk menjadikan raket anda adalah raket yang bertipe power maka anda cukup mengganti handgrip pada pegangan raket anda menjadi yang lebih ringan untuk mendapatkan frame kepala raket yang lebih berat. Untuk melihat apakah adjusment atau pengaturan yang anda lakukan sudah benar. anda bisa melakukan test ini berulang kali.
Tingkat Kekakuan Dari Batang Raket
Ketika anda membeli raket maka ada dua pilihan batang raket yang tersedia yaitu batang raket yang flexible dan yang kaku. Batang raket yang flexible akan sangat gampang dan mudah untuk melentur ketika anda melakukan  pukulan. Sedangkan batang raket yang kaku adalah berkebalikan dengan yang flexible. Nah untuk yang satu ini, anda harus benar-benar perhatikan bahwa ketika anda membeli raket maka tidak ada cara untuk melakukan pengaturan fleksibilitas dari batang raket seperti pembahasan kita diatas. Kelenturan raket bersifat fix dan tidak dapat diubah ketika anda melakukan pembelian. Meskipun seiring musim berlalu batas kekakuan juga akan dicapai namun ada baiknya anda pertimbangkan hal ini sebelum membeli.
Bagaimana cara mengecek raket anda apakah flexible atau kaku?. Tidak ada cara lain selain ketika anda sedang memilih-milih raket, cobalah untuk memegang kepala raket dan pegangan raket dan cobalah membengkokkannya secara perlahan lahan dan hati-hati. Jangan sampai acara bengkok membengkokan raket anda menjadi petaka. Maksud saya, raketnya patah dan anda disuruh ganti. Perlu diingat,Batang raket tidak akan bisa flexible sampai 45 derajat apalagi 90 derajat, jadi sedikit membengkokan saja anda bisa tahu kalau raket yang anda beli flexible atau kaku.
Cara Mengukur Kelenturan Batang Raket

Anda bisa juga melihat apakah raket anda bagus atau tidak dengan melakukan twist atau puntiran. Ini dilakukan untuk menguji akurasi dari placing shutllecock. Bagaimana caranya?. Pegang raket pada pegangannya kemudian tangan yang lain memegang frame dari raket kemudian lakukan putiran kepala raket. Jika kepala raket tidak berputar atau terpuntir maka raket ini sangat cocok untuk penempatan bola. Dengan kepala raket yang fix maka arah bola akan lebih pasti dan tidak kemana-mana karena kepala raket tetap dan tidak berubah-rubah.
Cara Melakukan Puntiran Pada Kepala Raket

