Rabu, 26 Februari 2014

Penyebab Mengapa Anda Gagal Menjadi Orang Sukses




Setiap pengusaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Hal itulah yang mungkin tidak pernah kita ingat.
Mungkin, kita selalu bertanya-tanya, “Mengapa yang kita temui hanyalah jalan buntu dan berbagai kegagalan?”, “Apakah kita sial?”, “Apakah memang kita ditakdirkan untuk tidak sukses?”.
Itu adalah pikiran yang harus kita hapus dari otak kita karena akan melemahkan mental kita dan justru akan membuat kita semakin terpuruk. “Kegagalan adalah awal sebuah keberhasilan”, pepatah ini hendaknya selalu kita pegang teguh.
Saat menemui kegagalan, kita mungkin sering mengeluh, merasa tidak berdaya, hilang semangat tau yang lainya. Kita harus ingat bahwa sukses dalam bisnis dimulai dari diri kita sendiri. Saat kita memiliki pikiran negatif seperti itu, maka aura di dalam tubuh kita pun akan negatif pula dan menurut banyak pihak, termasuk para ahli, hal tersebut akan menghambat datangnya kesuksesan.
Oleh karenanya, di saat gagal, kita tetap harus berpikir positif dan kemudian membangun kembali semangat serta menjadikan kelemahan menjadi kekuatan. Merasa yakin dan percaya diri bahwa kita memiliki potensi untuk merebut perhatian pasar bisa menjadi awal yang baik untuk bangkit dan kembali meretas jalan sukses.
Salah satu hal yang seringkali membuat gagal adalah produk yang kurang inovatif. Saat terjun di dunia bisnis, kita dituntut untuk selalu berinovasi, menciptakan berbagai produk baru atau memberikan strategi marketing yang tidak biasa.
Tentunya kita tahu bagaimana Keripik Mak Icih bukan? Kita bisa melihat dan berkaca bagaimana sebuah produk makanan tradisional yang sebenarnya biasa-biasa saja bisa booming. Salah satu faktor yang membuat produk tersebut begitu populer adalah inovasinya dalam menjual produk. Dengan memberikan sesuatu yang berbeda orang atau konsumen akan mudah mengingat produk kita dan mereka akan tertarik untuk membeli.
Akan tetapi, inovasi haruslah dibarengi dengan kualitas produk yang baik karena bagaimanapun, tanpa kualitas produk kita hanya akan bertahan sementara.
Sudahkah kita membuat target? Hal ini yang seringkali kita lupakan. Sebagai pelaku usaha, kita hendaknya selalu membuat target.
Tidak perlu muluk-muluk, cukup yang sederhana saja tetapi realistis, tetapi jangan pula terlalu mudah. Kita bisa memulai dengan membuat list target seperti menjual 1000 unit produk, membuka cabang baru, merangkul mitra kerja baru, memasarkan barang ke daerah baru, dsb. di selembar kertas. Kemudian sertakan hambatan dan usaha apa yang dibutuhkan untuk menggapainya.
Berikan tenggat waktu kepada diri kita untuk meraih target tersebut. Dengan mengetahui berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi, kita akan merasa siap dan tahu bagaimana mengatasinya. Selain itu, motivasi diri kita juga akan berlipat karena kita mengejar sesuatu yang lebih pasti dan bukan hanya kata-kata “sukses” yang meski terdengar indah namun sejatinya abstrak karena tidak bisa diukur.
Dan yang terkahir yang menjadi penyebab kegagalan kita mungkin adalah kurangnya kita bersedekah atau berderma. Hal ini mungkin terlihat sepele namun ternyata sulit untuk dilakukan. Banyak yang berpikir bahwa bersedekah akan mengurangi jumlah harta kita padahal sebenarnya tidak.
Dengan bersedekah, pertama kita sudah berbuat baik dengan menolong sesama manusia yang mungkin kurang beruntung dan yang kedua sedekah akan membukakan pintu rezeki.
Banyak pengusaha yang sebagian hartanya disumbangkan untuk yayasan atau organisasi amal, namun ternyata harta mereka justru bertambah. Oleh karenanya, kita harus mengkoreksi diri kita sendiri apakah kita sudah cukup bersedekah dengan apa yang kita miliki ataukah belum.
http://menjadiwirausaha.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOMOR 2

Nomor Dua Oleh: Dahlan Iskan Kamis 15-02-2024,04:37 WIB SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wa...