Jumat, 07 Februari 2014

Hari Tua Kita Bakalan Seperti Apa Ya?




Semua orang, pasti mengharapkan hari tuanya bisa hidup dengan penuh berkah. Cirinya hidup berkah itu antara lain; sehat walafiat, berkecukupan, dan keluarga rukun, serta dihargai oleh orang lain.

Kita ingin mendapatkan semua hal diatas bukan hanya sewaktu masih muda dan produktif saja. Kita pengen kalau sudah masuk usia senja, juga masih memilikinya.

Memang ada unsur 'ketentuan' Tuhan atas segala sesuatu yang kita alami. Namun ikhtiar pun punya peranan penting. Ikhtiar yang saya maksud bukan hanya sekedar olah raga atau menabung dan berinvestasi.

Ikhtiar yang saya maksudkan berkaitan dengan aspek-aspek yang 'tidak kasat mata'. Tidak bisa dilihat oleh mata lahir kita. Dan tidak bisa didengar oleh telinga kiri dan kanan kita.

Banyak contoh nyata dalam kehidupan kita tentang orang yang menderita di masa tuanya, karena ketika masih muda dulu mereka sering membuat orang lain menderita.

Saya tidak tahu jika itu karma atau bukan. Yang jelas, setiap perbuatan kita; akibatnya akan kembali kepada kita. Entah itu perbuatan baik, atau perbuatan buruk.

Dikantor, misalnya. Kita berinteraksi dengan anak buah, atasan, atau teman. Kadang kita tidak sadar jika sudah menyakiti hati orang lain. Dengan kata, atau perbuatan kita.

Bahkan ada juga orang sedemikian arogannya. Mentang-mentang punya kedudukan tinggi, memperlakukan orang lain sesuka hati. Hati-hati loh. Akibat buruknya bisa kembali pada diri sendiri ketika tua nanti.

Kok bisa begitu? Bisa. Karena boleh jadi, anak buah yang kita tindas itu, kolega yang kita hina itu, pesuruh yang kita rendahkan itu; berdoa kepada Tuhan agar membalaskan perbuatan buruk yang diterimanya.

Maka diusia muda, mungkin saja kita berkuasa, kaya raya, sehat pula. Tapi dimasa tua; mungkin kita akan menderita. Akibat perbuatan kita dimasa muda.

Rasulullah telah mewanti-wanti kita soal doanya orang tertindas. Sabda beliau, orang tertindas itu doanya langsung sampai kehadapan Allah. Tidak ada penghalangnya. Sehingga peluang dikabulkannya lebih besar.

Oleh karena itu sahabatku. Mumpung kita masih muda, mari menyibukkan diri dengan hal-hal yang baik dan berguna. Mumpung masih punya jabatan, mari memanusiakan anak buah kita. Mumpung masih punya pekerjaan, mari hargai kolega kita.

Supaya mereka rela mendoakan hal-hal baik untuk kita. Bukan malah mendoakan hal-hal jelek agar menimpa kita. Minimal mereka tidak menyimpan dendam atau kekesalan sama kita. Netral juga tak apa.

In sya Allah, hidup kita kelak kalau sudah tua; tidak akan dibebani oleh doa-doa buruk orang lain yang terluka hatinya oleh lidah, tangan, atau keputusan kita. Dan kita, menjalani hari tua yang tenang, tenteram, sehat sentosa. Semoga.



Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman   
Author, Trainer, and Public Speaker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOMOR 2

Nomor Dua Oleh: Dahlan Iskan Kamis 15-02-2024,04:37 WIB SAYA percaya dengan penilaian Prof Dr Jimly Assiddiqie: pencalonan Gibran sebagai wa...