  • Raket Dengan Batang Flexible
  1. Raket jenis ini memberikan repulsion yang bagus saat anda melakukan ayunan. Hal ini disebabkan pada saat mengayun, batang raket secara flexible akan membengkok kebelakang sedikit pada saat inilah jenis raket ini akan menyimpan energi yang besar yang akan dikeluarkan pada saat bantalan senar bertemu dengan shuttlecock. Energi ini akan dilepas dan ditransfer ke shuttlecock. Sehingga anda tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak saat memukul.
  2. Karena batangan raket sangat flexible dan elastis maka akan sangat sulit melakukan penempatan bola dengan raket jenis ini. Hal ini dikarenakan pada saat shuttlecock mendarat di bantalan senar, repulsi akan menyebabkan raket akan bervibrasi. Vibrasi ini akan menggangu dan menyebabkan arah bola yang tidak pasti. Sehingga akan sangat sulit mengendalikan arah bola dengan jenis raket yang mempunyai batangan yang flexible
  3. Raket tipe ini cocok bagi pemain yang mempunyai tipe stroke atau defensive (bertahan). Hal ini disebabkan karena dua jenis pemain ini sangat menyenangi permainan dengan lob panjang dan bermain drop shot. sesekali tipe ini akan melakukan smash namun hanya ketika mereka mendapatkan kesempatan yang bagus. Raket jenis ini memerlukan sedikit energi untuk menghasilkan tenaga. Dengan demikian, pemain jenis ini tidak perlu khwatir untuk mengeluarkan banyak tenaga dalam melakukan ayunan ketika melakukan pengembalian maupun dropshot. sehingga mereka dapat lebih fokus untuk melakukan permainan bertahan.
  4. Raket ini sangat baik dalam mengantisipasi smash keras yang dikeluarkan lawan. Dengan smash keras, raket ini hanya butuh sedikit tenaga dan sentuhan lembut untuk melakukan pengembalian bola. Pengembalian shuttleck sangat mudah dilakukan dengan jenis raket ini karena pada saat mengayun elastistas yang dihasilkan raket kemudian kembali ke posisi semula membuat adanya tenaga tambahan yang dihasilkan.
  5. Raket dengan batangan yang flexible cocok untuk para pemula yang baru belajar bulutangkis karena tidak membutuhkan banyak tenaga. memukul shuttlecock dari baseline ke baseline juga bukan jadi masalah besar. Dengan menggunakan jenis raket ini, pemula bisa lebih fokus ke teknik bermain bulutangkis dibandingkan harus berpikir keras bagaimana memukul shuttlecock agar tidak out.
  6. Kerugian dari menggunakan raket ini adalah kurangnya kecepatan dalam mengembalikan. ketika shuttlecock mendarat di bantalan senar. Ada waktu yang dihabiskan oleh shuttlecock sepersekian detik ketika raket secara fleksibel akan membungkuk kebelakang dan kembali ke posisi semula. Sehingga ada beberapa waktu yang terbuang antara waktu mendaratnya shuttlecock dan kemudian dikembalikan ke lawan.
  • Raket Dengan Batang Kaku
  1. Batang raket yang kaku akan menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada repulsion. Shuttlecock akan segera terpental ketika mengenai bantalan karet. Dengan repulsion yang kecil, pukulan akan kurang powerfull. Ini berarti jika anda memilih raket jenis anda, anda perlu untuk mengayunkan raket lebih keras ketika melakuakn pengembalian bola.
  2. Jenis raket dengan batang yang keras akan sangat baik digunakan jika anda adalah tipe pemain yang senang melakukan penempatan bola. Tidak seperti jenis raket yang flexible. Jenis raket ini tidak bisa membengkok atau secara elastis. Raket tidak akan menghasilkan vibrasi ketika shuttlecock mendarat di bantalan senar. Dengan tidak adanya vibrasi, arah pengembalian shuttlecock akan lebih pasti dan shuttlecock tidak akan mudah berubah arah.
  3. Raket ini paling bagus untuk melakukan serangan cepat, skill menipu dan juga netting tipis. Permainan bulutangkis adalah permainan yang membutuhkan kecepatan. Batang yang flexible memberikan kekuatan namun kurang kecepatan dalam merespon shuttlecock. Dengan batang raket yang keras, anda harus mengeluarkan tenaga berlebih untuk mendapatkan kecepatan dalam mengembalikan shuttlecock. Pada saat shuttlecock mengenai senar maka segera akan  akan kembali dengan cepat. Dengan raket yang kaku, anda hanya memerlukan kekuatan pergelangan tangan daripada gerak mengayun. Pemain dengan advanced skillsseperti penyerang cepat dan tipe penipu membutuhkan eksekusi cepat melalui sentuhan dari pergelangan tangan. Banyak pemain bulutangkis top dunia sekarang ini menggunakan raket dengan tipe kaku, karena mereka siap untuk menyuntikkan kecepatan dan kekuatan sehingga lawan biasanya tidak akan siap untuk melakukan pengembalian.
  4. Raket jenis ini sangat cocok buat mereka yang memiliki skill menengah dan kelas atas atau sudah mahir(advanced). Bukan berarti anda yang pemula tidak punya kemampuan untuk  memproduksi pukulan yang powerfull, namun raket yang flexible sudah menghasilkan tenaga sendiri. Dengan ini, pemain pemula tidak perlu berpikir untuk berapa banyak tenaga yang harus mereka keluarkan tapi hanya perlu berlatih bagaimana melakukan teknik yang benar. Pemain yang sudah cukup mahir dan mahir dan menguasai teknik-teknik bulutangkis dengan baik dan benar, bisa mencoba jenis raket ini untuk mendapatkan sensasi serta skill-skill tingkat lanjut lainnya.
  5. Kelemahan dari raket ini adalah anda membutuhkan ayunan yang kuat atau aksi yang cepat dari pergelangan tangan. Agar permainan bisa maksimal, teknik bagus sangat diperlukan untuk menciptakan kekuatan yang cukup dalam melakukan ayunan. Jika energi yang diberikan terlalu kuat dalam melakukan ayunan maka shuttlecock bisa saja out. Dengan raket yang kaku, kekuatan dalam gerakan mengayun yang diberikan tidak akan sepenuhnya ditransfer ke shuttlecock ketika jatuh ke bantalan senar. Intinya adalah Raket kaku is about menggunakan kekuatan pergelangan tangan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan.
Bentuk Dari Frame Raket
Ketika membeli raket, anda dapat mempertimbangkan apakah anda akan menggunakan frame yang bertipe konvensional yang berbentuk oval ataukah anda akan lebih memilih yang berbentuk mendekati persegi atau lebih dikenal dengan isometric.
Frame Isometric memiliki spot-spot pukulan yang baik di bantalan senar yang lebih luas. Dengan semikian, akan ada banyak kesempatan bagi pemain untuk menciptakan pukulan yang cantik dan unik.
Raket Bulutangkis Dengan Square Frame

Frame konvensional yang berbentuk oval memiliki spot atau titik unutuk melakukan pukulan yang baik lebih sedikit daripada yang ada pada frame isometric namun pada saat shuttlecok mendarat pada spot yang benar-benar baik maka akan tercipta pukulan yang sangat-sangat berkualitas tinggi. Frame ini sudah jarang di jual di pasaran karena frame isometric sudah menjamur di pasar.
Raket Bulutangkis Dengan Oval Frame


http://alwaysbadminton.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOMOR 2

Nomor Dua Oleh: Dahlan Iskan Kamis 15-02-2024,04:37 WIB SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wa...